Mengenal Penyakit Herpes Zoster & Biaya Vaksinasi Terbarunya

Pemberian vaksin dapat dikatakan sebagai antibodi. dari vaksin sendiri adalah untuk pencegahan penyakit menular, dan aman, serta efektif dibanding pengobatan jika sudah terkena penyakit.

herpes, zoster, shingles, cacar, ular, api, virus, varicella, biaya, cukup, mahal, pencegahan, nyeri, efek, samping, usia, 50, 60, tahun, imun, sistem, dokter, rumah, sakit, klinik, Indonesia, neuralgia, pascaherpetika

Mengenal Penyakit Herpes Zoster & Biaya vaksinasinya (mommiesdaily.com)

Salah satu vaksin yang dapat dilakukan adalah herpes zoster. Herpes zoster atau yang dikenal dengan shingles, cacar ular, atau cacar api disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella Zoster pada pasien yang pernah terinfeksi. Virus tersebut merupakan penyebab yang sama pada penyakit cacar air. Pada dasarnya, tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan herpes zoster. Akan tetapi, vaksinasi dapat membantu mencegah risiko penyakit berulang dan komplikasi yang mungkin dialami seperti nyeri usai herpes (NPH). 

Pada saat seseorang terkena cacar air maka dalam waktu sekitar 7 (tujuh) hari akan sembuh dengan sendirinya dikarenakan virus akan kalah oleh daya tahan tubuh manusia, namun virus dapat bersembunyi di saraf tubuh manusia dalam keadaan tidak aktif selama bertahun-tahun. Bila suatu saat terjadi penurunan daya tahan tubuh, maka virus dapat aktif kembali dan menyebabkan herpes zoster. 

Gejala dari herpes zoster antara lain:

  • Bintil berisi air berkelompok pada salah satu sisi kulit tubuh. Tidak melewati garis tengah.
  • Kulit kemerahan.
  • Dapat disertai rasa nyeri dan . Nyeri ini dapat berlangsung lama meskipun bintil telah kering dan herpes zoster telah sembuh, disebut juga dengan post herpetic neuralgia.

Salah satu komplikasi tersering dan serius adalah neuralgia pascaherpetika, yaitu nyeri yang menetap setelah 3 bulan lesi herpes zoster sembuh, atau lebih dari 120 hari sejak pertama kali munculnya lesi herpes zoster.

Neuralgia pascaherpetika dapat menetap selama bertahun-tahun, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menurunkan kualitas hidup. Penggunaan obat antivirus dapat mengurangi beratnya gejala dan durasi, akan tetapi tidak dapat mencegah timbulnya neuralgia pascaherpetika. 

Pada seseorang yang berusia di atas 50 hingga 60 tahun, dapat terjadi penurunan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko terjadinya herpes zoster. Untuk itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi herpes zoster bila tidak ada kontraindikasi, dengan melalui pemeriksaan dokter sebelumnya.

Ilustrasi: serangan herpes zoster (sumber: denotasi.com)

Ilustrasi: serangan herpes zoster (sumber: denotasi.com)

Dengan melakukan vaksin, dianggap sebagai strategi efektif untuk mengurangi insiden herpes zoster serta komplikasinya. Pemberian vaksin tersebut didasarkan pada hasil studi pada hasil studi pada kelompok tersebut, epidemiologi herpes zoster, dan analisis biaya. 

Berdasarkan penelitian, vaksinasi herpes zoster tersebut dapat menurunkan risiko terjadinya herpes zoster sampai 51.3%, NPH 66,5%, dan mencegah terjadinya post herpetic neuralgia (beban keparahan) sampai 61.1%. Nyeri post herpetik ini dapat berlangsung sangat lama dan dapat mengganggu sehari-hari.  

Menurut dr. Edy Rizal Wachyudi, spesialis penyakit dalam dan konsultan geriatri dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI mengatakan bahwa ada contoh dari pengalaman pemerintah Amerika yang menunjukkan bagaimana dampak pemberian vaksinasi pada lansia dapat memengaruhi kesejahteraan lansia dan pemerintah.

Vaksinasi yang dilakukan pada 1 juta lansia di atas usia 60 tahun terbukti dapat menurunkan 11.685 penanganan rawat inap, 11.251 kunjungan ke UGD, 359.581 kunjungan rawat inap, 24.529 kasus nyeri pasca herpes (NPH), dan menghemat biaya pemerintah sampai USD103 juta. 

Di Indonesia, vaksin herpes zoster yang tersedia mengandung virus Varicella Zaster (VZV) strain Oka/Merck hidup yang telah dilemahkan. pemberian adalah sebanyak satu vial (0,65ml) mengandung 19.400 plaque forming units (PFU) VZV. 

Vaksin tersebut tidak boleh diberikan secara intramuskuler ataupun intravena. Vaksin herpes zoster tidak diindikasikan untuk pengobatan herpes zoster ataupun neuralgia pascaherpetika. Beberapa lembaga kesehatan di dunia telah mengeluarkan rekomendasi pemberian vaksin herpes zoster dan target populasi. 

Vaksin herpes zoster ini sudah cukup beredar luas di fasilitas kesehatan, baik itu di maupun klinik di Indonesia. Beberapa orang mengatakan bahwa biaya untuk vaksin terbilang cukup mahal, yaitu sekitar Rp 1,7 jutaan. Mengenai biaya, sangat beragam tergantung dari fasilitas kesehatan tersebut.

Ilustrasi: vaksin herpes zoster (sumber: consumerreports.com)

Ilustrasi: vaksin herpes zoster (sumber: consumerreports.com)

Walaupun cukup mahal, vaksin tersebut sangat direkomendasikan untuk setiap orang di atas 50 tahun dengan sekali dosis yang dapat memberikan perlindungan sampai 10 tahun. Rekomendasi sekali dosis akan dievaluasi ulang, jika ada data tambahan mengenai durasi efektivitas vaksin herpes zoster. 

Di Indonesia, satgas imunisasi dewasa Perhimpunan Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pada tahun 2013, merekomendasikan pemberian vaksin herpes zoster untuk semua individu berusia 60 tahun ke atas. Pada tahun 2014, rekomendasi tersebut diperbarui, vaksin herpes zoster diindikasikan untuk semua individu berusia 50 tahun ke atas dengan atau tanpa riwayat herpes zoster. 

Untuk melakukan vaksin, sebaiknya pastikan penyuntikan vaksin herpes zoster akan dilakukan oleh dokter. Anda dapat melakukan penyuntikan baik pada maupun spesialis yang ada di rumah sakit atau klinik yang menyediakan. 

Apakah pemberian vaksin herpes zoster sudah terbukti efektif? Berdasarkan studi terbesar yang pernah dilakukan untuk membuktikan keefektifan vaksin dilakukan oleh Oxman dkk. Penelitian tersebut melibatkan 38.546 individu berumur lebih dari 60 tahun.

Studi tersebut menunjukkan angka kejadian herpes zoster sebesar 51,3% dan angka komplikasi neuralgia pascaherpetika sebesar 66,5%. Efektivitas vaksin herpes zoster dipengaruhi oleh faktor usia resipien, lebih baik pada kelompok usia lebih muda (60-69 tahun) dibanding dengan kelompok usia lebih dari 70 tahun, yaitu 63,9% berbanding 37,6%, dalam menurunkan insiden herpes zoster. 

Selain untuk pencegahan, vaksin juga berguna untuk menurunkan lama nyeri apabila individu tersebut terkena herpes zoster. Dalam studi tersebut efek samping yang sering ditemukan bersifat lokal pada lokasi penyuntikan, yaitu berupa eritema, nyeri, bengkak, dan gatal.

[Update: Dian]

Baca juga  Update Info Daftar Harga Skincare Rinna Diazella (RD)
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Mengenal Penyakit Herpes Zoster & Biaya Vaksinasi Terbarunya"