Berapa Lama Paspor Jadi dan Apa Beda Paspor 24 dan 48 Halaman?

Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, pasti sudah tidak lagi dengan paspor. Ini adalah dokumen resmi yang diperlukan sebagai salah satu persyaratan untuk melakukan perjalanan internasional. Kantor imigrasi pernah menyediakan dua jenis paspor, yakni 24 halaman dan 48 halaman? Lalu, apa beda kedua paspor tersebut dan berapa lama proses pengurusan hingga paspor jadi?

Ilustrasi: paspor Republik Indonesia (sumber: kumparan)

Ilustrasi: paspor Republik Indonesia (sumber: kumparan)

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Pasal 1 Angka 16, Paspor Republik Indonesia merupakan dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Warga Negara Indonesia untuk melakukan perjalanan antar negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku selama jangka waktu tertentu.[1]

Dengan kata lain, paspor () adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar-negara. Paspor berisi biodata pemegangnya yang meliputi foto pemegang, tanda tangan, tempat dan tanggal kelahiran, informasi kebangsaan, dan kadang-kadang juga beberapa informasi lain mengenai identifikasi individual.

Paspor merupakan dokumen resmi yang wajib Anda bawa dan tunjukkan ketika melakukan perjalanan ke luar negeri,[2] walaupun di negara tertentu ada beberapa perjanjian ketika warga suatu negara tertentu dapat memasuki negara lain dengan dokumen selain paspor. Paspor akan diberi cap (stempel) atau disegel dengan visa yang dilakukan oleh petugas negara tempat kedatangan.

Baca juga  Update Biaya Kursus Stir (Mengemudi) Mobil di Jakarta

Jenis Paspor

Setidaknya, ada tiga jenis paspor yang sering dibawa mereka yang bepergian ke luar negeri, yakni Paspor Biasa, Paspor Diplomatik, dan Paspor Dinas. Paspor Biasa adalah paspor yang digunakan untuk perjalanan reguler antar-negara dan paspor ini bersampul warna hijau. Sementara itu, Paspor Diplomatik dikeluarkan sebagai identifikasi diplomatik dan diberi sampul warna hitam, sedangkan Paspor Dinas diterbitkan untuk kalangan dan petugas administrasi dari suatu misi diplomatik.[3]

Selain dibedakan berdasarkan tujuan perjalanan, paspor juga dibedakan menjadi jumlah halamannya. Pemerintah Indonesia sempat mengeluarkan Paspor 24 halaman dan Paspor 48 halaman. Meskipun terlihat sama, ternyata kedua jenis paspor ini memiliki sejumlah perbedaan. Lalu, apa perbedaan kedua jenis paspor tersebut?

Perbedaan pertama, tentu saja jumlah halaman buku, dengan Paspor 48 halaman terlihat lebih tebal. Perbedaan selanjutnya adalah biaya pembuatan paspor, dengan model 48 halaman membutuhkan biaya yang lebih mahal. Beberapa negara Timur Tengah, seperti Yordania, juga hanya menerima Paspor 48 halaman karena biasanya Paspor 24 halaman dianggap sebagai paspor yang digunakan para TKI.

Baca juga  Update Biaya Mendirikan PT dan CV

Selain itu, Paspor 24 halaman tidak tersedia dalam versi elektronik. Berbeda dengan Paspor 48 halaman yang telah menyediakan model elektronik. Paspor biometrik atau e-paspor ini memiliki data biometrik yang menjadi salah satu unsur pengaman paspor.  Disimpan dalam bentuk chip yang tertanam dalam buku paspor, sesuai standar yang dikeluarkan International Civil Aviation Organization (ICAO), nantinya paspor akan memiliki data biometrik wajah dan sidik jari sebagai pendukungnya.

Ilustrasi: buku paspor

Ilustrasi: buku paspor

Beda Paspor 24 dan 48 Halaman

Paspor 24 HalamanPaspor 48 Halaman
Jumlah halaman lebih sedikitJumlah halaman lebih banyak
Biaya pembuatan lebih murahBiaya pembuatan lebih mahal
Beberapa negara Timur Tengah tidak menerimaDiterima di semua negara
Belum tersedia versi elektronikSudah tersedia versi elektronik

Menurut keterangan resmi Ditjen Imigrasi, berdasarkan PP No. 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif PNBP di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, tarif Paspor 24 halaman tidak disebutkan lagi. Dengan kata lain, mulai tanggal Mei 2019, pihak kantor imigrasi sudah tidak melayani permohonan untuk pembuatan Paspor 24 halaman.

Biaya Pembuatan Paspor

Jenis PasporBiaya Pembuatan
Paspor Biasa 48 HalamanRp350.000
Paspor Elektronik 48 HalamanRp650.000
Ilustrasi: buku paspor (pexels: Taryn Elliott)

Ilustrasi: buku paspor (pexels: Taryn Elliott)

Berapa Lama Paspor Jadi?

Lalu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk menunggu paspor jadi? Berdasarkan keterangan Kantor Imigrasi Bengkalis, waktu yang dibutuhkan untuk paspor jadi adalah sekitar tiga hari kerja setelah pemohon melakukan proses pembayaran di bank persepsi. Sementara itu, apabila Anda melakukan pembayaran lewat PT Indonesia, biasanya paspor akan jadi dalam waktu empat hari setelah pembayaran.

Baca juga  Fasilitas dan Update Harga Sewa River Hill Tawangmangu

Menurut Direktorat Jenderal Imigrasi, masa berlaku paspor paling lama lima tahun sejak tanggal diterbitkan, dan Anda perlu memperpanjang paspor enam bulan sebelum masa berlakunya habis.[4] Sementara, masa berlaku paspor biasa yang diterbitkan bagi anak berkewarganegaraan ganda tidak boleh melebihi batas usia anak tersebut untuk menyatakan memilih kewarganegaraannya, dan batas usia anak ditentukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

[1] Wilonotomo dan Koesmoyo Ponco Aji. 2018. Pembuatan Paspor dalam Kajiannya terhadap Teori Manfaat Teknologi Informasi. JIKH Politeknik Imigrasi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM, Kementerian Hukum dan HAM RI, Vol. 12(2): 163-178.

[2] Mazia, Lia. 2013. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Peningkatan Pelayanan Pembuatan Paspor Baru di Wilayah DKI Jakarta. Pilar Nusa Mandiri, Vol. IX(1): 55-61.

[3] Ibid.

[4] Ibid.

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Berapa Lama Paspor Jadi dan Apa Beda Paspor 24 dan 48 Halaman?"