Informasi Terbaru Klasifikasi dan Contoh Biaya Tetap

Biaya merupakan unsur yang digunakan dalam melakukan analisis Break Even Point (BEP), apabila dilihat dari perilaku biaya. Untuk dapat menentukan tingkat BEP, maka biaya yang terjadi pada perusahaan harus dapat dipisahkan dan diklasifikasikan terlebih dahulu menjadi biaya tetap dan biaya variabel. Sebagai contoh, Anda bisa memasukkan biaya pengeluaran perusahaan yang tidak akan berubah menjadi biaya tetap dan biaya pengeluaran yang selalu berubah menjadi biaya variabel.

Definisi Biaya

Ilustrasi: Perhitungan Biaya (credit: aankikaco)

Ilustrasi: Perhitungan Biaya (credit: aankikaco)

Biaya akan berkaitan dengan semua tipe organisasi, baik organisasi bisnis, non bisnis, manufaktur, dagang, dan jasa. Biaya akan memengaruhi keuntungan perusahaan karena dalam setiap aktivitas usaha tidak akan terlepas dari pengorbanan yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan usaha. Biaya dapat berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh sebuah instansi. Semakin besar biaya yang dikeluarkan, maka semakin sedikit keuntungan yang diperoleh.

Bisa dibilang, sifat biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan memiliki sifat yang hampir sama dengan modal yang dibutuhkan untuk membuat sebuah perusahaan. Sebagai contoh, modal yang diperlukan untuk membuat usaha dagang keripik tempe harus sama dengan biaya pengeluaran untuk menghasilkan produk keripik tempe. Jika modal dan biaya tidak seimbang, maka perusahaan akan rugi.

Pengertian biaya bisa berbagai macam. Ada yang mengatakan bahwa biaya adalah pengeluaran kas (setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajah dari imbalan (consideration) yang diberikan untuk memperoleh aset pada saat perolehan. Namun, secara umum, biaya dapat diartikan sebagai pengorbanan yang dilakukan baik dalam bentuk arus keluar atau pengurangan aktiva atau adanya kewajiban guna memperoleh manfaat. Artinya, apabila pengorbanan itu tidak menghasilkan manfaat, maka hal tersebut merupakan kerugian yang harus ditanggung oleh perusahaan.

Di dalam kehidupan sehari-hari, contoh sederhananya yaitu ketika ingin membeli sesuatu, Anda harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli apa yang diinginkan, dengan cara menukar barang yang diinginkan dengan uang. Intinya adalah adanya sesuatu yang Anda miliki harus diserahkan atau korbankan untuk mendapatkan yang diinginkan. Oleh karena itu, biaya sering disebut dengan pengorbanan.

Contohnya, ketika Anda telah mengeluarkan uang, misalnya Rp100.000 untuk membeli baju baru, Anda tidak mungkin menggunakan uang yang telah Anda keluarkan untuk membeli barang lain. Dengan kata lain, uang yang Anda keluarkan hanya untuk apa yang akan diterima.

Uang yang Anda keluarkan untuk baju tersebut sudah menjadi milik si penjual baju, dan uang tersebut sudah terlepas dari kepemilikan Anda. Apakah mungkin uang tersebut diminta kembali untuk membeli keperluan lain, sedangkan baju yang Anda beli tidak dikembalikan? Tentu tidak. Anda telah berkorban untuk mendapatkan baju baru tersebut dan sekaligus menghilangkan kemungkinan terpenuhinya keperluan Anda yang lain dengan uang yang telah Anda gunakan untuk membeli baju.

biaya, bisnis, informasi, makanan, informasi, sewa, tetap, contoh, klasifikasi, bulan, bangunan, unit, variabel, berubah, jumlah, produksi, satuan, per, gedung, total, perbaikan

Ilustrasi: rapat bisnis di kantor

Klasifikasi Biaya Tetap

Pada umumnya, berbagai macam biaya yang terjadi dan klasifikasi biaya tergantung pada tipe perusahaan. Biaya perlu diklasifikasikan dengan tujuan untuk memudahkan dalam perencanaan. Klasifikasi biaya atau penggolongan biaya adalah suatu proses pengelompokan biaya secara sistematis atas keseluruhan elemen biaya yang ada ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih ringkas, untuk dapat memberikan informasi yang lebih ringkas dan penting.

Hal tersebut sangat penting untuk mengetahui apakah biaya tertentu bereaksi atau merespons perubahan aktivitas usaha. Apabila aktivitas usaha meningkat atau menurun, biaya tertentu mungkin akan ikut naik atau turun. Berdasarkan hal tersebut, klasifikasi biaya dapat menjadi beberapa biaya, di antaranya biaya tetap, biaya variabel, dan biaya semi variabel. 

Sebelum membahas mengenai biaya tetap, Anda perlu mengetahui biaya lainnya untuk mempermudah pengelompokan biaya. Biaya variabel atau variable cost merupakan biaya yang dikeluarkan sebuah perusahaan secara berubah-ubah dan didasarkan pada jumlah produk yang diproduksi. Semakin besar jumlah volume produk yang diproduksi instansi, maka semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat produk tersebut. Begitu juga sebaliknya, jika jumlah volume produk yang dibuat kecil, maka biaya yang dikeluarkan juga akan kecil.

Bisa dikatakan, biaya variabel tergantung pada fluktuasi aktivitas usaha dalam produksi barang yang dilakukan sebuah perusahaan. Contoh penglasifikasian biaya variabel, antara lain biaya bahan baku sebuah produk, biaya tenaga kerja langsung dalam bentuk bayaran karyawan yang dihitung berdasarkan unit produk yang dihasilkan per orang, biaya pemasaran produk, dan biaya kargo sesuai dengan tujuan produk yang akan dijual.

Selanjutnya adalah biaya semi variabel atau mixed cost. Dilansir dari GURUPENDIDIKAN.COM, biaya semi variabel merupakan suatu biaya yang memiliki elemen biaya tetap dan biaya variabel di dalamnya. Elemen biaya tetap adalah jumlah biaya minimum untuk dapat menyediakan jasa, sedangkan elemen biaya variabel adalah sebuah bagian dari semi variabel yang dipengaruhi volume kegiatan.

Ilustrasi: Mixed Cost (credit: etutionsbysakshi)

Ilustrasi: Mixed Cost (credit: etutionsbysakshi)

Mixed cost memiliki jumlah total yang dapat berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, tetapi tingkat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan atau aktivitas produksi, maka semakin tinggi pula jumlah biaya semi variabelnya dan sebaliknya. Sebagai contoh, Anda bisa mengklasifikasikan biaya yang sifatnya sebagian tetap untuk semi variabel cost, di antaranya biaya supervisor, biaya pemeliharaan mesin dan instalasi, biaya listrik, anggaran telepon, pembayaran air, pendanaan pengolahan bahan baku dan persediaan, serta iuran karyawan.

Lalu, biaya tetap didefinisikan sebagai biaya yang secara total tidak berubah ketika aktivitas bisnis meningkat atau menurun. Menurut beberapa pendapat, biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap, tidak berubah dalam range output tertentu, tetapi untuk setiap satuan produksi akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan produksi.

Dengan kata lain, biaya tetap merupakan biaya yang tidak akan mengalami perubahan secara keseluruhan, tetapi berubah untuk setiap satuan produksi. Semakin besar atau semakin kecil volume kegiatan, tidak memengaruhi biaya tetap. Dikarenakan biaya tetap merupakan biaya yang konstan secara keseluruhan, terdapat beberapa biaya yang dianggap sebagai biaya tetap, sesuai dengan kebijakan manajemen.

Anda bisa mengklasifikasikan beberapa macam anggaran sebagai biaya tetap, di antaranya biaya sewa bangunan, pajak, dan gaji pegawai. Biaya sewa bangunan bisa dikelompokkan dalam biaya tetap karena Anda sebagai pemilik perusahaan tidak akan membayar sewa gedung dengan harga yang berbeda selama kontrak berlangsung. Biaya ini tidak akan berubah selama produksi perusahaan meningkat atau menurun.

Untuk menghitung biaya tetap juga tidak bisa sembarangan, meskipun jumlah anggaran akan sama dalam jangka waktu yang panjang. Berikut ini akan disajikan pula mengenai contoh perhitungannya.

Ilustrasi: Fixed Cost (credit: thebalance)

Ilustrasi: (credit: thebalance)

Perhitungan Biaya Tetap

Total Biaya SewaJumlah Unit yang DiproduksiBiaya per Unit
Rp500.000100Rp5.000
Rp500.000500Rp1.000
Rp500.0001.000Rp500
Rp500.0002.500Rp200

Biaya tetap dapat dilihat dari tetapnya jumlah total biaya sewanya, walaupun jumlah unit dan biaya per unitnya berubah. Hal tersebut yang membedakan dengan biaya variabel. Jika pada perhitungan biaya variabel, yang berubah adalah biaya total dan tergantung dari perubahan jumlah produksi, tetapi biaya per unitnya tidak berubah.

Lantas, kapan sebenarnya suatu biaya digolongkan sebagai biaya tetap? Jika biaya tersebut tidak berubah walaupun ada perubahan dalam jumlah produksi. Contohnya adalah seperti biaya sewa. Dimisalkan saja biaya sewa adalah sewa ruko (sebuah toko menjual kue kering). Seberapa banyak makanan dan minuman yang diproduksi untuk dikonsumsi pengunjung, maka biaya sewa ini tidak akan berubah. Seandainya pun rumah makan tersebut sama sekali tidak menyiapkan kue kering, tetap saja biaya sewa harus dibayar dan jumlahnya tidak akan berubah.

Misalnya, dalam jumlah total biaya sewa adalah Rp500.000 per bulan, dan Anda hendak menentukan nilai biaya tetap per unit. Biaya tetap per unit adalah berapa biaya tetap yang harus ditanggung per 1 unit hasil produksi. Misalkan toko kue kering menyiapkan 100 buah toples setiap bulan, maka biaya tetap per unitnya bisa dihitung menggunakan rumus Biaya tetap per unit = biaya sewa gedung : jumlah unit yang diproduksi. Untuk menghitungnya, Rp500.000 dibagi 100 unit, sehingga menghasilkan Rp5.000 untuk biaya tetap per barang.

Contoh lain biaya tetap antara lain gaji eksekutif produksi, pajak properti, gaji supervisor, asuransi properti dan kewajiban, gaji satpam dan pegawai kebersihan, pemeliharaan dan perbaikan gedung dan bangunan, sewa, dan lain-lain. Semua anggaran yang dikeluarkan untuk hal-hal ini tidak akan berubah dalam jangka panjang.

[Update: Almas]

Baca juga  Update Harga Cawan Petri
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Informasi Terbaru Klasifikasi dan Contoh Biaya Tetap"