Update Kisaran Harga Minyak Kelapa Sawit Per Liter & Per Kilogram (kg)

Minyak sawit merupakan salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak dengan terbilang murah dan mudah diproduksi tersebut digunakan untuk berbagai variasi makanan, , produk kebersihan, dan bisa juga dipakai sebagai sumber biofuel atau biodiesel.

Minyak kelapa sawit (sumber: health.harvard.edu)

Minyak (sumber: health.harvard.edu)

Sebagian besar minyak sawit diproduksi di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Hal tersebut dikarenakan kelapa sawit membutuhkan suhu hangat, sinar matahari, dan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan produksinya. 

sawit juga memiliki dampak negatif. Dampak pada kesehatan manusia, dikarenakan kandungan kadar lemak jenuh yang tinggi. Selain itu, bisnis minyak sawit menyebabkan penggundulan hutan di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. 

Dalam jangka panjang, permintaan dunia akan minyak sawit menunjukkan kecenderungan meningkat sejalan dengan populasi dunia yang bertumbuh dan karenanya meningkatkan konsumsi produk-produk dengan bahan baku minyak sawit seperti produk makanan dan kosmetik. Sementara itu, pemerintah di berbagai negara sedang mendukung pemakaian biofuel. 

Hanya beberapa di Indonesia yang menunjukkan perkembangan secepat minyak kelapa sawit selama 20 tahun terakhir. Pertumbuhan ini tampak dalam jumlah produksi dan ekspor dari Indonesia dan juga dari pertumbuhan luas area perkebunan sawit. 

Didorong oleh permintaan global yang terus meningkat dan keuntungan yang juga naik, budidaya kelapa sawit telah ditingkatkan secara signifikan baik oleh petani kecil maupun para pengusaha besar di Indonesia (dengan imbas negatif pada lingkungan hidup dan penurunan jumlah produksi hasil-hasil pertanian lain karena banyak petani beralih ke budidaya kelapa sawit). 

Mayoritas hasil produksi minyak kelapa sawit Indonesia diekspor. Negara-negara tujuan ekspor yang paling penting adalah RRT, India, Pakistan, Malaysia, dan Belanda. Walaupun angkanya sangat tidak signifikan, Indonesia juga mengimpor minyak sawit, terutama dari India.

Memang mayoritas dari minyak sawit yang diproduksi di Indonesia diekspor. Namun, karena populasi Indonesia terus bertumbuh (disertai kelas menengah yang berkembang pesat) dan dukungan pemerintah untuk program biodiesel, permintaan minyak sawit domestik di Indonesia juga terus berkembang. 

Meningkatnya permintaan minyak sawit dalam negeri sebenarnya bisa berarti bahwa pengiriman minyak sawit mentah dari Indonesia akan mandek di tahun-tahun mendatang jika pemerintah Indonesia tetap berkomitmen terhadap moratorium konversi lahan gambut.

harga, rata-rata, minyak, kelapa, sawit, crude, palm, oil, cpo, per, kilogram, kg, liter, kemasan, goreng, dijual, per, Sania, Sunco, Bimoli, ekspor, impor, kebijakan, nabati, permintaan, persediaan, pajak

Ilustrasi: kelapa sawit (scmp.com)

Industri perkebunan dan pengolahan sawit adalah industri kunci bagi perekonomian Indonesia, yaitu melalui ekspor minyak kelapa sawit. Kegiatan tersebut adalah penghasil devisa yang penting dan industri ini memberikan kesempatan kerja bagi jutaan orang Indonesia. Dalam hal pertanian, minyak sawit merupakan industri terpenting di Indonesia yang menyumbang di antara 1,5 - 2,5 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB).

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah total luas area perkebunan sawit di Indonesia mencapai sekitar 11,9 juta hektare; hampir tiga kali lipat dari luas area di tahun 2000 waktu sekitar 4 juta hektar lahan di Indonesia digunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Jumlah ini diduga akan bertambah menjadi 13 juta hektare pada tahun 2020.

Pemilik perkebunan minyak sawit di Indonesia, didominasi oleh BPP atau Big Private Plantations (sekitar 52,88%). Lalu, di urutan kedua ada SF/Smallholder Farmers (40,49%), dan yang terakhir Big State Owned Plantations (6,63%). 

Perusahaan-perusahaan besar di Indonesia (contohnya Unilever Indonesia) telah atau sedang melakukan investasi-investasi untuk meningkatkan kapasitas penyulingan minyak sawit. Hal ini sesuai dengan ambisi Pemerintah Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak penghasilan dari sumber daya alam dalam negeri. Indonesia selama ini berfokus (dan tergantung) pada ekspor minyak sawit mentah (dan bahan baku mentah lainnya). 

Namun, selama beberapa tahun terakhir ini, Indonesia mendorong pengolahan produk sumber daya alam supaya memiliki jual yang lebih tinggi (dan yang berfungsi sebagai penyangga saat meluncurnya minyak sawit). 

Untuk harga rata-rata minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) sepanjang 15 April 2019-14 Mei 2019, yaitu Rp6.598 per kg. Harga tersebut lebih rendah daripada periode sebelumnya, yaitu Rp 7.810 per kg. 

Harga rata-rata CPO tersebut berdasarkan perhitungan HIP biodiesel sesuai dengan ketentuan Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 1179/12/DJE/2018.

Ilustrasi: pengolahan kelapa sawit (sumber: landportal.org)

Ilustrasi: pengolahan kelapa sawit (sumber: landportal.org)

Sementara itu, untuk harga per liternya, minyak kelapa sawit telah banyak diolah menjadi minyak goreng yang dijual dalam kemasan liter. Misalnya, minyak goreng Sania, harganya sekitar Rp 15.500 per liter. Lalu, ada minyak goreng kelapa sawit merek Sunco, yang dijual seharga Rp 15.900 per liter. Harga jual minyak merek Sunco sama dengan minyak goreng kelapa sawit merek Bimoli. 

Setidaknya, ada lima faktor yang memengaruhi harga minyak kelapa sawit. Pertama, permintaan dan persediaan, harga minyak nabati lain (terutama kedelai), cuaca, kebijakan impor negara-negara yang mengimpor minyak kelapa sawit, dan perubahan dalam kebijakan pajak dan pungutan ekspor/impor.

Berhubungan dengan ekspor, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) mencatat realisasi pungutan atas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/cpo) dan turunannya mencapai Rp 2,1 triliun sepanjang Januari-Februari 2018.

Dalam periode yang sama, ekspor komoditas perkebunan tersebut mencatat sebanyak 6,5 juta ton dengan komposisi 75% berupa produk turunan (hilir) dan 25% lainnya berupa produk mentah (CPO). 

Direktur Penyaluran Dana BPDP Sawit Edi Wibowo mengatakan, pada 2017, ekspor CPO dan turunannya tercatat 37,4 juta ton dengan total nilai penerimaan dana pungutan Rp 14,2 triliun. Untuk tahun 2018, pada perencanaan awal anggaran, pihaknya memprediksi penerimaan bisa mencapai Rp 10,9 triliun. 

Sementara di tahun 2019 ini, nilai ekspor kita diprediksi akan turun meski volumenya meningkat. Tapi siap-siap nilai per kuartal turun cukup signifikan. Saat ini harga FOB (freight on board) CPO berkisar US$470/ton, RDB (refined, bleached, and deodorized) olein sekitar US$500/ton.

[Update: Galih Conainthata]

Baca juga  Update Harga Genteng Aspal Terbaru di Pasaran
loading...
author
Literatur akuntansi sudah digeluti hingga pendidikan pascasarjana. Bagiku ini adalah seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu unit ekonomi.

Leave a reply "Update Kisaran Harga Minyak Kelapa Sawit Per Liter & Per Kilogram (kg)"