Keuntungan Dan Kerugian Bisnis Franchise (Waralaba)

Berbisnis tidak harus memulai dengan ide sendiri. Walaupun menggunakan ide sendiri merupakan hal yang baik, tetapi ada beberapa orang yang mencoba untuk mengembangkan bisnis milik orang lain yang biasa disebut bisnis waralaba atau franchise.

keuntungan, dan, kerugian, franchise, bisnis, waralaba, pihak, dua, franchisor, definisi, franchisee, keuntungan, berlipat, manajemen, kerja, sama, biaya, royalti, supplier, reputasi, jenis, finansial, mudah, promosi
Franchise & License Expo Indonesia 2016 (sumber: franchise-expo.co.id)

Pengertian franchise dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Misalnya saja menurut Asosiasi Franchise Indonesia menjelaskan bahwa definisi franchise sebagai sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan pengwaralaba (franchisor) yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu dan meliputi area tertentu.

Bacaan Lainnya

Di dalam franchise, setidaknya ada dua orang yang terlibat yaitu franchisor (pewaralaba) atau badan usaha perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan, atau ciri khas usaha yang dimilikinya. Pihak yang lain disebut dengan franchisee (penerima waralaba) sebagai pihak yang diberikan hak menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan, atau ciri khas usaha yang dimiliki pemberi waralaba.

Seseorang atau franchisee yang ingin membuka franchise, akan dikenakan franchise fee yang merupakan biaya yang harus dibayarkan dimuka sebelum gerai waralaba Anda mulai beroperasi. Biaya itu biasa digunakan untuk lisensi atau hak menggunakan merek selama jangka waktu tertentu. Selain itu, digunakan pula sebagai hak untuk menggunakan pedoman operasional selama jangka waktu tertentu. Besarnya franchise fee tergantung kepada kebijaksanaan franchisor.

Baca juga  Fungsi dan Update Harga Jaring Ayam Murah (Semua Ukuran)

Walaupun mungkin bisnis franchise lebih membutuhkan dana dalam jumlah yang besar, tetapi tetap saja bisnis itu diminati oleh masyarakat. Mungkin salah satu sebabnya adalah bisnis yang diwaralabakan sudah dikenal oleh banyak orang, sehingga promosinya tidak segencar bisnis baru.

Keuntungan Franchise

keuntungan, dan, kerugian, franchise, bisnis, waralaba, pihak, dua, franchisor, definisi, franchisee, keuntungan, berlipat, manajemen, kerja, sama, biaya, royalti, supplier, reputasi, jenis, finansial, mudah, promosi
Ilustrasi memperoleh keuntungan bisnis

Sebuah bisnis tentu memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing, termasuk bisnis franchise. Apa saja hal yang dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan dan merugikan? Berikut ini uraiannya.

Manajemen Bisnis Yang Telah Terbentuk

Apabila berbicara keuntungan bisnis franchise, pastinya sudah memiliki manajemen telah terbentuk. Jenis bisnis itu memberi keuntungan untuk berbisnis di bawah bendera bisnis lain yang sudah memiliki reputasi yang bagus. Ide, penamaan dan manajemen suatu bisnis telah diuji coba sebelumnya dan siap untuk diimplementasikan pada lokasi yang baru.

Dikenal Oleh Masyarakat

Dikarenakan sudah dikenal oleh masyarakat, dari segi pemasaran, bisnis franchise cenderung lebih mudah dipromosikan. Dengan kata lain, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru.

Manajemen Finansial Lebih Mudah

Investor cenderung lebih suka untuk memberikan modal pada bisnis yang telah kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Dengan menggunakan bisnis waralaba, sistem manajemen finansial telah ditetapkan oleh pemilik waralaba utama, sehingga Anda tidak perlu dipusingkan lagi dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru.

Baca juga  Info Terbaru Harga Panci Presto Maspion Maxim

Telah Terjalinnya Kerja Sama Bisnis

Franchisee dapat menikmati keuntungan dari bisnis franchise dari segi kerja sama yang telah terjalin sebelumnya oleh franchisor. Contohnya kerjasama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan dan juga pemasaran.

Dukungan Dan Keamanan Yang Lebih kuat

Pemilik waralaba biasanya akan memberikan pelatihan seperti manajemen finansial, pemasaran, periklanan dan lain lain. Hal-hal seperti ini biasanya sudah termasuk dalam paket pembelian waralaba.

Kerugian Franchise

keuntungan, dan, kerugian, franchise, bisnis, waralaba, pihak, dua, franchisor, definisi, franchisee, keuntungan, berlipat, manajemen, kerja, sama, biaya, royalti, supplier, reputasi, jenis, finansial, mudah, promosi
Ilustrasi proyeksi kerugian bisnis

Kurangnya Pengendalian

Salah satu kekurangan dari bisnis waralaba adalah kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.

Terikat Dengan Supplier

Untuk mendapatkan keuntungan bisnis yang mencukupi, beberapa pengusaha ingin memulai bisnis dengan modal yang relatif kecil. Salah satu caranya adalah mencari supplier yang murah. Namun, apabila Anda memilih bisnis menggunakan sistem waralaba, pihak pemasok barang telah ditentukan. Sehingga, kemungkinannya kecil jika Anda ingin mendapatkan supplier yang menawarkan harga relatif murah.

Ketergantungan Pada Reputasi Waralaba Lain

Salah satu kekurangan lainnya dari waralaba adalah tergantungnya reputasi waralaba terhadap waralaba yang lain (dalam satu merek/brand). Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal ini juga akan mempengaruhi waralaba yang Anda kelola.

Biaya Waralaba

Pihak pemilik waralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian, Anda mungkin masih akan menanggung biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bagi para pembeli waralaba.

Baca juga  Info Terbaru Harga Alat USG (Ultrasonografi) 2D, 3D, 4D

Pemotongan Keuntungan

Pembeli waralaba/franchisee biasanya diharuskan untuk membayar royalti dari sejumlah keuntungan yang didapatkan. Jika keuntungan yang didapatkan sedikit, berarti keuntungan tersebut akan dipotong untuk menutupi biaya royalti (royalty fee).

Menyinggung mengenai biaya royalti, ini termasuk salah satu jenis biaya yang ada dalam bisnis franchise. Biaya royalti atau royalti fee biasanya harus dibayarkan setelah gerai waralaba mulai beroperasi. Pada umumnya, pemberi waralaba menetapkan pembayaran dilakukan setiap awal bulan, misalnya sebelum tanggal 10 setiap bulan.

Metode royalty terbilang beragam, namun pada umumnya berupa persentase terhadap setiap penghasilan yang diterima franchisee, dengan mengecualikan unsur pajak, bila ada. Ada yang menetapkan flat, besar kecilnya jumlah omset yang diraih franchisee, maka persentasenya tetap (tidak berubah). Namun, ada juga yang melakukan penetapan persentase progresif sesuai dengan nilai penjualan franchisee dengan batasan minimal omset tentunya.

Di luar semua keuntungan dan kerugian franchise, ada satu hal yang mungkin menjadi anggapan sebagian besar orang, yaitu mengenai keuntungan yang diperoleh franchisee. Mungkin sebagian orang menganggap bahwa dengan membuka bisnis franchise akan mendatangkan keuntungan berlipat. Namun, mungkin saja itu tidak dapat diterapkan di semua franchise. Walau pada awalnya, bisnis franchise mungkin akan dijalankan dengan mudah, namun ada kalanya franchisee merasa lebih menguntungkan jika membuka bisnis sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.