Update Jenis dan Harga Trenggiling

No comment6279 views

Trenggiling mungkin bukan salah satu yang di sebagian besar telinga awam. Namun, untuk beberapa orang, trenggiling bisa menjadi salah satu sumber mata pencaharian, meski ilegal. Pasalnya, trenggiling sekarang ditaksir mulai Rp2 jutaan per ekor, sedangkan sisik trenggiling mencapai angka Rp3,2 jutaan per kilogram.

Dilansir Wikipedia, trenggiling (juga disebut sebagai pemakan-semut bersisik) adalah mamalia dari ordo Pholidota. Satu keluarga yang masih ada, Manidae, memiliki tiga generasi, Manis yang terdiri dari empat spesies yang hidup di Asia, Phataginus yang terdiri dari dua spesies hidup di Afrika, dan Smutsia yang terdiri dari dua spesies (juga tinggal di Afrika). ini memiliki berbagai dari 30 cm sampai 100 cm (12-39 inch). Trenggiling ditemukan secara alami di daerah tropis di seluruh Afrika dan Asia.

Trenggiling liar (sumber: Pinterest)

Trenggiling liar (sumber: Pinterest)

Sementara, menurut DW, bagi trenggiling, tidak ada musim tertentu untuk berkembang biak dan mengasuh anak. Tiap ekor biasanya hidup sendirian. Untuk berkembang biak, trenggiling jantan biasanya melepas urine di sejumlah tempat untuk menarik si betina, dan menunggu sampai ada betina yang datang. Setelah melahirkan anak, ibu trenggiling menggendong anaknya selama tiga bulan di atas ekornya.

Trenggiling sendiri makan serangga, antara lain semut. Caranya dengan menjulurkan lidah untuk menangkap mangsa, kira-kira sebanyak 70 juta setahun. Jika lidah dijulurkan, panjangnya bisa lebih dari 40 cm, sehingga lebih panjang dari tubuhnya. Trenggiling tidak punya gigi dan tidak bisa mengunyah. dicerna dengan bantuan protein dalam perut.

Baca juga  Info Terkini Harga Longboard (Semua Merk)

Trenggiling disebut ‘pangolin’ dalam bahasa Inggris, yang berasal dari kata ‘pengguling’. Sebutan itu berasal dari cara hewan ini dalam mempertahankan diri, yaitu menggulung diri dalam perlindungan sisik yang mirip baja jika ada ancaman. Trenggiling juga mampu melepas bau busuk untuk menghalau musuh. Sayangnya, kedua cara itu kerap tidak bisa menjaga mereka dari pemburu ilegal.

Dari delapan spesies trenggiling, hanya satu yang aktif di siang hari, yaitu trenggiling berekor panjang yang hidup di Afrika Barat dan Tengah. Sementara, tujuh lainnya aktif di malam hari. Yang hidup malam hari punya mata berukuran kecil dibandingkan besarnya tubuh. Akibatnya, mereka tidak bisa melihat dengan baik, dan mengandalkan penciuman dan pendengaran untuk mencari makanan.

jenis, harga, trenggiling, di, Indonesia, Vietnam, daging, sisik, per kg, hidup, per ekor, hewan, rawan, punah, dilindungi, mamalia, bersisik, virus, corona, penyebar, Wuhan, China, dipercaya, sebagai, obat, inang

Perdagangan ilegal trenggiling (foto: Dan Bennett - Flickr)

Dengan cakarnya yang panjang dan melengkung, trenggiling bisa memanjat cabang pohon atau menggali lubang, bahkan di tanah keras. Spesies yang hidup di Afrika tinggal di pohon-pohon. Trenggiling bisa menggali lubang begitu besar sampai manusia bisa berdiri di dalamnya.

Trenggiling adalah satu-satunya mamalia bersisik. Karena mengandung banyak keratin, sisiknya diyakini berkhasiat bagi kecantikan dan kesehatan di sejumlah negara. Ini juga yang menyebabkan trenggiling banyak diburu. Tahun 2015 misalnya, aparat keamanan Indonesia menyita sedikitnya 125 kg sisik trenggiling dalam perjalanan ke Hong Kong. Sebagian besar hasil perburuan liar dikirim ke Vietnam dan China.

Berapa usia rata-rata trenggiling jika hidup bebas hanya bisa diperkirakan, yaitu 20 tahun. Trenggiling jarang ditemukan di kebun binatang. Pasalnya, dalam kurungan, mereka cepat mati karena stres dan kurang makan. Yang paling lama hidup di kebun binatang selama 19 tahun. Di beberapa negara, upaya pelestarian trenggiling sudah digalakkan. Di Kamboja misalnya, ada inisiatif untuk merawat trenggiling yang cedera.

Baca juga  Info Terkini Tips Mencerahkan Warna Ikan Louhan yang Pudar

Perlu diketahui, nama trenggiling kemudian melejit usai kasus mewabahnya virus corona di Wuhan China. Pasalnya, sebagian masyarakat China mengonsumsi trenggiling karena dipercaya sebagai obat. Saat ini, trenggiling diduga menjadi inang penyebar virus yang telah menewaskan 1.383 orang dan hingga menginfeksi sebanyak 64.443 orang dan jumlahnya terus bertambah hingga kini.

Trenggiling Temminck liar (sumber: wildcard.co.za)

Trenggiling Temminck liar (sumber: wildcard.co.za)

Jenis-jenis Trenggiling

  • Manis crassicaudata (Thick-tailed Pangolin); hidup di Bangladesh, India, Pakistan, dan Sri Lanka. Status konservasi Near Threatened.
  • Manis culionensis (Philippine Pangolin); hidup di Filipina. Status konservasi Near Threatened.
  • Manis javanica (Sunda Pangolin); hidup di Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Status konservasi Endangered.
  • Manis pentadactyla (Chinese Pangolin); hidup di Bangladesh, Bhutan, China, Hong Kong, India, Laos, Myanmar, Nepal, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Status konservasi Endangered.
  • Phataginus tricuspis (White-bellied Pangolin); hidup di Angola, Benin, Kamerun, Afrika Tengah, Kongo, Equatorial Guinea, Gabon, Ghana, Kenya, Liberia, Nigeria, Rwanda, Sierra Leone, Sudan, Tanzania, Togo, Uganda, dan Zambia. Status konservasi Near Threatened.
  • Smutsia gigantea (Giant Ground Pangolin); hidup di Rwanda. Status konservasi Near Threatened.
  • Smutsia temminckii (Temminck’s Ground Pangolin); hidup di Angola, Botswana, Afrika Tengah, Chad, Ethiopia, Kenya, Malawi, Mozambique, Namibia, Afrika Selatan, Sudan, Swaziland, Tanzania, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe. Status konservasi Last Concern.
  • Uromanis tetradactyla (Black-bellied Pangolin); hidup di Kamerun, Kongo, Equatorial Guinea, Gabon, Ghana, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone. Status konservasi Last Concern.
Baca juga  Info Terkini Harga Snare Drum Black Panther Buatan MAPEX

Meski termasuk hewan yang rawan punah dan dilindungi, masih banyak tangan-tangan jahil yang memburu trenggiling. Di Indonesia, salah satu kawasan perburuan trenggiling adalah di daerah Sumatera. Nantinya, setelah trenggiling ditangkap, kemudian akan diekspor ke beberapa negara tetangga, seperti Vietnam atau China.

Trenggiling peliharaan dibiarkan di alam liar (twitter: @tandisjenhudson)

Trenggiling peliharaan dibiarkan di alam liar (twitter: @tandisjenhudson)

Harga Trenggiling

Salah satu alasan mengapa trenggiling ini banyak diburu adalah karena harganya yang mahal. Di Indonesia Trenggiling dijual paling murah Rp2 juta satu ekornya. Sementara, harga daging trenggiling paling murah berada di kisaran Rp4 jutaan. Bahkan, ada pula yang menjual trenggiling Rp16 juta per kg. Nah, untuk sisik trenggiling, harganya bervariasi, mulai Rp3,2 juta sampai Rp40 jutaan per kilogram. Harga tersebut dapat terus mengalami kenaikan.

Jika sudah mencapai pasar luar negeri, harga trenggiling bisa melonjak tajam. Satu lembar sisik trenggiling bisa mencapai 1 dolar AS setara Rp13 ribuan. Di Vietnam, harga trenggiling sudah mencapai 450 dolar AS atau sekitar Rp6,2 jutaan sejak 2019. Nah, sedangkan di dunia satu kilogram daging trenggiling bisa laku dengan harga 1.200 dolar AS atau sekitar Rp16,5 jutaan, sedangkan harga sisik trenggiling dapat mencapai 3.000 dolar AS per kg atau sekira Rp41,4 jutaan, dan harga trenggiling hidup dapat menyentuh angka Rp50 jutaan per ekor.

[Ditta]

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Update Jenis dan Harga Trenggiling"