Info Terbaru Harga Kandang Kucing Berbagai Ukuran 2017

Kandang kucing sama halnya seperti rumah bagi manusia, meskipun ada sebagian pecinta kucing lebih senang membiarkan kucing peliharaannya bebas berkeliaran di dalam rumah atau di halaman. Tetapi, ada juga pemelihara kucing yang menginginkan kucingnya berada dalam kandang, supaya tidak bertengkar dengan kucing lainnya.

Kandang kucing sendiri terbuat dari bermacam-macam bahan/material, ada yang dari plastik, alumunium hingga besi. Hal tersebut juga berpengaruh untuk harganya. Harga kandang kucing di tahun 2017 ini, kisarannya mulai dari Rp 150.000 sampai jutaan rupiah.

Bacaan Lainnya
Kucing Didalam Kandang - (Sumber: shutterstock.com)
Kucing Didalam Kandang – (Sumber: shutterstock.com)

mengenai daftar harga kandang kucing dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Daftar Harga Kandang Kucing 2017

Jenis Kandang Kucing Harga (Rp)
Kandang Kucing D01 150.000
Kandang Kucing Kitten 160.000-215.000
Kandang Kucing Cargo Small 190.000
Kandang Kucing D01 (biru,) 220.000-350.000
Kandang Kucing Lipat Besar Boom 245.000
Kandang Kucing D02 Roda 285.000
Kandang Kucing Lipat 02 330.000
Kandang Kucing tingkat (khusus kitten 2-5bulan) 350.000
Kandang Kucing D02 (biru, hijau) 370.000
Kandang Kucing tingkat 425.000
Kandang Kucing Besi Lipat Besar 77P 428.000
Kandang Kucing 3 tingkat 1.000.000
Kandang Kucing 2 tingkat 1.700.000
Kandang Kucing 3 tingkat + tangga 2.350.000

Selain harga kandang kucing yang baru, Anda juga bisa membeli kandang kucing bekas, yang biasanya harganya lebih murah. Bagi Anda yang kesulitan mencari kandang kucing bekas, dapat membuka situs OLX. Di sana akan tersedia beragam jenis kandang, harga, beserta lokasi penjual.

Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Sebelum membeli kandang untuk kucing kesayangan Anda, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan, yaitu:

  • Ukuran kandang. Ukuran kandang yang dianggap ideal adalah memiliki luas 34cm, tinggi 38cm, dan kedalaman 48cm (13,5 x 15 x 19 inch). Anda juga bisa membuat ukuran kandang sesuai keinginan (custom size).

Ukuran kandang memang seharusnya menjadi pertimbangan, terlebih apabila kucing yang dipelihara adalah sejak masih kecil (kitten). Pemilik umumnya memutuskan membeli kandang kucing portable saat usia kitten, tetapi lupa bahwa kucing perlahan akan tumbuh. Apalagi jika kandang digunakan untuk membawa dua kucing.

  • Material kandang. Kandang yang direkomendasikan adalah berbahan plastik besi. Hal ini akan membuat kucing merasa sulit untuk merusaknya. Kandang ini juga dinilai dapat menghadirkan sensasi tersendiri bagi kucing yang tidak terlalu suka dikurung.

Kandang kucing berbahan polypropylene dianggap paling cocok untuk digunakan sebagai kandang kucing portabel, selain tahan lama, jenis bahan ini mudah dibersihkan. Anda sebaiknya juga memperhatikan ventilasi kandang kucingnya.

  • Pintu kandang kucing. Faktor penting lainnya adalah pintu kandang kucing. Pintu kandang harus dipastikan tertutup rapat dan kuat, sehingga kucing tidak bisa membuka. Sebab, biasanya apabila kucing tidak ingin di dalam kandang, ia akan mencoba membuka pintu kandang.
  • Alas pup dan tempat kencing kucing. Perangkat tambahan yang berguna pada kandang kucing adalah alas tempat kencing dan fesesnya yang biasanya tersedia di bawah kandang. Sebaiknya Anda selalu menyediakan alas tersebut, karena ketika kucing buang air, dapat mengalir langsung ke alas. Hal ini tentu berguna agar kandang tidak mudah kotor dan bau.
  • Tutup kandang. Hal lain yang tidak kalah penting adalah tutup kandang. Dalam beberapa kasus, ada kandang yang memang dirancang terlalu simpel pada bagian tutupnya. Hal itu membuat kucing mudah untuk keluar dari kandang.
Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Oleh karena itu, Anda perlu mengecek kembali tutup kandangnya. Jika terlalu mudah dibuka, maka Anda dapat menyetel atau menyempurnakan agar kucing tidak mudah kabur.

Setelah Anda memperoleh kandang yang sesuai, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah masalah kebersihan kandang. Hal ini dimaksudkan supaya kucing peliharaan merasa nyaman, dan dapat dicegah dari penyakit, seperti kutu atau jamur. Selain itu dimaksudkan juga untuk membuat kucing merasa nyaman ketika berada di kandang.

Berikut beberapa tips mengenai cara membersihkan kandang yang baik.

  • Pindahkan kucing untuk sementara ke tempat lain agar proses pembersihannya dapat menyeluruh.
  • Periksa apakah lantai kandang dan seisinya dalam keadaan bersih. Jika tidak, maka segera bersihkan yang menempel di atau lantai kandang. Disarankan untuk membersihkan kandang secara rutin minimal sehari sekali, dan jangan lupa untuk mengganti dalam litter box setiap membersihkan kandang. Lalu cuci bersih litter box tersebut.
  • Untuk membersihkan kandang, Anda perlu menyiapkan air bersih, kain, dan bahan pembersih yang mengandung desinfektan untuk disemprotkan.
  • Semprotkan desinfektan dari bagian atas kandang, sisi-sisi bagian dalam dan luar, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan lantainya.
  • Gosok dinding dan lantai kandang dengan kain. Jika ada kotoran yang membandel, gosok hingga bersih menggunakan sikat yang biasa digunakan untuk lantai.
  • Tempat makan dan minum kucing juga sebaiknya dicuci, jika menggunakan mangkuk.
  • Periksalah kandang setiap hendak memberi makan dan minum. Jangan biarkan kotoran terlalu lama menempel di kandang yang dapat menyebabkan sanitasi tidak baik.
  • Cuci dan bersihkan litter tray secara rutin setiap hari. Hal ini karena litter tray merupakan tempat bersarangnya serta virus penyebab penyakit yang paling banyak. Rendamlah tempat tersebut sekitar 30 menit dengan desinfektan agar benar-benar bersih.
Baca juga  Perbedaan Tembaga Baru dan Bekas

Hal yang tidak kalah penting adalah mengganti pasir, minimal sehari sekali. Hal ini dikarenakan kotoran yang terlalu lama mengendap, dianggap dapat memicu timbulnya virus toxoplasma.

Kandang Kucing - (Sumber: bukalapak.com)
Kandang Kucing – (Sumber: bukalapak.com)

Pasir yang terkena kotoran kucing hendaknya dibuang langsung, tapi bagi pengguna pasir Zeolit atau pasir cuci yang merasa sayang untuk dibuang, hendaknya pasir itu dicuci setelah dipakai, sebagai salah satu penanggulangan dari virus yang akan muncul. Selanjutnya, jemur pasir dan kotaknya di bawah terik matahari, hingga benar-benar kering, hal ini bertujuan agar kuman yang tersisa yang masih hidup karena kebal desinfektan mati terkena sinar panas matahari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *