Info Terkini Harga Bibit Pohon Jabon & Sengon

Beberapa tahun lalu, kayu sengon menjadi komoditas utama bagi para petani kayu karena jenis tanaman ini sangat tahan terhadap kekeringan dan biji atau benihnya bersifat tahan lama. Namun, karena hama karat tumor daris pada pohon sengon, hingga kini masih sulit penanganannya dan menjadi kekhawatiran terbesar bagi para petani, Tidak heran jika kemudian banyak masyarakat yang berangsur-angsur mencoba menanam pohon jabon. Harga bibit pohon jabon dan sengon terbilang bervariasi, tergantung ukuran pilihan.

Ilustrasi: Pohon Sengon (credit: doktersehat)
Ilustrasi: Pohon Sengon (credit: doktersehat)

Jabon sendiri memiliki dua jenis yaitu jabon dan jabon putih, dua-duanya memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya jabon merah memiliki karakter kayu yang keras, sedangkan jabon putih sebaliknya. Apabila dilihat dari karakteristiknya, jabon dan sengon memiliki karakter yang sangat berbeda.

Bacaan Lainnya

Perbedaan kedua kayu tersebut dapat dilihat dari lokasi tumbuhnya. Sengon atau Albasia menyukai lingkungan tumbuh di tanah yang sarang dan agak kering seperti di lereng-lereng bukit. Sedangkan jabon menyukai kondisi tanah yang lembap dan banyak air seperti di tepi sungai. Kayu jabon juga memiliki jenis lebih tinggi, yakni sekitar 0,42, dibandingkan sengon yang hanya 0,30.

Dari segi kecepatan pertumbuhan, jabon ternyata lebih cepat tumbuh tinggi dibandingkan sengon. Dengan selisih umur sekitar 2 tahunan, jabon mempunyai ketinggian pohon yang sama dengan sengon yang telah berumur 3 tahun. Hal inilah yang menyebabkan banyak petani mulai membudidayakannya untuk bahan baku pembuatan mebel. Salah satu perbedaan mendasar antara sengon dengan jabon adalah sengon dianggap sangat mudah terjual sementara jabon (jika ingin dihargai setara dengan sengon) cocoknya dijual untuk memenuhi kebutuhan bahan pabrik kayu.

Hal tersebut yang membuat sebagian masyarakat masih terpengaruh pada prinsip bahwa kayu sengon lebih layak jual dan memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jabon. Alhasil banyak petani yang memutuskan untuk tetap bertahan membudidayakan kayu sengon. Padahal jika ditekuni, hasil investasi jabon ini juga tak kalah menggiurkan. Terlebih jika pohon ini dijual ke pabrik pengolahan kayu dalam jumlah besar, harga jabon terbilang tinggi dan bisnis ini sangat menguntungkan. Untuk lebih jelas membedakannya, berikut ulasan lengkap kayu jabon dan sengon.

Kelebihan Pohon Jabon

Bibit tanaman jabon (sumber: tokopedia)
Bibit tanaman jabon (sumber: tokopedia)

Istilah jabon sendiri mulai familiar di kalangan masyarakat beberapa tahun terakhir. Jabon sering dikenal dengan istilah ‘jati bonsor’ (jabon) yaitu jenis pohon yang mirip jati dengan kemampuan tumbuh yang sangat cepat. Tak heran pohon ini cocok sebagai pohon yang kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kayu seperti plywood maupun industri pulp maupun kertas.

Jabon merupakan salah satu pohon yang bernilai ekonomis tinggi. Harga jual kayu jabon bernilai tinggi sehingga dianggap cocok untuk investasi masyarakat. Untuk satu kubik pohon jabon tahun 2020 harganya Rp1,6 juta, kalau harga beberapa tahun lagi bisa dipastikan akan semakin mahal. Sementara itu untuk panen jabon bisa dipetik dalam waktu hanya 6-7 tahun paling lama. Selain buat investasi, menanam jabon juga bisa menjadi saran menyukseskan program menanam 1 miliar pohon.

Banyak yang menganggap bahwa jabon adalah pionir, di mana-mana banyak ditemukan jenis pohon ini, terutama di Sulawesi, sebagai tanaman endemik. Bahkan, tawaran investasi jabon, kini sudah menjadi primadona baru untuk investasi. Terlebih, dari hasil riset yang ada, hingga kini jabon belum ada penyakitnya.

Nilai ekonomis penanaman jabon bisa diperoleh dari penanaman pohon sedikitnya setengah hektar. Dalam setengah hektar ini, bisa menampung sekitar 200 pohon. Di Jawa sendiri sudah banyak penampungnya untuk industri plywood. Dengan perhitungan jarak penanaman 3×3 meter, maka setiap hektarnya bisa ditanam 400 pohon.

Selain sangat menguntungkan, pohon jabon ternyata dapat menjadi konservasi bagi tanah dan hutan karena sifatnya yang memiliki akar serabut dan banyak sekali menyerap air. Jadi selain menguntungkan, investasi jabon ini juga turut mendukung program lingkungan. Lalu, berapa harga bibit pohon jabon saat ini?

Bibit Pohon Jabon (sumber: poezie-samanatorul.blogspot.com)
Bibit Pohon Jabon (sumber: poezie-samanatorul.blogspot.com)

Harga Bibit Jabon

Jenis Bibit Jabon Harga
Bibit jabon merah Rp4.000 per batang
Bibit jabon merah provenan Halmahera (Anthocephalus chinensis) Rp10.000 per batang
Bibit jabon provenan (Anthocephalus Cadamba) 30 – 120 cm Rp12.500 per batang
Benih jabon putih 100 gr Rp160.000
Benih jabon putih 250 gr Rp250.000
Benih jabon putih 500 gr Rp655.000 – Rp703.800
Benih jabon putih 1 kg Rp1.250.000
Benih jabon merah 500 gr Rp890.000 – Rp1.000.000
Benih jabon merah 1 kg Rp1.900.000

Informasi harga bibit dan benih jabon di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko bahan pertanian dan sejumlah situs online. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu, bibit jabon merah dijual dengan harga mulai Rp5.000 per batang, sedangkan harga benih jabon putih 250 gram berkisar Rp290 ribuan.

Pohon Sengon

Pohon jabon (sumber: pertanianku.com)
Pohon jabon (sumber: pertanianku.com)

Sengon tergolong jenis pohon yang cepat tumbuh, sehingga dapat dipanen dalam waktu yang relatif singkat, sekitar 5-8 tahun. Tinggi maksimum pohon sengon dapat mencapai 45 meter. Karena pertumbuhannya yang sangat cepat, tak heran jika banyak pohon sengon yang ditanam oleh petani di wilayah pedesaan di Pulau Jawa.

Berdasarkan pengalaman di Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kediri, dengan jarak tanam awal 3 x 1 meter, hasil kayu pertukangan dari hutan sengon yang dipanen pada umur 8 tahun bisa mencapai lebih dari 200 meter kubik per hektar. Apabila ke dalam hasil tersebut ditambahkan kayu pertukangan dari hasil beberapa kali penjarangan sebelum dipanen, maka total hasil kayu pertukangan per hektar bisa lebih dari 300 meter kubik per hektar.[1]

Kayu sengon tergolong ringan (berat jenis 0,33) dengan kelas awet IV/V dan kelas kuat IV-V. Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan rumah, peti kemas, kayu lapis, papan partikel, papan serat, papan semen wol kayu, korek api, bahan bubur kayu (pulp), bahan kelom, hingga kayu bakar. Kayu sengon dari hasil tebangan pohon yang berumur 6-7 tahun dapat digunakan untuk papan sambung dan partikel. Tak heran, jika pohon yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan ini banyak dibudidayakan oleh petani.

Harga Bibit Sengon

Ilustrasi: Bibit Pohon Sengon (credit: Rimbakita)
Ilustrasi: Bibit Pohon Sengon (credit: Rimbakita)
Jenis Bibit Sengon Harga
Benih sengon laut siap tanam Rp12.000 per batang
Benih sengon putih Rp14.500 per batang
Bibit sengon Solomon siap tanam Rp15.000 per batang
Benih sengon Albasia Rp60.000 per batang
Benih sengon Buto 1 kg Rp110.000 – Rp200.000
Benih sengon merah 1 kg Rp600.000
Bibit sengon Solomon F1 1 kg Rp1.300.000
Benih sengon Morotai 1 kg Rp1.600.000
Bibit sengon Solomon F2 1 kg Rp2.450.000

Daftar harga bibit dan benih sengon di atas juga sudah kami rangkum dari berbagai sumber. Apabila dibandingkan dengan penawaran sebelumnya, harganya saat ini rata-rata mengalami penurunan. Harga bibit sengon Solomon F2 misalnya, semula Rp3,1 juta dan sekarang turun menjadi Rp2,45 jutaan per kg. Sementara itu, harga benih sengon merah melorot dari Rp2,5 juta menjadi Rp600 ribu per kg. Apabila Anda ingin membeli bibit pohon bersertifikat, tentu harus mengeluarkan kocek lebih besar hingga jutaan rupiah. (Panca)

[1] Husaeni, Endang. 2019. Xystrocera festiva Thoms. Jakarta: PT Penerbit IPB Press, hlm. 2.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *