Info Terbaru Biaya Tes Rekam Jantung Elektrokardiogram (EKG) di Laboratorium dan Rumah Sakit

Jika Anda termasuk orang yang memiliki keluhan atau penyakit yang berhubungan dengan , Anda tentunya sudah tak asing lagi dengan tes EKG. Namun bagi sebagian besar orang, tes EKG masih terasa begitu asing.

Ilustrasi: tes elektrokardiogram/EKG (sumber: texasheart.org)

Ilustrasi: tes elektrokardiogram/EKG (sumber: texasheart.org)

EKG alias elektrokardiogram merupakan sebuah pemeriksaan berupa pembacaan aktivitas listrik jantung yang dicatat oleh elektroda yang ditempatkan di dada pasien. Hasil rekam aktivitas listrik jantung tersebut berupa jejak garis pada kertas grafis yang nanti terlihat naik turun seperti gelombang (wave).

Pemeriksaan EKG dilakukan untuk mengevaluasi kerja jantung yang ditunjukkan lewat pemeriksaan kecepatan denyut jantung, ritme denyut jantung, dan kekuatan sinyal listrik ketika melewati tiap bagian jantung. Dengan melalui tes EKG, Anda bisa menemukan penyebab nyeri dada, penyebab gejala penyakit jantung, mengidentifikasi dinding ruang jantung yang terlalu tebal, memeriksa kesehatan jantung, memeriksa suatu alat mekanis yang dicangkok dalam jantung, serta memeriksa kinerja obat jantung yang selama ini Anda konsumsi berdasar resep .

Jika Anda belum pernah melakukan tes EKG, tak perlu takut. Sebab tes yang satu ini tidak melibatkan jarum suntik atau alat-alat menyeramkan lainnya. Dalam pemeriksaan EKG ini biasanya Anda akan diminta berbaring di atas tempat tidur dengan membuka sebagian pakaian dan Anda juga diminta melepaskan aksesoris yang terbuat dari bahan logam.

Kemudian tubuh Anda akan dipasangi elektroda berupa lempengan logam tipis yang dilapisi dengan pasta khusus supaya konduktivitas tubuh Anda meningkat. Anda juga diminta untuk merebahkan diri dalam kondisi rileks dan dianjurkan untuk tidak berbicara selama pemeriksaan EKG berlangsung. Selanjutnya dokter akan meminta Anda untuk bernapas atau menahan napas saat melakukan perekaman kinerja jantung. Pemeriksaan EKG umumnya akan memakan durasi sekitar 3 menit.

Hasil pemeriksaan EKG dinyatakan normal bila ritme denyut jantung beraturan antara rentang 60 – 100 denyut per menit dan pola denyut jantung berjalan dengan normal. Sedangkan denyut jantung dinyatakan tidak normal bila denyut jantung Anda terlalu lambat atau kurang dari 60 denyut per menit atau denyut jantung terlalu cepat, yakni lebih dari 100 denyut per menit.

Biaya, tes, rekam, jantung, elektrokardiogram, ekg, grafis, kesehatan, listrik, penyakit, prodia, rumah, sakit, laboratorium, klinik,

Tes Rekam Jantung dengan EKG

EKG biasanya juga dilakukan sebelum beberapa jenis operasi, namun belum ada studi yang meneliti apakah EKG dapat membantu mencegah penyakit pada orang tanpa gejala sakit jantung. Usai pemeriksaan EKG, seorang pasien mungkin akan dianjurkan untuk melakukan tes lain yang lebih komprehensif seperti CT scan atau angiogram koroner, di mana ada kateter yang kelak dimasukkan ke jantung.

Karena prosedur tes EKG tidak invasif, maka tes ini relatif aman dan tak memerlukan yang terlalu mahal. Di Indonesia ada banyak , laboratorium, maupun yang melayani tes EKG. Biaya elektrokardiogram bervariasi, tergantung dari yang menyelenggarakannya. Di swasta di Indonesia, biaya prosedur ini dimulai dari Rp100.000 hingga lebih dari Rp250.000. Sementara itu di klinik Prodia biayanya berkisar mulai Rp250 ribuan. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

Ada juga beberapa klinik atau rumah sakit yang memasang cukup tinggi, karena ada penambahan biaya dan lain sebagainya. Pemeriksaan EKG Jantung memang masih belum terlalu dikenal oleh banyak orang. Biasanya yang melakukan pemeriksaan hanya bagi orang-orang yang merasakan sakit pada bagian dada atau jantung.

[: Galih Conainthata]

Baca juga  Info Terbaru Daftar Harga Cream & Produk Natasha Skin Care
loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Terbaru Biaya Tes Rekam Jantung Elektrokardiogram (EKG) di Laboratorium dan Rumah Sakit"