Info Tarif dan Tips Sukses Raup Untung dari Bisnis Jasa Titip

Berbahagialah bagi Anda yang menggilai aktivitas berbelanja. Di era digital seperti saat ini, Anda semakin dimanjakan oleh pilihan berbagai kanal belanja. Online marketplace tumbuh subur bak cendawan di musim hujan. Belum lagi, toko-toko online kelas rumahan yang tak terhitung banyaknya memanfaatkan saluran media sosial untuk menawarkan produk.

Ilustrasi: mencari produk via media sosial (sumber: abc7news.com)

Ilustrasi: mencari produk via media sosial (sumber: abc7news.com)

Pada era ini juga memungkinkan jangkauan pasar yang tak terbatas. Anda yang tinggal jauh di pelosok daerah, tetap bisa berbelanja barang-barang idaman di online shop dan menerima barang melalui jasa titip. Di tengah booming e-commerce seperti inilah, profesi sebagai pembelanja pribadi alias personal shopper semakin benderang.

Jasa titip atau jastip, sesuai namanya, Anda bisa membuka bisnis dengan cara membelikan orang lain barang melalui jasa Anda. Pembelian ini tidak gratis, Anda bisa men-charge atau membanderol jasa titip sesuai dengan kebutuhan.

Biasanya, barang yang dititip untuk dibeli adalah barang-barang luar negeri yang bermerek. Tapi ada juga yang menjalankan usaha ini untuk barang-barang lokal produksi dalam negeri. Walaupun terkesan sebagai bisnis yang sepele, ternyata usaha ini sudah banyak dijalankan di Indonesia. Anda bisa dengan mudah menemukan toko online di yang menawarkan bisnis jasa ini.

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Jasa Titip Barang

Tentukan jenis produk yang bisa dititip

Supaya Anda lebih mudah dalam memulai bisnis ini, tentukan jenis produk yang bisa dititip untuk dibeli. Sehingga Anda tidak akan memutar-mutar ke berbagai tempat untuk mencari barang-barang pesanan. Misalnya, Anda fokus di jasa titip beli pakaian wanita branded di Jakarta. Berarti Anda hanya menerima pesanan untuk pembelian pakaian wanita yang bermerek. Target pasar pun menjadi jelas, yakni pembeli kalangan menengah ke atas.

Cara mendapatkan  

Baca juga  Update Tarif Listrik PLN per kWh Tahun 2019

Menjalankan bisnis ini butuh kepercayaan dari pembeli. Pertama-tama, mulailah dengan menawarkan kepada orang-orang yang Anda kenal, seperti kerabat dan teman-teman kerja. Nah, baru setelah itu, Anda akan lebih mudah meyakinkan pembeli yang belum mengenal Anda. Anda bisa menunjukkan bukti kepada mereka bahwa sudah ada beberapa orang yang memakai jasa Anda.

Kanal pemasaran online 

Selain memasarkan pada kenalan Anda, manfaatkan juga berbagai kanal pemasaran online untuk menjaring pembeli. Anda bisa menggunakan Instagram, Facebook, hingga website e-commerce. Pastinya, Anda harus rajin memperbarui setiap kanal pemasaran online tersebut. Dengan begitu, peluang Anda untuk mendapatkan pembeli akan semakin besar.

Ilustrasi: belanja online

Ilustrasi:

Tentukan tarif yang wajar 

Salah satu hal yang bisa menentukan sedikit banyaknya konsumen adalah tarif jasa titip. Jangan menetapkan tarif yang kemahalan karena akan membuat pembeli berpikir ulang. Cukup dipatok sekitar 5-10 persen per item dari harga barang. Misalnya, barang yang dititip seharga Rp 1 juta. Berarti tarif untuk jasa titip barang Anda berkisar Rp50.000 – Rp100.000 per item.

Gunakan sistem di muka 

Sebaiknya, Anda menerapkan sistem pembayaran di muka untuk mencegah kerugian. Sebab terkadang ada orang yang sudah memesan, tapi membatalkannya secara sepihak setelah Anda membelinya. Cara ini juga akan meringankan Anda yang memiliki keterbatasan modal. Jadi, setelah pembeli mentransfer barang plus tarif untuk jasa dan kirim, maka Anda baru menjalankan tugas Anda untuk membelinya.

Transparansi harga barang 

Baca juga  Info Terbaru Tarif Pengiriman Kargo Pesawat Lion Air (Lion Cargo)

Ingat, Anda harus menjalankan bisnis ini secara jujur dan transparan. Beritahukan pembeli bahwa berapa harga asli barangnya dan berapa tarif jasa yang dikenakan untuk setiap item. Nantinya, pembeli Anda pasti akan semakin percaya dengan jasa Anda dan menjadi . Mereka pun tak akan ragu untuk merekomendasikan bisnis Anda kepada orang lain.

Sering melakukan riset 

Jangan cuma menunggu pesanan. Bisnis ini baru bisa terus berjalan jika Anda sering melakukan riset ke berbagai mal atau pusat perbelanjaan dan juga event sale. Sehingga Anda akan tahu produk-produk terbaru di pasaran. Anda pun bisa terus memperbarui katalog produk dan menarik minat pembeli untuk terus berbelanja.

Tarif Jasa Titip

Ilustrasi: jasa titip belanja

Ilustrasi: jasa titip belanja

Bisnis ini sebenarnya cukup sederhana. Kuncinya adalah bagaimana Anda bisa membangun kepercayaan pembeli, dimana Anda harus merumuskan apakah mensyaratkan si penitip untuk memberikan uang muka pembelian produk terlebih dahulu atau tidak. Jika tidak, berarti pembeli baru akan membayar penuh setelah menerima barang tersebut. Artinya, Anda menalangi pembelian produk itu terlebih dahulu.

Besarnya tarif jasa titip harus disampaikan secara jujur di awal, bisa berupa nominal rupiah per barang. Biasanya para pelaku bisnis jasa titip membanderol tarif mulai dari Rp10.000 per barang titipan hingga Rp25.000 per barang, atau bisa juga dipatok dalam bentuk persentase, misal 5-15% dari harga barang.

Pastikan barang yang Anda tawarkan berkualitas dan layak beli agar konsumen semakin loyal. Sebab tidak semua barang layak ditawarkan juga, kendati harganya sedang didiskon.

Menjalankan usaha sebagai personal shopper atau jasa titip bisa dijalankan oleh siapa saja. Bahkan, usaha ini boleh dibilang nyaris tanpa modal. Pebelanja pribadi cukup datang ke outlet dan memotret barang yang kemungkinan banyak diminati orang, lalu saat ada pesanan dan uang pembelian sudah masuk, si pebelanja baru membelanjakan. 

Modal utamanya adalah menawarkan yang terpercaya bagi pelanggan serta sigap mencarikan barang yang dimau konsumen. Apabila bagus, maka pelanggan akan loyal walau di luar banyak muncul jasa sejenis dengan tarif lebih murah. 

Modal lain adalah, akun social media seperti Instagram, bensin, ongkos parkir dan waktu khusus untuk berbelanja di outlet-outlet tujuan. Dengan usaha ini, seorang personal shopper bisa membukukan untung bersih lumayan. Hitung saja, dengan asumsi harga rata-rata barang yang terjual adalah Rp250.000 per barang dan tarif jasa titip beli Rp25.000. Maka, bila dalam satu kali sesi unggah foto terjual sekitar 200 barang, seorang personal shopper bisa membukukan omzet Rp55 juta. Untung bersih yang bisa dia kantongi sekitar Rp 5 juta. Nah, apakah Anda tertarik untuk mencoba jasa titip ini? 

loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Info Tarif dan Tips Sukses Raup Untung dari Bisnis Jasa Titip"