Bagi beberapa kalangan petani di Indonesia, cara yang tergolong efektif untuk membasmi rumput liar atau gulma adalah dengan menggunakan langkah kimiawi, yakni memanfaatkan herbisida. Herbisida merupakan senyawa kimia yang bisa digunakan untuk mematikan atau menekan pertumbuhan gulma, baik secara selektif maupun non selektif. Saat ini, sudah banyak merk herbisida atau pembasmi gulma yang dijual di pasaran dengan harga cukup terjangkau, mulai dari Roundup hingga yang paling populer, Gramoxone.

Dalam dunia perkebunan atau pertanian, gulma termasuk musuh utama selain hama. Gulma sendiri adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena dapat menurunkan hasil panen yang dapat dicapai oleh tanaman produksi. Penurunan kuantitas hasil pertanian tersebut disebabkan adanya kompetisi antara gulma dengan tanaman dalam memperebutkan air tanah, cahaya matahari, unsur hara, ruang tumbuh, dan udara, sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terhambat. Selain itu, kandungan alelopati pada gulma juga bisa menekan pertumbuhan tanaman utama.
Gulma bisa dikelompokkan dalam empat jenis, yakni teki-tekian, rumput-rumputan, gulma daun lebar, dan gulma pakis-pakisan. Kehadiran gulma pun sebenarnya bisa dikendalikan baik secara fisik, biologis, maupun kimiawi. Langkah pengendalian secara fisik bisa dilakukan dengan cara pengolahan tanah menggunakan cangkul, garu, bajak, traktor, dan sebagainya. Kemudian, bisa juga dengan cara manual seperti pemangkasan yang dilakukan secara berkala, penggenangan, hingga pembakaran. Sementara, langkah biologis bisa dengan memanfaatkan organisme lain seperti fungi, bakteri, dan sebagainya.
Review dan Manfaat Gramoxone
Untuk langkah kimiawi, petani dapat memakai herbisida seperti Gramoxone yang mengandung bahan aktif Paraquat diklorida. Herbisida paraquat diklorida diklaim mampu memperbaiki sifat kimia tanah, meningkatkan persentase pengendalian gulma, menurunkan bobot kering gulma, dan meningkatkan komponen hasil tanaman ubi kayu.[1]
Gramoxone adalah herbisida purna tumbuh bersifat kontak yang berbentuk larutan warna hijau tua dan diproduksi oleh Syngenta di banyak negara, termasuk Indonesia. Sifat kontak pada Gramoxone berarti bagian yang tersemprot akan mati atau gosong dalam waktu singkat. Dalam satu hari, gulma akan terlihat gosong dan dalam tiga hari gulma diklaim bisa mati sempurna.
Fungsi Gramoxone cukup luas, antara lain mengendalikan anakan sawit liar, gulma berdaun lebar dan sempit, teki di lahan tanpa tanaman, hutan tanaman industri, tanaman perkebunan, tanaman pangan seperti padi dan jagung, sayuran, anak kayu, pakis, hingga paku-pakuan yang mengganggu kebun atau pekarangan rumah.
Dosis & Cara Pemakaian Gramoxone
Cara pemakaian Gramoxone cukup mudah, pengguna hanya perlu melarutkan sekitar 100-150 ml Gramoxone ke dalam 15 liter air, lalu menyemprotkan pada gulma yang mengganggu. Dalam 1-3 hari, gulma akan mengering dan mati. Dosis pemakaian untuk gulma berdaun lebar adalah 1,5 hingga 3 liter per hektar, sedangkan untuk gulma berdaun sempit dosisnya 2,5 hingga 5 liter per hektar.
Gramoxone diklaim tidak menimbulkan efek negatif pada tanaman dengan batang keras seperti kakao, karet, kapas, dan ubi kayu. Produk ini juga bisa digunakan untuk penyemprotan volume tinggi pada lahan yang kosong tanaman. Namun, Gramoxone masuk dalam klasifikasi bahaya WHO kelas II, sehingga sangat berbahaya jika tertelan atau terhirup, dan dapat menyebabkan keracunan melalui mulut, kulit, dan pernapasan.
Harga Gramoxone Terbaru Juni 2025
Berikut daftar harga Gramoxone berdasarkan kemasan yang tersedia di pasaran Indonesia per Juni 2025:
| Kemasan Gramoxone | Harga (Rp) |
|---|---|
| Gramoxone 250 ml | Rp30.000 – Rp45.000 |
| Gramoxone 500 ml | Rp39.500 – Rp65.000 |
| Gramoxone 1 liter | Rp72.800 – Rp191.000 |
| Gramoxone 5 liter | Rp485.000 – Rp506.000 |
| Gramoxone 20 liter | Rp1.300.000 – Rp2.200.000 |
Harga tersebut diperoleh dari berbagai sumber toko pertanian dan platform e-commerce populer di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli. Harga Gramoxone dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan distribusi.
Sebagai gambaran, harga Gramoxone kemasan 1 liter pada tahun lalu dipasarkan mulai Rp25 ribuan, sedangkan untuk kemasan 5 liter mulai Rp435 ribuan, menunjukkan adanya kenaikan harga signifikan di tahun 2025.
Gramoxone mudah ditemukan di toko perlengkapan pertanian maupun secara online di berbagai marketplace besar di Indonesia, dengan opsi pembelian COD dan promo menarik.
Petunjuk Keamanan Penggunaan Gramoxone
- Jangan makan, minum, atau merokok saat membuka wadah, mencampur, atau menyemprot Gramoxone.
- Gunakan perlindungan lengkap seperti sarung tangan, pelindung muka, pakaian lengan panjang, celana panjang, penutup kepala/topi, dan sepatu boot karet.
- Cuci tangan dan kulit yang terkena herbisida sebelum makan, minum, atau merokok, serta setelah bekerja.
- Bersihkan pakaian pelindung dan alat yang digunakan setelah pemakaian.
- Jangan mencemari perairan dengan produk atau wadah bekasnya.
- Jauhkan ternak dari daerah yang telah disemprot Gramoxone.
- Simpan produk dalam wadah asli, tertutup rapat, di tempat sejuk, terkunci, dan jauh dari jangkauan anak-anak serta bahan makanan dan api.
- Buang wadah bekas dengan cara mencuci dan mengubur sekurang-kurangnya 0,5 meter di tanah jauh dari sumber air.
Penggunaan Gramoxone disarankan hanya oleh pengguna yang bersertifikat karena sifatnya yang berbahaya bagi kesehatan jika tidak digunakan dengan benar.
[1] Murti, D. A., dkk. 2016. Efikasi Herbisida Parakuat Diklorida terhadap Gulma Umum pada Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.). Jurnal Agrotek Tropika, Vol. 1(1): 7-10.
Kategori: Agribisnis
Tag: pestisida, tanaman, herbisida, makanan, ukuran