Info Dosis, Efek Samping, & Harga Obat Ranitidine

maag mungkin bagi sebagian orang terlihat sepele, tetapi rasa sakitnya memang cukup menyakitkan dan jika tidak ditangani dengan tepat justru berpotensi menyebabkan kematian. Saat ini sudah banyak obat maag yang beredar di pasaran. Salah satu yang cukup terkenal adalah ranitidine yang kini sudah ditarik dari peredaran oleh BPOM karena di dalamnya mengandung senyawa yang bersifat karsinogen.

Ilustrasi: obat ranitidin

Ilustrasi: obat ranitidin

Ranitidine merupakan golongan obat keras untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung, misalnya saja maag dan tukak lambung. Menurut Tjay & Rahardja (2007), daya menghambat senyawa-furan ini terhadap sekresi asam lebih kuat daripada simetidin. Tidak merintangi perombakan oksidatif dari obat-obat lain sehingga tidak mengakibatkan interaksi yang tidak diinginkan. Selain itu, efek sampingnya mirip simetidin tetapi tidak menimbulkan gynecomastia karena tidak bersifat antiandrogen dan efek psikis (perasaan kalut).

Dosis Ranitidine Tablet

  • Tukak lambung dan usus duabelas jari (duodenum): 2 x sehari 150 mg pada pagi dan malam hari atau 300 mg sebelum tidur. Pencegahan kambuhan: 150 mg sebelum tidur.
  • Hipersekresi lambung: 2 x sehari 150 mg. pada kasus parah dapat diberikan hingga 6 gram per hari.
  • Gangguan ginjal dengan klirens creatinin < 50 ml per menit: 150 mg setiap 24 jam. Frekuensi dapat ditingkatkan setiap 12 jam atau lebih sering.

Ranitidine

  • Nyeri dada, demam, napas pendek, batuk dengan lendir hijau atau kuning
  • Mudah lebam atau berdarah, tubuh lemas tanpa sebab
  • Detak jantung lambat atau cepat
  • Masalah dengan penglihatan
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala yang disertai ruam yang merah, mengelupas, dan melepuh
  • Mual, sakit perut, demam ringan, hilangnya napsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna gelap, jaundice ( dan kulit menguning)

Ranitidine Ditarik BPOM

Produk Ranitidin yang ditarik BPOM (sumber: cbc.ca)

Produk Ranitidin yang ditarik BPOM (sumber: cbc.ca)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia akhirnya mengeluarkan surat perintah penarikan obat ranitidin yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit lambung dan usus sejak awal Oktober 2019 lalu. Obat ranitidine terpaksa ditarik dari peredaran karena ditemukannya senyawa N-Nitrosodimetilamina yang terkandung dalam obat ranitidin oleh Badan Kesehatan Amerika FDA dan European Medicines Agency (EMA). Senyawa NDMA sendiri digadang-gadang dapat memicu penyakit kanker (bersifat karsinogen).

Obat asam lambung yang memiliki senyawa NDMA tersebut kabarnya paling banyak ditemukan dalam ranitidine bentuk cair untuk suntikan. Setelah melakukan pengujian sampel atas obat yang sudah diedarkan sejak 30 tahun silam ini, BPOM akhirnya menarik berbagai merk obat ranitidin dari pasaran. Beberapa pun kabarnya sudah menghentikan penjualan ranitidine yang mengandung NDMA.

Hingga kini setidaknya sudah ada 67 batch produk obat maag dan asam lambung ranitidin yang ditarik dari peredaran (recall) oleh BPOM, antara lain:

  • Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/ml produksi PT Phapros Tbk
  • Zantac Cairan Injeksi 25 mg/ml produksi PT Glaxo Wellcome Indonesia
  • Rinadin Sirup 75 mg/5ml produksi PT Global Multi Pharmalab
  • Indoran Cairan Injeksi 25 mg/ml dan Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL produksi PT Indofarma
  • Ranitidin HCl tablet salut selaput 150 mg produksi PT Pharos Indonesia
  • Conranin tablet salut selaput 150 mg produksi PT Armoxindo Farma
  • Radin tablet salut selaput 150 mg dan Ranitidine HCl Tablet Salut Selaput 150 mg produksi PT Dexa Medica

Daftar Ranitidine

Produk obat ranitidin (sumber: valisure.com)

Produk obat ranitidin (sumber: valisure.com)

Nama ObatHarga per Tablet (Rp)
Ranitidine Erela 150mg tab 100s275
Ranitidine Landson 150 mg tab 100s304
Ranitidine Dexa 150 mg tab307
Ranitidine Hexpharm 150mg tab307
Gasela 150 mg tab 100s337
Hufadine 150 mg tab 100s353
Ranitidine IF 150 mg tab 100s421
Ranitidine KF 150 mg tab 30s639
Ranitidine Phapros 150mg tab 100s1.128
Rantin 150mg tab6.019
Fordin 150mg tab 30s6.099
Ranivel 150 mg tab 30s7.083
Acran 300mg tab 30s7.997

Informasi harga sebagian obat yang mengandung Ranitidine di atas diperoleh dari berbagai sumber. Namun harga ranitidine dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Karena saat ini ranitidine ditarik peredarannya oleh BPOM, Anda mungkin bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mencari alternatif obat maag yang terbaik untuk Anda.

Referensi:

Baca juga  Harga Terbaru Minyak Ular Paladin, Diyakini Ampuh Sebagai Obat Penghilang Bekas Luka

Tjay, Tan H, Kirana R. 2007. Obat-Obat Penting Kasiat, Penggunaan dan Efek-efek Sampingnya. Jakarta: Elex Media Komputindo.

loading...
author
Pengamat produk dan harga komoditas. Saat ini tinggal di Kota Malang.

Leave a reply "Info Dosis, Efek Samping, & Harga Obat Ranitidine"