Update Biaya Tes ANA (Anti Nuclear Antibody) Profile

Anti Nuclear Antibody (ANA) merupakan sekelompok antibodi yang dapat bereaksi menyerang komponen atau bagian dari inti sel di jaringan tubuh sendiri. Akhirnya, banyak yang menyebutkan kondisi ini sebagai autoantibodi. Pemeriksaan atau tes ANA berfungsi untuk mendeteksi autoantibodi dalam darah, dengan biaya yang relatif terjangkau.

Ilustrasi: tes ANA (sumber: lupusla.org)
Ilustrasi: tes ANA (sumber: lupusla.org)

Keberadaan ANA bisa menjadi salah satu penanda dari suatu autoimun dan dikaitkan dengan beberapa gangguan autoimun seperti Systemic Lupus Erythematosus (SLE), sklerosis sistemik progresif (PSS), sindrom Sjogren, sindrom CREST, rheumatoid arthritis, skleroderma, mononukleosis infeksiosa, polymyositis, Hashimoto’s thyroiditis, juvenile diabetes mellitus, penyakit Addison, vitiligo, pernisiosa, glomerulonefritis, dan fibrosis paru.

Bacaan Lainnya

Selain itu, ANA juga bisa ditemui pada pasien dengan kondisi yang tidak dianggap sebagai penyakit autoimun klasik. Misalnya saja infeksi kronis (virus, bakteri), penyakit paru (fibrosis paru primer, hipertensi paru), penyakit gastrointestinal (kolitis ulseratif, penyakit Crohn, sirosis bilier primer, penyakit hati alkoholik), kanker (melanoma, payudara, paru-paru, ginjal, ovarium, dan lain-lain), penyakit darah (idiopatik trombositopenia purpura, hemolitik), penyakit kulit (psoriasis, pemphigus), serta lansia dan orang-orang dengan riwayat penyakit rematik.

Ada pula obat-obatan tertentu yang dapat merangsang produksi ANA seperti prokainamid (Procan SR), antihipertensi (hidralazin), dilantin, antibiotik (penisilin, streptomisin, tetrasiklin), metildopa, anti-TB (asam p-amino salisilat, isoniazid), diuretik (asetazolamid, tiazid), kontrasepsi oral, trimetadion, fenitoin. ANA yang disebabkan obat-obatan tertentu disebut sebagai drug-induced ANA.

Untuk mengetahui kemungkinan apakah Anda terserang ANA alias penyakit autoimun atau tidak, maka Anda perlu memeriksakan kondisi Anda ke dokter dan menjalani serangkaian tes ANA di rumah sakit, klinik, maupun di laboratorium. Saat ini, sudah banyak lab yang melayani pemeriksaan ANA dengan harga yang cukup kompetitif. 

Biaya Tes ANA

Nama Rumah Sakit/Lab Alamat Biaya per Pasien
RSI Palangkaraya  Jl. RTA Milono KM 2,5, Palangka Raya, Kalimantan Tengah Rp367.000
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya  Jl. Karang Menjangan No. 18, Surabaya, Jawa Timur Rp230.000
Laboratorium Klinik ANA IF: Rp945.000
ANA Profile: Rp1.489.000
Mayapada Hospital Jakarta Selatan Jl. Lebak Bulus 1 Kav. 29, Cilandak – Jakarta Selatan ANA Profile: Rp1.776.500
ANA IF: Rp2.116.500
ANA Panel: Rp2.579.750
ANA Elisa: Rp1.279.250
Lab CITO Rp1.750.000

Biaya tes ANA di atas telah kami rangkum dari resmi instansi medis terkait. Biaya tes ANA tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, tahun 2020, biaya tes ANA mulai Rp700 ribu per pasien. Kemudian, pada 2021 dan 2022 biaya tes ANA mengalami perubahan dari sebelumnya.

Pemeriksaan ANA biasanya membutuhkan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan sang pasien. Dengan pemeriksaan ANA ini, dapat membantu diagnosis penyakit autoimun yang dicurigai dan mengesampingkan kondisi lain dengan tanda dan gejala yang sama. Apabila hasil pemeriksaan ANA (IF) positif, maka Anda perlu menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memperoleh gambaran lebih jelas seputar dugaan penyakit autoimun yang dimaksud.

Lantas, jika hasil ANA positif, apakah sudah pasti seseorang memang positif terkena penyakit lupus? Ternyata tidak selalu. Sebab, hasil ANA test positif juga bisa berlaku untuk beberapa tipe penyakit lain. Di samping itu, dokter juga perlu mengidentifikasi kriteria dan gejala lain untuk mendiagnosis seseorang dengan lupus.

Pos terkait