Update Harga Ventilator ICU, Alat Bantu Pernapasan

Ketika virus Covid-19 menyerang, termasuk di Indonesia, alat medis bernama ventilator lantas menjadi buruan karena sangat penting untuk menangani pasien rawat inap yang terkena virus corona. Jamak dioperasikan di ruang perawatan intensif atau ICU, ventilator ini memiliki fungsi utama sebagai alat bantu pernapasan. Sudah hadir dalam berbagai model dan merk, termasuk buatan dalam negeri, harga alat tersebut memang lumayan mahal, rata-rata puluhan juta rupiah per unit.

Ilustrasi: Perawatan Intensif di Ruang ICU (credit: racgp.org)
Ilustrasi: Perawatan Intensif di Ruang ICU (credit: racgp.org)

Apa Itu Ventilator?

Seperti disampaikan di atas, ventilasi mekanik, atau sering disebut ventilator, adalah suatu alat yang digunakan terutama untuk membantu fungsi pernapasan.[1] Penggunaan ventilator ini diindikasikan untuk pasien dengan hipoksemia, hiperkapnia, dan gagal pernapasan. Karena itu, ventilator ini menjadi salah satu aspek penting dan banyak digunakan bagi perawatan pasien yang kritis di ruang ICU, dengan penggunaan yang dikatakan mencapai 1,5 juta per tahun di AS saja.

Bacaan Lainnya

Dilansir dari Alodokter, melalui ventilator, pasien yang sulit bernapas secara mandiri dapat dibantu untuk bernapas dan mendapatkan udara layaknya bernapas secara normal. Mesin ventilator akan mengatur proses menghirup dan mengembuskan napas pada pasien yang bersangkutan. Ventilator akan memompa udara selama beberapa detik untuk menyalurkan ke paru-paru pasien, lalu berhenti memompa agar udara keluar dengan sendirinya dari paru-paru.

Masih menurut referensi yang sama, sebelum memasang ventilator pada pasien, dokter akan melakukan intubasi untuk memasukkan selang khusus melalui mulut, hidung, atau lubang yang dibuat di bagian depan leher pasien (trakeostomi). Setelah intubasi selesai, ventilator kemudian akan dihubungkan pada selang tersebut. Selama terhubung dengan ventilator, pasien yang masih sadar tidak dapat atau makan melalui mulut. Meski demikian, mereka masih dapat berkomunikasi dengan tulisan atau isyarat.

Penggunaan mesin ventilator ini cukup rumit, sehingga pemasangan dan pengaturannya hanya boleh dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi untuk merawat pasien kritis. Jika tidak dilakukan oleh yang sudah ahli, atau dipasang dengan tidak tepat, ventilator justru akan menimbulkan gangguan yang dikenal dengan nama Ventilator-associated pneumonia (VAP). VAP adalah pneumonia yang terjadi lebih dari 48 setelah pemasangan intubasi endotrakeal, sering karena alat terkontaminasi mikroorganisme sehingga masuk ke tubuh pasien.[2]

Ventilator

Dikutip dari berbagai sumber, berdasarkan tujuan atau cara penggunaan, ventilator secara umum dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni ventilator portable dan ventilator ICU. Ventilator portable, seperti namanya, punya ukuran yang lebih kecil, desain yang simpel, serta bobot yang ringan. Memang, secara teknis, ventilator lebih sering digunakan secara fleksibel, seperti di mobil ambulance atau di lapangan karena sangat mudah dibawa.

Sementara itu, ventilator ICU, juga seperti namanya, sering digunakan di ruang-ruang ICU, biasanya sudah dilengkapi dengan trolley dan peralatan lainnya sehingga membuat bobot mesin ini sedikit lebih berat. Lamanya pemakaian ventilator ICU bergantung pada kondisi pasien dan keparahan penyakit. Jika pasien sudah mampu bernapas dengan normal, biasanya sudah boleh berhenti memakai alat ini.

Saat ini, sudah ada sejumlah brand yang menyediakan ventilator ICU untuk pasaran dalam negeri, tidak hanya merk luar, tetapi juga produk lokal. ICU Ventilator LIPI atau VENLIP misalnya, merupakan produk ventilator yang diproduksi LIPI dan awalnya ditujukan untuk pasien Covid-19. Alat ini memiliki beberapa mode utama, seperti mode VC-CMV (Volume Control-Continuous Mandatory Ventilation), VC-AC (Volume Control-Assist Control), dan model -AC (Pressure Control-Assist Control).

Untuk mendapatkan ventilator ICU sebenarnya tidak sulit karena alat ini sudah dijual di sejumlah toko peralatan medis. Bahkan, banyak pedagang yang menawarkan ventilator ICU di beberapa situs jual beli online. Karena punya fungsi penting dan canggih, harga ventilator ICU memang tidak bisa dikatakan murah, bisa mencapai angka ratusan juta rupiah. Tidak percaya?

ICU Ventilator (sumber: drager.com)

Harga Ventilator ICU

Merk/Model Ventilator ICU Harga
Ventilator ICU Ventmed DS-8 BIPAP 30 Rp52.500.000
Ventilator ICU Agva Rp56.700.000
Ventilator ICU Synovent E5 Rp95.000.000
Ventilator ICU Hoffrichter Carat Pro Rp99.000.000
Ventilator ICU SV 3000 Mindray Rp100.000.000
Ventilator ICU Hamilton Galileo Silver 3-in-1 Rp100.000.000
Ventilator ICU Bubble CPAP SH180 Rp116.500.000
Ventilator ICU Servo I Rp240.000.000
Ventilator ICU AEONMED VG70 Rp297.000.000

Harga ventilator ICU di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa toko alat kesehatan dan sejumlah situs jual beli online. Jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu, harga ventilator ICU ada yang berubah. Misalnya saja Ventilator ICU Ventmed DS-8 BIPAP 30 yang harganya naik dari Rp48 juta menjadi Rp52 jutaan.

Perlu Anda catat bahwa harga ventilator ICU tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga peralatan di masing-masing tempat bisa saja berbeda meskipun produk yang ditawarkan sama.

[Update: Dian]

[1]Susanti, Eka, Wasisto Utomo, Yulia Irvani Dewi. 2015. Identifikasi Faktor Resiko Kejadian Infeksi Nosokomial Pneumonia pada Pasien yang Terpasang Ventilator di Ruang Intensive Care. JOM Ilmu Keperawatan Universitas Riau, Vol. 2(1): 590-599.

[2]Anandani, Adinta. 2015. Pencegahan Ventilator-Associated Pneumonia dengan Pemberian Profilaksis Stress Ulcers. The Indonesia Journal of Infectious Disease, Vol. 2(1): 16-19.

Pos terkait