Harga V Belt Vario 150 (Original dan KW)

No comment249 views

Van belt, atau biasa disingkat V belt, merupakan komponen yang penting untuk skuter , seperti Honda Vario 150, Honda BeAT, Mio, atau lainnya. Komponen ini berfungsi untuk menghubungkan mesin dengan roda. Apabila V belt putus, maka tidak akan bisa berlari meski mesin menyala. Untungnya, saat ini sudah banyak , baik resmi maupun umum, yang menjual part tersebut dengan berkisar ratusan ribu rupiah.

Ilustrasi: Mengganti Drive Belt di Bengkel (credit: bikesrepublic)

Ilustrasi: Mengganti Drive Belt di Bengkel (credit: bikesrepublic)

Saat ini, sepeda motor matik memang semakin populer dan menjadi pilihan banyak orang untuk transportasi harian, bahkan dipakai touring. Pasalnya, kuda besi ini dikatakan menawarkan kenyamanan berkendara dibandingkan motor bebek. Selain itu, operasional motor otomatis juga lebih praktis, sehingga memudahkan para pengendara pemula, termasuk perempuan.

Namanya juga otomatis, maka motor matik tidak memakai kopling manual agar dapat bergerak. ini menggunakan transmisi otomatis atau kerap disebut CVT (continuous variable transmission), sebuah sistem transmisi yang tidak memakai gigi transmisi, melainkan dua buah pulley yang dihubungkan dengan sabuk.[1] Nah, sabuk ini yang kemudian dikenal dengan sebutan Van belt atau V belt.

Sistem CVT didesain agar pengendara dapat merasakan kenyamanan dalam berkendara karena tidak perlu menggunakan perpindahan gigi. Cukup memutar gas untuk menambah kecepatan dan mengendorkan gas untuk mengurangi kecepatan. Meski lebih praktis, sepeda motor matik rata-rata tidak dapat menghasilkan tenaga yang responsif seperti motor manual, selain performa yang cenderung kurang.[2]

Baca juga  Update Daftar Harga Oli MPX Kemasan 0,8 Liter, 1 Liter, dan 1,2 Liter

V Belt

Ilustrasi: Pemasangan Van Belt Motor Matik (credit: motopinas)

Ilustrasi: Pemasangan Van Belt Motor Matik (credit: motopinas)

 

Seperti disinggung di atas, salah satu komponen penunjang dalam sebuah sistem transmisi otomatis adalah V belt. Ini adalah produk power transmission yang terbuat dari karet dan mempunyai penampang trapezium. Tenunan, tetoron, dan semacamnya digunakan sebagai inti sabuk untuk membawa tarikan yang besar. Sabuk V dililitkan pada alur pulley yang berbentuk V pula. Bagian sabuk yang membelit akan mengalami lengkungan sehingga lebar bagian dalamnya akan bertambah besar.

V belt memiliki kelebihan dibandingkan penggunaan rantai dan sprocket. Komponen ini bisa digunakan untuk mentransmisi daya yang jaraknya relatif jauh, mengurangi risiko selip, mampu digunakan untuk putaran rpm tinggi, memiliki harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan elemen transmisi yang lain, serta memiliki sistem operasi yang tidak berisik (less noise) dibandingkan dengan chain atau rantai.

Umumnya, V belt terdiri dari kanvas (kampas, kain mota, atau terpal) yang berfungsi sebagai bahan pengikat struktur karet. Kemudian, ada juga rubber atau karet yang berfungsi sebagai elastisitas dari V belt dan menjaga agar V belt tidak selip, serta chord atau kawat pengikat yang berguna sebagai penguat agar V-belt tidak gampang putus.

Baca juga  Specs dan Update Harga Yamaha WR125X

Posisi V belt memang berada di balik cover CVT, sehingga tidak langsung terlihat oleh mata, berbeda dengan rantai pada sepeda motor manual. Karena tidak terlihat, pemilik disarankan harus rajin memeriksanya untuk mengetahui kondisi V belt. Penggantian V belt secara berkala, penggantian oli gearbox, serta pembersihan debu dan kampas kopling dapat membuat kinerja CVT tetap optimal.[3]

Saat memeriksa V belt, pengguna disarankan memperhatikan lekukan berbentuk huruf ‘V’. Jika kelihatan retak atau belt sudah longgar, maka disarankan untuk segera diganti. Masa pakai V belt sendiri tidak hanya berdasarkan kilometer yang ditempuh, melainkan juga beban . Secara ideal, enam bulan sekali atau setiap 1.000 kilometer, komponen ini harus dicek.

Tanda-tanda V belt harus diganti biasanya motor menimbulkan getaran ketika sedang berjalan. Bahkan, jika sudah parah, tarikan laju motor terasa berat. Hal ini disebabkan V belt sudah rusak, bahkan hampir putus. Bila pemakaian sudah melewati batas maksimum, biasanya komponen ini akan mengalami retak-retak yang mengakibatkan getaran berlebih. Bila tetap dipaksakan, tidak menutup kemungkinan V belt akan putus sehingga motor tidak bisa digunakan.

Baca juga  Update Harga Honda CRF 230 & Honda CRF 230F

Harga V Belt Vario 150

Ilustrasi: Van Belt untuk Vario (credit: Tokopedia)

Ilustrasi: Van Belt untuk Vario (credit: Tokopedia)

Untungnya, tidak sulit mendapatkan V belt karena sudah ada banyak bengkel resmi dan bengkel umum yang menjual komponen tersebut. Jika kebetulan sepeda motor Anda adalah Vario 150 keluaran Honda, Anda bisa memperoleh V belt di dealer resminya dengan harga berkisar Rp122.000 hingga Rp133.000. Selain itu, ada pula model Van belt SP K59 dengan harga Rp168.000.

Sementara, jika membeli di bengkel umum atau situs jual beli online, harganya produk aslinya berkisar Rp120 ribu hingga Rp450 ribuan, dengan yang termahal diklaim merupakan produk impor dari Thailand. Selain produk , banyak juga yang menawarkan V belt KW dengan harga berkisar Rp70 ribu sampai Rp100 ribuan.

[1] Putra, Johan Ady Setyawan dan Yusuf Kaelani. 2016. Studi Eksperimental dan Analisa Laju Keausan Roller pada Sistem Continuous Variable Transmission (CVT) dengan Gerakan Reciprocating. Jurnal Teknik ITS, Vol. 5(2): 947-952.

[2] Ibid.

[3] Tanjung, Burhanuddin Anas. 2014. Pengaruh Lebar V-Belt terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Sepeda Motor Yamaha Mio Soul Tahun 2011 (Jurnal Penelitian). Program Studi Pendidikan Teknik Jurusan Teknik Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Harga V Belt Vario 150 (Original dan KW)"