Update Harga Ulat Kandang (50gr, 100gr, 500gr, 1kg)

Penggemar burung kicau pastinya sudah tak lagi dengan ulat kandang. Binatang kecil yang tampak menggelikan ini sebenarnya merupakan salah satu pakan tambahan yang bernutrisi untuk burung berkicau. Harganya yang murah menjadikan ulat kandang banyak diburu untuk dijadikan makanan burung-burung berkicau.

Ulat Kandang (Credit Youtube: PAK PUH)
Ulat Kandang (Credit: Youtube PAK PUH)

Ulat kandang sendiri adalah larva dari kumbang Alphitobius diaperinus. Dalam bahasa Inggris, ulat kandang disebut dengan istilah Lesser mealworm. Ukurannya lebih kecil dan lebih pendek apabila dibandingkan dengan ulat hongkong. Meskipun mempunyai ukuran yang lebih kecil, ulat yang satu ini begitu populer serta memiliki manfaat dan kualitas yang baik untuk burung kicau.

Bacaan Lainnya

Tergolong sebagai serangga yang hidup pada kotoran ayam petelur, biota ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber protein bagi ternak unggas. Berdasarkan studi literatur, didapatkan bahwa ulat kandang memiliki kandungan yang kurang lebih sama dengan ulat hongkong, yaitu protein kasar 48%, lemak kasar 40%, kadar abu 3%, dan kandungan non nitrogen 8%, sedangkan kadar airnya mencapai 57%.

Jika dilihat sepintas, tampilan ulat kandang dan ulat memang agak mirip. Bedanya, ulat kandang berukuran lebih kecil, warnanya lebih gelap, serta cara bergeraknya lebih cepat. Bagi pencinta burung, ulat kandang sangat digemari karena memiliki kandungan protein yang tinggi dan kandungan lemak yang lebih rendah dibanding ulat hongkong, selain itu harganya juga lebih murah.[1] Nah, agar lebih jelas, berikut ini perbandingan kandungan gizi antara ulat kandang dengan ulat hongkong.

Ulat kandang (sumber: businessinsider.com)

Kandungan Gizi Ulat Kandang vs Ulat

Kandungan Gizi Ulat Kandang Kandungan Gizi Ulat
Protein kasar 48% Protein kasar 46%
Lemak kasar 40% Lemak kasar 42%
Kandungan abu 3% Kandungan abu 7%
Kandungan non-nitrogen 8% Kandungan non-nitrogen 10%
Kadar air 57% Kadar air 55%

Kandungan nutrisi pada ulat kandang itu pula yang menjadikan pakan tambahan atau extra fooding (EF) ini begitu diminati oleh para pencinta burung kicau. Terlebih karena ulat kandang menawarkan beragam manfaat untuk burung hias. Berikut manfaat dari ulat kandang.

Manfaat Ulat Kandang untuk Pakan

  • Mendongkrak stamina dan birahi burung, khususnya untuk burung yang rutin dilombakan.
  • Ulat kandang dinilai lebih aman diberikan pada burung kicauan dibandingkan ulat hongkong, karena kadar lemaknya lebih rendah.
  • Membuat burung lebih rajin berkicau alias gacor.
  • Mengandung protein yang tinggi dan gizi yang baik.
  • Kulit ulat lebih lunak dan mudah dicerna oleh burung.
  • Relatif aman diberikan setiap hari.

Nah, para pemilik burung kicau biasanya memberikan pakan ulat kandang pada pagi hari dengan porsi 1 sendok atau 1 cepuk kecil pada burung kesayangan mereka. Hal ini dilakukan secara rutin setiap hari supaya burung lebih rajin berbunyi. Ulat kandang kabarnya cocok diberikan pada burung-burung berukuran kecil, seperti burung pleci, ciblek, prenjak, gelatik, wingko, cendet, kacer, cucak ijo, murai, tledekan, dan sebagainya.

Ulat Kandang (Credit: Youtube Tv Pendidikan)

Harga Ulat Kandang

Varian Ulat Kandang Harga
Ulat Kandang Hidup 50 gr Rp9.000
Ulat Kandang Hidup 100 gr (1 ons) Rp15.000
Ulat Kandang Segar 500 gr Rp60.000
Ulat Kandang Segar 1 kg Rp80.000 – Rp120.000

Informasi harga ulat kandang di atas dirangkum dari berbagai sumber. Perlu Anda ingat bahwa harga ulat kandang dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jika dibandingkan tahun lalu, harga ulat kandang hidup 50 gram sedikit turun dari Rp10 ribu menjadi Rp9 ribuan. Sementara itu, harga ulat kandang segar 500 gram naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribuan.

Apabila Anda tertarik untuk membeli ulat kandang, Anda sekarang sudah bisa mencarinya di toko-toko pakan burung terdekat yang ada di sekitar tempat tinggal Anda atau memesan lewat situs jual beli online. Biasanya toko pakan burung menjual ulat kandang dalam berat yang beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

(Update: Panca)

[1] Allama, H., dkk. Pengaruh Penggunaan Tepung Ulat Kandang (Alphitobius Diaperinus) dalam Pakan terhadap Penampilan Produksi Ayam Pedaging. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, Vol. 22(3): 1-8.

Pos terkait