Harga Ulat Jerman Saat Ini di Pasaran

No comment152 views

Bagi kebanyakan orang, ulat mungkin merupakan binatang yang menjijikkan. Namun, beberapa dari hewan ini ternyata bisa dikembangbiakkan dan dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan, salah satunya ulat jerman. Dengan harga mulai belasan ribu rupiah, ulat Jerman bisa Anda pelihara untuk dijual kembali sebagai pakan ternak dengan banderol berkali-kali lipat.

Ulat jerman (instagram: @ulatjermanmlg)

Ulat jerman (instagram: @ulatjermanmlg)

Kata ulat, dilansir dari berbagai sumber, konon berasal dari awal abad ke-18 silam. Mereka berasal dari bahasa Inggris Tengah, catirpel, catirpeller, yang mungkin merupakan perubahan dari catepelose dari Prancis Utara, yakni cate, cat (dari cattus Latin), ditambah pelose, berbulu (dari pilōsus Latin). Inchworm, atau ulat looper, dari keluarga Geometridae dinamakan demikian karena cara mereka bergerak.

Ulat juga merupakan tahap larva dari kupu-kupu atau ngengat. Secara fisik, ulat terlihat seperti cacing, lipan, senggulung, atau larva dari serangga lain, namun Anda dapat mengenali ulat berdasarkan anggota tubuh tertentu yang dimilikinya. Anda juga dapat mengenali ulat tertentu berdasarkan cara hidupnya. Terdapat banyak sumber rujukan yang dapat membantu Anda mengenali jenis-jenis ulat tertentu.

Meskipun secara fisik ulat nampak seperti cacing, tubuh ulat dapat dibagi ke dalam tiga bagian seperti halnya saat ulat tersebut menjadi dewasa (menjadi kupu-kupu), yaitu:

  • Kepala, terdiri dari enam pasang mata tunggal yang terbagi ke dalam dua gugus, serta rahang yang kuat dan tajam yang dapat merobek dedaunan menjadi potongan-potongan kecil yang dapat dimakan. Pada bagian bawah bibir ulat, terdapat spinneret yang mengeluarkan sutra. Selain untuk menopang tubuh ulat saat menempel pada tanaman, sutra tersebut juga digunakan sebagai bahan pembuat kepompong yang digunakan ulat untuk bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.
  • Toraks, terdapat 6 buah kaki yang digunakan untuk menahan tubuh ulat pada makanannya. Setelah ulat melalui fase metamorfosis dan berubah menjadi kupu-kupu, kaki-kaki tersebut (kaki nyata) akan tetap ada.
  • Abdomen, yang lebih panjang daripada abdomennya saat telah menjadi kupu-kupu. Pada bagian tengah abdomen, terdapat delapan kaki sementara yang disebut sebagai prolegs. Ulat juga memiliki sepasang prolegs (dikenal sebagai anal prolegs) yang terletak di belakang abdomennya. Bagian tersebut membantu mereka ketika memanjang pohon.
  • Seluruh tubuh ulat dipenuhi oleh bulu-bulu halus (setae) yang menjadi indera peraba ulat. Pada beberapa spesies tertentu, bulu-bulu tersebut nampak begitu jelas sehingga ulat nampak berbulu.

Ulat biasanya ditemukan pada atau di sekitar tanaman yang dimakannya. Akan tetapi, beberapa jenis ulat, semisal larva kupu-kupu zebra swallowtail, menjadikan ulat lain sebagai makanannya. Banyak spesies ulat yang memiliki tubuh yang menyerupai tanaman yang mereka tempati. Dengan tubuh tersebut, ulat dapat berbaur dengan lingkungannya dan bersembunyi.

Ketika bergerak, ulat biasanya bergerak lambat dengan gerakan menggeliat atau menyerupai gelombang, seperti cacing tanah. Ruas-ruas belakang tubuhnya mengerut, mendorong darah ke ruas-ruas depan tubuhnya sehingga ruas-ruas depannya memanjang. Kaki-kaki depannya mencengkeram permukaan yang dilaluinya saat otot ruas tubuhnya mengerut sehingga ruas-ruas belakang tubuhnya terbawa ke depan.

Ciri dan Manfaat Ulat Jerman

Ulat jerman (instagram: @superwormpekanbaru)

Ulat jerman (instagram: @superwormpekanbaru)

Ulat sendiri memiliki banyak jenis. Untuk varian yang sering dibudidayakan, selain ulat hongkong, ada juga ulat jerman. Dikenal juga dengan nama superworm atau zophobas mario, ini adalah jenis yang sering dikembangbiakkan sebagai pakan ternak, seperti pakan burung berkicau, pakan reptil, pakan ikan, dan pakan binatang lainnya.

Secara fisik, ulat jerman umumnya memiliki tubuh berukuran panjang sekitar 6 cm, namun tidak gemuk. Warna kulit hewan ini tampak kuning kecokelatan matang serta ada warna cokelat kehitaman pada bagian pangkal dan ujungnya. Berasal dari telur kumbang dan selanjutnya berubah menjadi larva atau ulat, varian ini tergolong jenis yang tidak terlalu tahan dengan udara yang dingin.

Seperti disampaikan di atas, manfaat utama ulat jerman adalah sebagai pakan, terutama untuk burung . Bahkan, beberapa kalangan menyebut, ulat jerman ini sangat cocok untuk burung karena punya kemampuan menjaga tubuh burung agar terhindar dari virus dan bakteri yang bisa membuat sakit. Selain itu, secara tekstur, ulat jerman tidak begitu sulit dicerna oleh burung yang memakannya karena punya tubuh yang tidak keras.

Selain itu, protein pada ulat jerman dikatakan lebih tinggi daripada ulat hongkong, pakan burung lainnya. Ulat jerman setidaknya punya protein sebesar 19,6 persen, lemak sebesar 14,19 persen, kalsium sebesar 173 ppm, dan serat kasar sebesar 2,6 persen. Meski nilai gizinya lebih tinggi, tetapi khitin pada ulat jerman lebih minim dibandingkan ulat hongkong sehingga lebih aman bagi pencernaan burung.

Harga Ulat Jerman

Jika Anda termasuk penggemar burung dan ingin memberi makan Anda ulat jerman, tidak sulit mendapatkan pakan ini. Anda bisa membelinya di berbagai pasar hewan, toko pakan ternak, atau situs jual beli online. Ulat jerman hidup 100 gram sekarang dijual dengan harga Rp15.000. Sementara, harga ulat jerman per kg berkisar Rp45.000, sedangkan harga 500 gram-nya berkisar Rp25.000.

Nah, apabila Anda berminat mengembangbiakkan ulat jerman, Anda bisa membeli yang masih kepompong dengan harga Rp1.500 per ekor. Namun, untuk memelihara hewan ini, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pakan yang baik untuk ulat jerman biasanya berupa gandum atau polar (campuran dedak gandum) dengan dosis sekitar 100 hingga 200 gr per hari. Suasana kandang juga harus selalu kering karena hewan ini tidak tahan terhadap cuaca yang dingin.

Baca juga  Harga Guitalele Yamaha GL1 Original (Natural & Black/Perssimon Brown)
loading...
author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Harga Ulat Jerman Saat Ini di Pasaran"