Harga Tupai Putih Albino per Ekor

Tupai umumnya memiliki warna bulu kecokelatan atau abu-abu. Namun, ada juga tupai yang ternyata punya bulu berwarna bersih. Termasuk jenis yang langka, harga tupai putih atau sering pula disebut tupai albino ini akhirnya cukup mahal. Jika tupai kebanyakan dijual dengan harga puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per ekor, maka harga tupai putih bisa mencapai angka puluhan juta per ekor.

Tupai
Tupai

Ciri Tupai

Anda mungkin sudah sering mendengar tentang hewan bernama tupai. Dalam bahasa Inggris disebut treeshrew, tupai adalah mamalia asli hutan tropis Asia Selatan dan Asia Tenggara, yang secara garis besar merupakan omnivora, bukan cuma pemakan serangga. Tupai kerap disamakan dengan bajing, meskipun sebenarnya sedikit berbeda. Tupai dulu dimasukkan bangsa insektivora bersama dengan curut, sedangkan bajing termasuk bangsa hewan pengerat bersama dengan tikus.

Bacaan Lainnya

Meskipun tubuhnya relatif kecil, tupai ternyata memiliki otak yang besar. Tupai memiliki rasio massa otak dan tubuh yang lebih daripada mamalia lain, termasuk manusia. Namun, hal tersebut sebenarnya tidak terlalu istimewa karena sebagian besar hewan dengan berat kurang dari 1 kg punya rasio massa otak dan tubuh yang tinggi.

Dengan berat badan rata-rata cuma 142 dan panjang tubuh sekitar 19,5 cm, tupai biasanya monogami dalam perkawinan dan bisa menghasilkan hingga tiga anak dari setiap kehamilan. Pada kira-kira hari ke-40 setelah kelahiran, tupai disapih dan dengan cepat menjadi dewasa secara seksual, biasanya pada usia tiga bulan.

Di sendiri, sudah ada banyak jenis tupai yang dapat ditemukan. Di kawasan Gunung Semahung, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat misalnya, setidaknya ada tiga jenis tupai yang dikenali, yakni Tupaia splendidula, Tupaia minor, dan Tupaia gracilis, dengan jumlah total sekitar 190 ekor.[1] Tupaia splendidula punya warna kemerahan polos, Tupaia minor memiliki penampilan berbintik hijau, sedangkan Tupaia gracilis cenderung memiliki lebih kurus dan tidak beruas kemerahan.[2]

Apa Itu Tupai Putih?

Selain jenis yang ‘biasa’, ternyata ada pula tupai dengan bulu dominan putih, yang akhirnya kerap disebut sebagai tupai albino. Seperti hewan albino pada umumnya, warna yang dimiliki tupai ini juga disebabkan kurangnya pigmen melanin. Sekadar informasi, pigmen tersebut yang bertanggung jawab untuk warna pada kulit, mata, dan rambut. Dalam kasus ini, enzim yang memproduksi melanin bisa dikatakan rusak atau justru tidak ada.

Peluang lahirnya tupai albino ini dikatakan 1 berbanding 100.000. Karena itu, tupai pun dapat dikatakan sangat spesial dan langka, belum lagi warna matanya yang kemerahan. Namun, karena warnanya yang mencolok, tupai putih pun kerap menjadi sasaran empuk predator seperti burung dan kucing lantaran ia susah berkamuflase. Kekurangan lainnya, tupai putih umumnya punya gangguan penglihatan sehingga mereka tidak dapat berlari dengan cepat untuk menghindari bahaya.

Tupai albino (sumber: blogto.com)

Harga Tupai Putih

Karena jumlahnya yang sangat minim, memang agak sulit menemukan tupai putih di pasaran. Namun, jika Anda rajin menelusuri sejumlah situs jual beli online, ternyata ada beberapa pemilik yang menawarkan tupai putih mereka. Harganya sendiri tidak main-main, mencapai angka Rp10 jutaan per ekor. Ada pula yang menjual dengan harga sedikit lebih murah, yakni Rp5 jutaan per ekor. Bandingkan dengan tupai berwarna cokelat yang punya harga maksimal ratusan ribu rupiah per ekor.

Harga Tupai 3 Warna

Selain tupai putih, tupai lainnya yang juga punya harga selangit adalah tupai 3 warna. Di pasaran dalam negeri, saat ini tupai 3 warna ditawarkan dengan harga Rp700 ribu hingga Rp1,5 jutaan per ekor. Mahalnya tupai jenis ini tentunya karena ia adalah jenis yang langka, punya tiga warna, umumnya dengan perut merah dipisahkan dari punggung hitam atau gelap dengan garis putih.[3]

Meskipun spesial, cara pemeliharaan tupai 3 warna relatif mudah. Tupai ini menyukai makanan berupa biji-bijian seperti jagung, kacang, dan buah-buahan layaknya pepaya, pisang, dan apel. Untuk memenuhi asupan proteinnya, ia juga bisa mencari makanan berupa seperti jangkrik atau ulat hongkong. Bila ingin memeliharanya di rumah, Anda kabarnya juga bisa memberikan bubur bayi rasa pisang.

Selain soal makanan, pastikan juga kandang mamalia mungil ini selalu bersih dan nyaman agar binatang peliharaan Anda tersebut tidak stres dan tetap bisa bermain dan bergerak dengan lincah. Anda juga bisa menambahkan ranting-ranting kecil di dalam kandang agar bisa sesuai seperti habitat asli tupai di perkebunan atau pepohonan.

[1] Benediktus, Wahdina, Hafiz Ardian. 2014. Keanekaragaman Jenis Tupai (Tupaiidae) dalam Kawasan Gunung Semahung Desa Palo’an Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jurnal Hutan Lestari, Vol. 2(3): 482-485.

[2] Ibid.

[3] Thorington, Richard W, dkk. 2012. Squirrels of The World. Maryland: The Johns Hopkins University.

Pos terkait