Update Harga Tepung Beras 1 Kg dan Kemasan Lainnya

Jika Anda termasuk orang-orang dengan masalah intoleransi terhadap gluten, maka tepung beras bisa dijadikan pilihan yang lebih baik untuk menggantikan tepung terigu. Seperti namanya, ini adalah tepung yang dibuat dari beras melalui proses penggilingan. Tidak sulit mendapatkan tepung beras karena sudah dijual bebas di pasaran, dengan harga yang terjangkau untuk kemasan 1 kg.

Bacaan Lainnya
Tepung Beras (sumber: yazio.com)
Tepung Beras (sumber: yazio.com)

Dilansir dari Wikipedia, tepung beras adalah tepung yang terbuat dari beras yang ditumbuk atau digiling. Tepung beras ini tidak sama dengan pati beras yang dibuat dengan merendam beras dalam larutan alkali. Tepung beras dapat dijadikan sebagai pengganti dari tepung gandum bagi penderita intoleransi gluten karena bahan ini tidak mengandung gluten.

Hampir senada, Alodokter.com menuliskan bahwa tepung terigu berasal dari biji gandum yang telah dihaluskan. Kebanyakan orang menggunakan tepung terigu sebagai bahan dasar dalam pembuatan makanan. Namun, karena kandungan gluten di dalamnya, orang-orang yang mengalami intoleransi terhadap gluten perlu mencari pengganti untuk tepung terigu ini. Nah, salah satu yang bisa dipilih adalah tepung beras. Tepung beras adalah tepung yang terbuat dari beras dengan proses penggilingan.

Masih menurut sumber yang sama, nutrisi yang terkandung dalam tepung beras pun dianggap lebih baik daripada tepung terigu dan tidak memiliki kadar gluten. Di dalam 100 gram tepung beras, mengandung 80 gram karbohidrat, 2,4 gram serat, 5,9 gram protein, 366 kalori, dan 1,42 gram lemak. Tak hanya itu, tepung ini juga mengandung berbagai mineral. Dalam 100 gram tepung beras, setidaknya terdapat 10 mg kalsium, 35 mg magnesium, 98 mg fosfor, serta 76 mg kalium. Jadi, wajar bila tepung beras kerap digunakan dalam berbagai olahan makanan, seperti bubur beras untuk , kue, dan kudapan lainnya.

Tepung beras digiling dari endosperm dari kernel padi, dapat dibeli di -toko khusus.[1] Tepung beras ini merupakan tepung dengan protein rendah, sehingga membuatnya menjadi tepung umum dalam penggunaan pembuatan cake yang dipanggang. Tepung beras sering dipakai dalam pembuatan kue tertentu dan cookies.

Kue kering dan makanan gorengan yang dibuat dari bahan tepung beras diklaim punya tekstur lebih renyah, sedangkan cake yang terbuat dari tepung beras memiliki tekstur lebih padat jika dibandingkan cake dari tepung terigu. Hal ini karena kandungan lemak dan protein pada tepung beras lebih rendah daripada tepung terigu.

Mengenai komposisi, tepung beras adalah salah satu alternatif bahan dasar dari tepung komposit yang terdiri atas karbohidrat, lemak, protein, mineral, dan vitamin.[2] Tepung beras ini dikatakan sebagai produk setengah jadi untuk bahan baku lebih lanjut. Jika Anda ingin membuat tepung beras, memerlukan waktu sekitar 12 jam dengan cara beras direndam dalam air bersih, ditiriskan, dijemur, dihaluskan, dan diayak menggunakan ayakan 80 mesh.

Sebagai , tepung terigu merupakan tepung yang berbahan dasar biji gandum yang sudah digiling. Kelebihan tepung ini dibandingkan jenis serealia lainnya adalah memiliki gluten. Biasanya, mutu tepung terigu yang dikehendaki untuk mie dan roti adalah memiliki kadar air 14 persen, kadar protein 8 sampai 12 persen, kadar abu 0,25 sampai 0,60 persen, dan gluten sebanyak 24 sampai 36 persen.[3]

Ilustrasi: Membuat Roti dari Tepung Beras (credit: 24mantra)

Manfaat Tepung Beras

  • Mencegah gula darah naik drastis. Tepung ini bisa terbuat dari beras merah maupun putih. Faktanya, tiap jenis beras yang digunakan untuk membuat tepung mengandung nutrisi yang berbeda. Jika Anda takut gula darah naik secara drastis, Anda bisa memilih tepung yang berasal dari beras merah daripada yang beras putih. Pasalnya, beras merah mengandung lebih banyak serat serta lebih rendah gula dibandingkan beras putih.
  • Tepung terigu mengandung protein yang disebut gluten. Bagi Anda yang alergi terhadap gluten, mengonsumsi tepung terigu bisa menjadi masalah. Berbanding terbalik dengan tepung beras yang justru bebas gluten. Hal ini tentu jadi kabar baik bagi orang yang memang memiliki riwayat alergi gluten dan Celiac. Penyakit Celiac sendiri merupakan gangguan autoimun yang menyerang saluran pencernaan. Jika Anda memiliki penyakit ini, mengonsumsi makanan yang mengandung gluten akan memicu respon sistem imun untuk menyerang jaringan sehat di usus kecil Anda.

Harga Tepung Beras 1 Kg

Nah, apabila Anda saat ini berencana membeli tepung beras, tidak susah untuk mendapatkannya. Pasalnya, Anda bisa membelinya di berbagai toko kelontong, minimarket, swalayan modern, pasar tradisional, hingga situs jual beli online. Untuk kemasan 1 kg, tepung beras merk Rose Brand sekarang dijual dengan harga sekitar Rp10.500 hingga Rp19.000, tidak jauh dari tahun lalu. Sementara itu, harga tepung beras Healthy Choice saat ini Rp62.500 sampai Rp78.000, naik dari tahun lalu yang ditawarkan Rp59.850 hingga 62.000 kg (diklaim beras organik). Ada pula tepung beras tanpa merk yang dijual Rp9.800 saja per kg.

Ilustrasi: Harga Tepung Beras (credit: diabetes.co.uk)

Harga Tepung Beras

Merk Tepung Beras Harga
Rose Brand 500 gr Rp6.000
Suji Wangi 500 gr Rp13.000
Organik 101 Tepung Beras Merah 500 gr Rp22.500
Lingkar Organik Tepung Beras Coklat 500 gr Rp24.000
Lingkar Organik Tepung Beras Hitam 500 gr Rp24.000
Bionic Farm Organic White Rice Flour 250 gr Rp30.000
Lingkar Organik Tepung Beras Merah 500 gr Rp33.000
Bionic Farm Organic Red Rice Flour 250 gr Rp40.000

Harga tepung beras di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk minimarket, swalayan, dan situs jual beli online. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harganya ada yang naik dan ada yang turun. Harga tepung beras Suji Wangi 500 gram misalnya, naik dari Rp8.500 menjadi Rp13 ribu, sedangkan harga tepung beras Rose Brand turun dari Rp8.500 menjadi Rp6 ribuan. (Update: Panca)

[1] Figoni, Paula. 2008. How Baking Works: Exploring the Fundamentals of Baking Science Second Edition. New Jersey: John Wiley & Sons Inc.

[2] Hasnelly dan Sumartini. 2011. Kajian Sifat Risiko Kimia Formulasi Tepung Komposit Produk Organik. Seminar Nasional PATPI: 375-379.

[3] Astawan, M. 2004. Membuat Mi dan Bihun. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pos terkait