Update Harga Rokok Surya 16 dan 12 (Pak dan Slop)

Dari sekian banyak merk rokok yang sudah beredar di pasaran, Surya produksi Gudang Garam bisa dikatakan menjadi salah satu yang paling laris. Selain tersedia dalam dua kemasan, yakni isi 12 dan isi 16, produk ini dikatakan punya rasa yang cenderung kuat tetapi tetap lembut, menjadikannya favorit banyak orang, mulai kalangan menengah ke bawah hingga atas, meski harga per pak maupun slop-nya dari tahun ke tahun cenderung naik.

Rokok Surya (twitter: @northriver_co)
Rokok Surya (twitter: @northriver_co)

Jika kita berbicara mengenai rokok, kita seolah dihadapkan pada dua sisi mata uang. Rokok memang unik sekaligus penuh kontroversi. Di satu sisi, konsumsi rokok sangat ditentang, terutama dari kacamata medis, karena dikatakan dapat memberikan efek buruk terhadap kesehatan. Namun, di sisi yang lain, diakui atau tidak, rokok memiliki peranan yang penting dalam kehidupan sosial masyarakat. Bukan kebutuhan pokok, rokok digemari banyak orang dan termasuk convenience good atau yang sering dibeli terus-menerus oleh konsumen, tanpa banyak melakukan pertimbangan dalam proses pembeliannya.[1]

Bacaan Lainnya

Rokok sendiri merupakan produk utama dari hasil pengolahan tembakau yang diramu dan dibentuk secara khusus dari berbagai jenis dan mutu tembakau. Teknik pencampuran, pengolahan, dan pemberian bahan tambahan juga bervariasi. Rokok ini dinikmati dengan cara mengisap asap hasil pembakaran tembakau dan bahan-bahan campuran di dalamnya.[2]

Di samping rokok putih, Indonesia juga memproduksi rokok kretek, yang menurut Standar Industri Indonesia dari Departemen Perindustrian, adalah rokok dengan atau tanpa filter yang menggunakan tembakau rajangan, dicampur dengan cengkeh rajangan, digulung dengan kertas sigaret, boleh memakai bahan tambahan kecuali yang tidak diizinkan.[3] Rokok ini dicirikan dengan bau dan rasanya yang khas serta bunyi ‘kretek’ yang timbul dari hasil pembakaran cengkeh yang terkandung di dalamnya.

Review Rokok Surya

Seperti disinggung di atas, di pasaran dalam negeri, saat ini dapat ditemukan begitu banyak rokok, baik produksi lokal maupun impor. Nah, dari sekian brand yang beredar, salah satu yang sangat laris adalah Surya. Ini adalah rokok produksi Gudang Garam, sebuah perusahaan rokok terkemuka di Tanah Air yang telah eksis sejak tahun 1958 di Kediri, menghasilkan rokok kretek klobot, rokok kretek linting tangan (SKT), hingga rokok kretek linting mesin (SKM).

Baca juga  Harga Susu Bendera Sachet (di Indomaret, Alfamart, & Situs E-Commerce)

Dikutip dari situs resminya, Gudang Garam membagi produk rokok mereka dalam empat varian besar. Varian pertama adalah Gudang Garam Family, yang saat ini terdiri dari 7 merk, kemudian Surya Family yang terdiri 5 produk atau merk, GG Family yang terdiri dari 3 brand, serta varian lainnya, yakni Gudang Garam Klobot Istimewa Manis dan Gudang Garam Deluxe.

Kembali lagi ke Surya, masih menurut keterangan perusahaan, ini adalah produk rokok yang diperoleh dari perpaduan antara teknologi tinggi dan warisan tradisi mengolah kretek secara turun-temurun. Sebagai sigaret kretek mesin full flavor yang diklaim nomor satu di Indonesia, Surya menggunakan resep andalan serta bahan baku tembakau dan cengkeh berkualitas tinggi, sehingga setiap batang rokok full flavor Surya mampu memberikan pengalaman merokok yang unik dan tak tergantikan.

Ilustrasi: Beberapa Varian Produk Rokok Gudang Garam (credit: smoking-room)
Ilustrasi: Beberapa Varian Produk Rokok Gudang Garam (credit: smoking-room)

Varian ini sendiri sebenarnya sudah hadir pada tahun 1980-an, merupakan portofolio pertama dari Gudang Garam dengan menawarkan batang yang lebih panjang, yang kala itu ditujukan untuk menyaingi Djarum Super yang hadir pada tahun 1975. Dengan rasa yang cenderung diterima oleh konsumen, rokok ini bisa dikatakan sebagai top 3 merk rokok SKM full flavor dalam hal penjualan.

Kemasan Surya menggunakan basis warna emas dan cokelat tua. Bagian depan dan belakang bungkus, menggunakan kotak dengan outline berwarna emas, disertai garis kotak berwarna hitam dan garis kotak berwarna cokelat tua. Sementara itu, logo Surya menggunakan font script berwarna emas dengan tanpa adanya efek emboss. Logo memakai campuran dari warna hijau pada bagian rumput, outline pada persegi berwarna biru kehitaman, bagian gudang dan jalan yang merupakan gabungan dari warna biru kehitaman dan cokelat tua, serta adanya objek persegi berwarna emas.

Baca juga  Update Harga Husqvarna Nuda 900R

Pindah ke bagian dalam, inner frame yang ada berwarna emas, disertai adanya sekat pemisah pada bagian dalam yang membuat rokok ini dapat disebutkan mengusung kemasan model internasional layaknya Dunhill International. Khusus untuk isi 16, terdapat dua ruang, yang masing-masing berisi 8 batang di kiri dan 8 batang di kanan. Foil produk juga terpisah diantara bagian kiri dan kanan, menggunakan warna emas dan terdapat pattern diamond serta segitiga bertuliskan GG.

Rokok Surya memiliki batang yang lebih panjang, dengan diameter sama dengan rokok SKM full flavor pada umumnya. Pada bagian burning area, terdapat cetakan logo Surya berwarna merah, logo Gudang Garam berwarna biru, dan tulisan Gudang Garam dengan warna merah. Bagian batasan tipping paper, ditemukan garis emas disertai dengan warna merah, yang memiliki efek shiny dan glossy. Tipping paper rokok Surya menggunakan yang cenderung abstrak.

Ketika belum dibakar, rokok ini seakan memberikan sensasi fruity yang tidak begitu kuat dengan adanya unsur manis yang terasa. Namun, setelah dibakar, rokok ini seakan menawarkan sensasi spicy yang kuat disertai sensasi fruity yang dominan dengan unsur raspberry. Surya seakan menawarkan rasa manis yang berasal dari pemanis buatan. Sementara, sensasi spicy yang ditawarkan adalah gabungan dari adas manis, pekak, dan ada sedikit sentuhan kapulaga.

Tarikan Surya konon cenderung mantap, tetapi dengan intensitas yang cenderung lebih halus bila dibandingkan dengan Gudang Garam International. Memiliki sensasi warming yang sangat khas di tenggorokan, dengan rasa cengkeh yang punya kadar yang pas sehingga menciptakan sensasi hangat. Ketika asap dikeluarkan lewat hidung, ada sensasi pedas, yang disertai aroma khas nutty dikarenakan rokok ini salah satunya menggunakan tembakau berjenis Oriental.

Sebagai salah satu produk populer, memang tidak akan sulit menemukan rokok Surya. Anda bisa membeli produk ini di berbagai toko kelontong, minimarket, supermarket atau swalayan besar, hingga lewat situs jual beli online. Menurut keterangan Gudang Garam, Surya hadir dalam kemasan isi 12 dan 16, selain ada pula varian Surya Exclusive dengan bungkus berwarna hitam elegan.

Baca juga  Update Harga Lilin Lebah (Beeswax) dan Cara Menggunakannya

Harga Rokok Surya

Pada tahun lalu, rokok Surya 16 ditawarkan dengan harga Rp20 ribu hingga Rp24 ribuan per pack atau Rp180 ribu hingga Rp224 ribu per slot, sedangkan harga rokok Surya 12 mulai Rp14 ribu hingga Rp18 ribu per pack atau mulai Rp145 ribuan per slop. Sementara itu, harga rokok Surya Exclusive saat itu Rp27 ribu per pack atau Rp270 ribuan per slop.

Kemudian, pada penghujung tahun 2021, pemerintah memutuskan untuk menaikkan cukai rokok. Berlaku mulai tanggal 1 Januari 2022, cukai rokok rata-rata naik sebesar 12 persen. Dengan demikian, harga rokok pun ikutan terkerek, yang sebesar 13,9 persen untuk sigaret kretek mesin golongan I, sebesar 12,1 persen untuk sigaret kretek mesin golongan IIA, dan sebesar 14,3 persen untuk sigaret kretek mesin golongan IIB. Kenaikan juga berlaku untuk sigaret kretek tangan dan sigaret kretek mesin. Lantas, berapa kisaran harga rokok Surya setelah kebijakan tersebut?

Harga Rokok Surya Terbaru

Varian rokok Surya
Varian rokok Surya
Varian Rokok Surya Harga per Pack Harga per Slop
Surya 16 Rp29.680 Rp244.500
Surya 12 Rp21.168 Rp185.000
Surya Exclusive Rp35.000 Rp330.000

Walau merupakan produk yang laris dan digemari, tetap saja Anda tidak boleh terlalu banyak mengisap rokok, bahkan malah disarankan untuk berhenti total. Pasalnya, rokok memiliki banyak efek buruk terhadap kesehatan tubuh. Produk ini dikatakan bisa memicu terjadinya kanker paru-paru, menyebabkan disfungsi ereksi pada pria, gejala PMS yang parah untuk kaum wanita, gangguan penglihatan, infertilitas, hingga kanker lainnya seperti kanker hati, kanker mulut, dan kanker usus.

[Update: Panca]

[1] Soetiarto, Farida. 1995. Mengenal Lebih Jauh Rokok Kretek. Litbangkes, Vol. V(4): 31-33.

[2] Chapman, S. & W. L. Wong. 1990. Tobacco Control in Third World: A Resource Atlas. Penang: International Organization of Consumers Unions.

[3] Departemen Perindustrian. 1984. Rokok Kretek, Standart Industri Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.