Info Terbaru Harga Stabilizer Stang KTC (Original dan Palsu)

Apakah Anda pernah mendengar alat bernama stabilizer? Mayoritas orang akan menyebut perangkat ini sebagai produk untuk menjaga tegangan arus listrik agar tetap stabil atau normal. Nah, selain untuk perangkat elektronik, ternyata ada pula stabilizer stang yang berguna untuk menjaga kestabilan sepeda motor agar tetap nyaman melaju pada kecepatan tinggi. Telah hadir dalam berbagai merk, termasuk KTC, harga produk ini rata-rata jutaan rupiah untuk varian yang original.

Stabilizer Stang KTC (youtube: Motovloger Serang Timur)
Stabilizer Stang KTC (youtube: Motovloger Serang Timur)

Seperti negara berkembang lainnya di kawasan Asia, tingkat kepemilikan sepeda motor di Indonesia tergolong tinggi. Berdasarkan data AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), jika tahun 2000 jumlah sepeda motor yang terjual masih kurang dari satu juta unit, maka pada tahun 2005 sudah terjual lebih dari empat setengah juta unit.[1] Kemudian, pada tahun 2014, penjualan sepeda motor di dalam negeri mencapai angka 7.908.941 unit.[2]

Bacaan Lainnya

Ada banyak alasan kenapa masyarakat Indonesia masih cenderung memilih sepeda motor sebagai alat transportasi meskipun sudah bermunculan mobil murah. Waktu perjalanan menggunakan sepeda motor dianggap lebih cepat, sepeda motor juga diklaim lebih hemat biaya, serta ketersediaan transportasi umum yang dinilai masih kurang memadai. Faktor lain yang kepemilikan sepeda motor kian meningkat adalah pembelian unit yang dapat dilakukan dengan sistem kredit.[3]

Sayangnya, seiring dengan peningkatan kepemilikan sepeda motor, angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua pun cukup mengkhawatirkan. Selama tahun 2008 lalu misalnya, di Surabaya terjadi 1.250 kecelakaan lalu lintas yang melibatkan 1.540 sepeda motor.[4] Ini adalah angka yang cukup fantastis, sampai-sampai sepeda motor disebutkan sudah menjadi number one killer di Kota Pahlawan.

Baca juga  Keunggulan & Update Harga Thermometer Gun Berbagai Merk

Ada banyak penyebab kenapa angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor cenderung tinggi. Selain dari sisi pengendara (kurang kehati-hatian hingga perlengkapan yang tidak memadai), kondisi kuda besi pun berpengaruh. Ban yang kurang angin misalnya, bisa laju motor oleng atau tidak stabil dan bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan yang lain.

Fungsi Stabilizer Stang

Stabilizer stang sepeda motor (sumber: webike.id)
Stabilizer stang sepeda motor (sumber: webike.id)

Nah, untuk meminimalkan risiko kecelakaan, selain kondisi sepeda motor harus fit, pengguna atau pemilik pun dapat melengkapi kuda besi mereka dengan sejumlah fitur keselamatan, termasuk stabilizer stang. Dikutip dari Indonesia Motorcycle Show, stabilizer ini diklaim dapat meredam getaran dan memberikan perlindungan apabila motor ke arah kanan.

Secara tidak langsung, stabilizer akan menjadi tumpuan utama saat motor sehingga gas tidak akan tertahan ketika motor posisi terjatuh dan meminimalkan lecet atau rusak pada stang dan badan motor. Selain itu, fitur ini juga membantu meredam getaran di ujung riders nyaman dan tentunya sepeda motor lebih gampang dikendalikan.

Sementara itu, menurut keterangan Kumparan, stabilizer atau kerap disebut steering damper, berguna untuk menjaga kestabilan sepeda motor agar tetap nyaman ketika melaju pada kecepatan tinggi. Jika di MotoGP ketika melahap tikungan, posisi ban pasti akan sedikit terangkat, pada saat itu fungsi steering damper bekerja optimal. Kalau di jalan raya, perangkat ini berfungsi untuk menahan bumping dari lubang agar tidak menjadi ‘liar’.

Baca juga  Info Terbaru Harga Tutup Knalpot Vario 125 (Original dan KW)

Pemasangan stabilizer stang memang bisa sangat menguntungkan, karena setir sepeda motor menjadi lebih stabil dan tidak sering ‘goyang’. Karena itu, jika dipakai hanya sebagai aksesori agar penampilan kuda besi menjadi lebih keren, harus dipastikan tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan berkendara, bukan malah sebaliknya, membahayakan pengendara itu sendiri.

Saat ini, tidak sulit mendapatkan stabilizer stang, karena sudah ada banyak merk yang dapat Anda pilih sesuai kebutuhan dan anggaran. Nah, salah satu produk yang cukup populer di Tanah Air adalah KTC. Merupakan produk buatan Sumberjaya KTC Indonesia, KTC dapat dikatakan sebagai pemain lama di pasar komponen aftermarket dalam negeri karena sudah eksis sejak tahun 1995 silam. Awalnya bernama KTC Racing, sekarang nama tersebut sudah diubah menjadi KTC Kytaco.

Sudah ada banyak produk KTC yang beredar di sejumlah bengkel hingga situs jual beli online. Beberapa komponen yang kerap dicari adalah braking system, suspensi, fuel system, brake master atau master rem, throttle, blok set, hingga aksesori seperti stabilizer stang.  Nah, jika Anda berburu stabilizer stang buatan KTC, berikut referensi harganya di pasaran.

Harga Stabilizer Stang KTC

Stabilizer stang KTC (sumber: lazada)
Stabilizer stang KTC (sumber: lazada)
Varian Stabilizer Stang KTC Harga
Stabilizer Stang KTC Titanium SR 9 Rp1.775.000 – Rp2.046.000
Stabilizer Stang KTC Satria FU Rp1.850.000 – Rp2.220.000
Stabilizer Stang KTC Ninja 250 FI Rp2.000.000
Stabilizer Stang KTC Rp2.150.000
Stabilizer Stang KTC + Bracket Rp2.200.000
Baca juga  Update Harga 1 Dus (Pack) Minuman Yakult di Pasaran, Indomaret, & Alfamart

Harga stabilizer stang KTC di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa situs jual beli online dan bengkel aftermarket. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga komponen ini ada yang tetap, tetapi ada juga yang turun. Harga stabilizer stang KTC Satria FU misalnya, masih dijual dengan harga mulai Rp1,85 jutaan. Sementara itu, harga stabilizer stang KTC yang semula Rp2,7 jutaan, sekarang turun menjadi Rp2,15 jutaan.

Karena sudah berganti nama menjadi KTC Kytaco, perusahaan mengatakan bahwa produk yang memakai merk KTC Racing merupakan barang tiruan. Produk yang sendiri dikemas dalam wadah dominan merah dan terdapat label impor oleh PT Sumberjaya KTC Indonesia. Sementara itu, barang KW alias palsu ditawarkan dengan harga lebih murah, mulai Rp100 ribu sampai Rp500 ribuan saja unit.

[1] Putranto, Leksmono S., Ady Pramana, Helmy Kurniawan. 2006. Hubungan Antara Perilaku Pengemudi Sepeda Motor pada Berbagai Keadaan Lalu Lintas Jalan dengan Karakteristik Pengemudi, Kendaraan, dan Perjalanan. Jurnal Transportasi, Vol. 6(1): 63-70.

[2] Kristian Denny dan Rita Widayanti. 2016. Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda pada Mahasiswa Kampus I Universitas Kristen Krida Wacana. Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis, Vol. 16(1): 45-58.

[3] Ibid.

[4] Bolla, Margareth Evelyn. 2011. Kajian Karakteristik Kecelakaan Sepeda Motor di Kota Surabaya. Jurnal Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana, Vol. 1(1): 67-79.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.