Update Harga Songkok Awing, Peci Beludru Produk Khas Gresik

bukan hanya dikenal sebagai Kota Wali. Daerah ini juga memiliki banyak produk unggulan khas santri, termasuk (kopiah). Bahkan Awing telah berhasil menembus pasar dunia, padahal hanya diproduksi di sebuah gang kecil yang ada di Kota Gresik.

Harga, songkok, peci, kopyah, Awing, khas, Gresik, 2018, daftar, macam, anak, agama, beli, Indonesia, jenis, konsumen, merek, perusahaan, terbaru, topi, impor, kopiah, Abed Hakim, produk, beludru, ekspor, laris, produksi, pasar, dunia, identitas, favorit, Bung Karno, mahal, kualitas,

Seorang pria memakai peci (sumber: azhan.co)

Songkok atau kopiah tidak hanya dipakai untuk acara keagamaan atau ibadah. Sejak populer dikenakan oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, songkok menjadi identitas di mata dunia.

Menurut Kepala Produksi Songkok Awing, kualitas songkok asal Gresik tersebut sudah tidak diragukan lagi. Bahkan barang produksinya tersebut menjadi favorit para pejabat sampai presiden, dari Bung Karno, sampai Pak Jokowi.

Songkok Awing didirikan sejak tahun 1986 oleh H. Anwar Ilyas dengan mengkoordinasi beberapa perajin songkok yang ada di Blandongan. Dengan salah satu orang kepercayaannya, Abed Hakim atau biasa dipanggil Awing, mereka membuat inovasi songkok tanpa kertas. Dulunya, bagian dalam songkok menggunakan kertas karton. Selain tidak tahan lama, songkok cenderung panas jika dikenakan.

Oleh sebab itu, Songkok Awing beralih menggunakan kain yang kaku dan keras sebagai pengganti kertas. Kelebihan menggunakan kerangka berbahan kain keras ini lebih nyaman dan enak penggunaannya.

Kain-kain tersebut diimpor dari Jepang, sedangkan bagian luar berbahan beludru lokal maupun impor dari Korea Selatan dan Amerika Serikat. kainnya mungkin memang lebih mahal, tetapi kualitasnya terjamin.

Harga Songkok Awing

Harga awal songkok yang menggunakan kerangka berbahan kertas dijual Rp3.000, sedangkan yang menggunakan bahan kain keras mencapai lima kali lipatnya, yakni Rp15.000. Produksi songkok tersebut direspons baik oleh .

Songkok seharga Rp15 ribu bikinan Awing itu mampu menarik banyak konsumen. Dan perajin lain pun membuntuti langkah Awing. Perlahan-lahan Awing dikenal oleh banyak konsumen dan itu semakin mengembangkan sayapnya. Hingga tahun 1992, Awing membuka cabang di Jakarta dan kewalahan menerima order.

Songkok Awing - (Sumber: grosirsarungmurahsurabaya.blogspot.co.id)

Songkok Awing - (Sumber: grosirsarungmurahsurabaya.blogspot.co.id)

Dengan memproduksi songkok kualitas premium, Songkok Awing berhasil memimpin pasar domestik. Bahkan, sampai diekspor ke luar negeri, mulai Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, hingga ke Timur Tengah. Kantor cabangnya yang ada di Jakarta juga laris manis diburu pejabat dan masyarakat ekonomi menengah ke atas.

Harga Songkok Awing di tahun 2018 ini, dijual dengan kisaran harga Rp40 ribuan hingga Rp100 ribuan ke atas. Mengenai informasi daftar harga Songkok Awing dapat dilihat pada tabel berikut.

Songkok Awing Harga
Songkok Bulat Awing Merpati Border Perak Alhabsyi Rp115.000
Songkok Kopyah Peci Awing Elegant Laser Pyramid Rp172.400 - Rp191.500
Peci Songkok Hitam Awing tinggi 12 Rp105.000
Songkok Peci Awing AC Rp100.000
Songkok Peci Awing AC Rp125.000
Kopyah Songkok Peci Awing AC Hitam GY-621 Rp132.600 - Rp135.500
Songkok Kopyah Peci Awing Presiden Rp70.000 - Rp85.000
Songkok Putih Awing Lahore Rp102.500
Kopyah Songkok Awing Antique Emas Rp120.000
Songkok Peci Bulat Awing Hokie Teratai Rp107.500
Songkok Kopyah Peci Awing Zavier Perak Rp109.500
Songkok Awing anak Rp47.500

Permintaan songkok mencapai puncaknya pada tiga bulan menjelang Ramadan, dan saat bulan Syawal. Pesanan dapat meningkat hingga 30 persen dibandingkan dengan bulan-bulan biasa. Produksi Songkok Awing dapat mencapai lebih dari 90 ribu buah.

Harga, songkok, peci, kopyah, Awing, khas, Gresik, 2018, daftar, macam, anak, agama, beli, Indonesia, jenis, konsumen, merek, perusahaan, terbaru, topi, impor, kopiah, Abed Hakim, produk, beludru, ekspor, laris, produksi, pasar, dunia, identitas, favorit, Bung Karno, mahal, kualitas,

Songkok awing dengan motif bordir (sumber: Tokopedia)

Sedangkan untuk dalam negeri, produksi songkok banyak dikirim ke daerah Jawa Barat, sekitar 20 ribu songkok. Hal ini dikarenakan, pasar produk tersebut berada di daerah Jawa Barat dan Jakarta.

Menyangkut omzet, pada saat memasuki bulan Ramadan, pendapatan yang masuk dapat mencapai angka Rp4 miliar. Jika hari-hari biasa, penjualan songkok laku setengah dari penjualan saat memasuki Ramadan.

Dengan memperhatikan kualitas produknya, Songkok Awing kini memisahkan diri dari kerumunan persaingan industri songkok yang tidak sehat. Terbukti, Songkok Awing kini mampu menguasai pasar domestik dengan sebaran pemasaran hampir di seluruh provinsi di Indonesia.

Membidik konsumen menengah ke atas, Songkok Awing tidak luput memperhatikan pembeli cilik. Pemilik mengklaim, pihaknya juga pionir dalam penjualan songkok untuk anak-anak. Konsumen anak-anak cenderung tidak suka memakai songkok karena gerah dan terlihat seperti orang tua. Oleh sebab itu, dikeluarkanlah seri Soga atau Songkok Gaul atau Songkok Gambar, dengan gambar yang sedang menjadi tren masa kini, seperti Spongebob, Shaun the Sheep, hingga Naruto.

Lantas, darimana sebenarnya asal usul songkok/kopyah/peci tersebut? Konon, peci merupakan rintisan dari Sunan Kalijaga. Pada mulanya beliau membuat mahkota khusus untuk Sultan Fatah yang diberi nama kuluk yang memiliki bantuk lebih sederhana daripada mahkota ayahnya, Raja terakhir Majapahit Brawijaya V. Mahkota itu disebut Kuluk dan mirip kopyah, hanya ukurannya lebih besar.

Hal itu agar sesuai ajaran Islam yang egaliter. Raja dan rakyat sama kedudukannya di hadapan Allah SWT. Hanya ketakwaan yang membedakan. Namun, ada pula yang berpendapat bahwa Laksmana Ceng Ho yang membawa peci ke Indonesia.

Peci berasal dari kata Pe (artinya delapan) dan Chi (artinya energi), sehingga arti peci itu sendiri merupakan alat untuk penutup bagian tubuh yang bisa memancarkan energinya ke delapan penjuru angin. Penutup kepala khas ini, ada juga yang menyebutnya Songkok yang berarti ‘Kosong dari Mangkok’, artinya, hidup ini seperti mangkok yang kosong.

Harus diisi dengan ilmu dan berkah. Sementara kata Kopiah berasal dari ‘Kosong karena Dipuah’, maknanya, kosong karena dibuang (di-pyah). Apa yang dibuang? Kebodohan dan rasa iri hati serta dengki yang merupakan penyakit hati. Keabsahan kisah di atas memang masih perlu dipertanyakan. Tetapi, yang jelas, peci merupakan pemandangan umum di tanah Melayu sejak abad 13.

[Update: Galih]

Baca juga  Harga Teakwood Jati 2018
loading...

Leave a reply "Update Harga Songkok Awing, Peci Beludru Produk Khas Gresik"