
Jenis Batuk
- Post-nasal drip. Pada kondisi post-nasal drip, lendir yang ada di sekitar hidung dan tenggorokan terlalu banyak. Hal ini menyebabkan saluran tenggorokan menjadi tersumbat, sehingga batuk bisa terjadi. Jika Anda mengalami kondisi ini, maka batuk yang Anda alami bisa berupa batuk kering maupun batuk berdahak. Lendir yang berkumpul dan terakumulasi biasanya terjadi ketika Anda berada di suhu yang dingin atau alergi terhadap sesuatu.
- Batuk asma. Ini merupakan salah satu gejala yang bisa timbul pada penderita asma. Jenis batuk yang dialami oleh penderita asma adalah batuk kering dan diiringi dengan mengi. Penderita asma memiliki peradangan pada saluran napasnya dan hal ini menyebabkannya susah untuk bernapas, sehingga sering batuk.
- Batuk karena asam lambung. Orang yang memiliki GERD atau gangguan reflux asam lambung ternyata tidak hanya bermasalah pada saluran pencernaan, melainkan juga pada sistem pernapasan sehingga menyebabkan batuk. Batuk yang dialami adalah batuk kronis, dan menurut sebuah studi, batuk yang kronis paling sering terjadi karena GERD.
- Penyakit paru obstructive kronis (PPOK). Ini adalah penyakit kronis pada paru yang ditandai dengan adanya penyumbatan saluran napas serta masalah pada kantung-kantung udara di paru-paru. Salah satu gejala yang paling sering ditemukan pada penderita PPOK adalah batuk berdahak dalam jangka lama yang sering terjadi pada pagi hari.
- Batuk akibat obat. Jika Anda mengalami batuk yang kering dan sedang mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, mungkin saja batuk tersebut diakibatkan oleh obat yang Anda makan. Sebanyak 20% obat hipertensi bisa menyebabkan batuk kering dan akan muncul ketika beberapa saat mengonsumsi obat tersebut. Awalnya timbul gejala batuk kering, kemudian beberapa hari setelahnya menjadi batuk berdahak dengan dahak berwarna hijau, kuning, atau merah kebiruan. Tidak hanya itu, penderita pneumonia juga mengalami demam, sulit bernapas, dan merasa nyeri ketika mengambil napas yang terlalu dalam.
- Batuk rejan atau pertusis. Ini adalah penyakit infeksi yang sangat mudah sekali menular. Jika seseorang mengalami penyakit ini maka gejala yang akan dialami adalah batuk yang keras dengan tarikan napas awal yang panjang melalui mulut. Batuk dapat terjadi hingga tiga bulan dan terkadang diiringi dengan gejala lain.

Indikasi Siladex
Meski sebenarnya batuk dapat reda dengan sendirinya dalam waktu sekitar tiga minggu (batuk ringan), bukan berarti penggunaan obat tidak direkomendasikan. Anda bisa mengonsumsi obat batuk, tergantung pada kondisi batuk yang Anda alami, dan salah satu merk yang menyediakan beberapa varian obat batuk adalah Siladex. Ini adalah produk obat batuk yang diluncurkan oleh Konimex. Di dalam situs resminya, perusahaan mengatakan bahwa Siladex sebagai obat yang tidak hanya ampuh untuk menekan batuk hingga ke pusatnya, melainkan juga merupakan sirup obat batuk yang bebas alkohol dan bebas gula, sehingga diklaim aman bagi penderita diabetes. Siladex mengandung bahan aktif Dekstrometorfan. Dekstrometorfan adalah turunan sintetik dari morfin dan berkhasiat menekan rangsangan batuk secara kuat pula, tetapi bertahan lebih lama daripada efek kodein. Tidak berkhasiat analgetik, sedatif, obstipasi, narkotika atau adiktif, maka juga tidak termasuk Daftar Narkotika. Namun, Siladex sebaiknya jangan diberikan pada balita di bawah 1 tahun karena dapat mengakibatkan depresi pernapasan dan kematian mendadak. Efek samping lainnya obat batuk adalah gangguan buang air kecil dan akomodasi mata pada manula.[1] Saat ini, Konimex setidaknya telah menyediakan sirup obat batuk Siladex dalam empat varian. Berikut varian obat batuk Siladexyang sudah meluncur ke pasaran.Varian Siladex
- Siladex Cough & Cold, untuk meredakan batuk tidak berdahak dan melegakan hidung tersumbat atau pilek yang menyertai flu.
- Siladex Antitussive, sirup obat batuk untuk meredakan batuk tidak berdahak/batuk kering yang disertai alergi.
- Siladex Mucolytic & Expectorant, untuk mengencerkan dahak sehingga mempermudah pengeluaran dahak.
- Siladex DMP, sirup obat batuk untuk meredakan batuk tidak berdahak/batuk kering yang disertai alergi. Lebih sesuai dikonsumsi pada malam hari atau menjelang istirahat.

Harga Siladex
| Varian Siladex | Harga Sebelumnya | Harga Sekarang |
| Siladex Antitussive | 30 ml: Rp7.740 | 30 ml: Rp8.370 |
| 60 ml: Rp12.960 | 60 ml: Rp12.960 | |
| 100 ml: Rp21.000 | 100 ml: Rp21.200 | |
| Siladex Mucolytic & Expectorant | 30 ml: Rp8.750 | 30 ml: Rp7.740 |
| 60 ml: Rp12.960 | 60 ml: Rp12.960 | |
| 100 ml: Rp17.820 | 100 ml: Rp17.820 | |
| Siladex Cough & Cold | 30 ml: Rp8.870 | 30 ml: Rp8.370 |
| 60 ml: Rp15.105 | 60 ml: Rp13.860 | |
| 100 ml: Rp20.934 | 100 ml: Rp19.080 | |
| Siladex DMP | 30 ml: Rp8.880 | 30 ml: Rp8.880 |
| 60 ml: Rp12.960 | 60 ml: Rp12.960 | |
| 100 ml: Rp20.050 | 100 ml: Rp20.050 |
Efek Samping Siladex
Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat Siladex adalah rasa mengantuk, mual, pusing, konstipasi, dan mulut kering. Rasa kantuk yang ditimbulkan setelah mengonsumsi obat Siladex dapat membantu Anda memiliki waktu istirahat yang berkualitas selama proses penyembuhan. Efek samping tersebut ringan dan berbeda-beda pada setiap kondisi tubuh. Meski begitu, Siladex tetap aman dikonsumsi karena tidak mengandung alkohol dan gula. [Update: Dian] [1]Tan, H. T., dkk. 2010. Obat-Obat Sederhana untuk Gangguan Sakit Sehari-hari. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 10.Kategori: Kesehatan
Tag: apotek, batuk, flu, kesehatan, obat, penyakit, sirup, tenggorokan, varian