Update Harga Semen 1 Sak (Semua Merk)

Semen, siapa sih yang tidak mengenal material ini? Semen adalah zat yang kerap digunakan untuk merekatkan batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Untuk kebutuhan membangun rumah, gedung, atau bangunan lainnya, biasanya dipilih kemasan 1 sak, karena punya kapasitas lebih banyak (umumnya 40 kg atau 50 kg) serta harga yang dihitung-hitung lebih dibandingkan membeli secara eceran.

Semen (sumber: istock)
Semen (sumber: istock)

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, semen adalah serbuk atau tepung yang terbuat dari kapur dan material lainnya yang dipakai untuk membuat beton, merekatkan batu batas, ataupun membuat tembok. Material ini umumnya terdiri dari batu kapur atau gamping yang mengandung kalsium oksida (CaO), liat atau lempung yang mengandung silika oksida (SiO2), aluminium oksida, besi oksida, dan gips yang berfungsi untuk mengontrol pengerasan. Semen setidaknya memiliki empat unsur pokok, yakni batu kapur sebagai sumber utama, tanah liat, bila perlu ditambahkan pasir kuarsa atau batu silika, dan pasir besi atau bijih besi.[1]

Bacaan Lainnya

Seiring berkembangnya zaman, kini juga mulai digunakan nano teknologi, yang dikatakan dapat memengaruhi perilaku suatu material dengan mengubah tanpa mengubah kandungan didalamnya. Nano material diklaim dapat memberikan efek sangat besar dikarenakan luasan area yang lebih besar daripada material biasa. Penggunaan nanomaterial ini berfungsi sebagai material pengisi (filler) maupun material pengikat yang dapat meningkatkan performa ITZ antara semen dan agregat, sehingga meningkatkan kualitas semen itu sendiri.[2]

Berdasarkan suatu uji coba,[3] substitusi semen konvensional dengan nano semen akan meningkatkan kuat tekan pada mortar. Pengikatan kuat tekan akan berbanding lurus dengan bertambahnya kadar nano semen yang ditambahkan. Peningkatan terbesar terjadi pada kadar substitusi sebesar 100 persen untuk semen PCC (37 persen) serta semen PPC (30 persen).

Studi yang lain juga menegaskan hal tersebut.[4] Semen PCC dengan tingkat kehalusan yang lebih besar daripada semen standar, dikatakan menghasilkan peningkatan kekuatan yang lebih tinggi. Selain itu, waktu ikat awal semen dengan luas penampang spesifik semakin besar, menunjukkan pengikatan awal lebih cepat (115 menit) dibandingkan semen dengan kehalusan standar (128 menit).

Baca juga  Info Terbaru Harga Cat Nippon Paint Satin Glo (1 Liter, 2,5 Liter & 20 Liter)

Ada beberapa tipe semen yang sering digunakan tukang dan kuli bangunan. Tipe I adalah semen yang digunakan untuk bangunan umum tanpa syarat khusus. Nama lain dari semen ini adalah Ordinary Portland Cement (OPC). Kemudian, Tipe II yang biasa dipakai jika ada gangguan dari sulfat yang sedang dan panas hidrasi sedang, Tipe III yang memiliki proses pengerasan yang cepat, Tipe IV yang punya panas hidrasi rendah, dan Tipe V yang dipakai jika ada pembangunan di sekitar tepian pantai.[5]

Jenis Semen

  • Semen Portland Pozolan (SPP), adalah hasil dari semen Portland ditambah dengan pozzolan, berkisar 1 hingga 30 persen. Nama lain dari semen ini adalah Traz Portland Cement.
  • Semen Putih, adalah semen dengan kadar Fe2O3 rendah karena abu-abu pada semen Portland disebabkan oleh serbuk besi. Semen ini terbuat dari batu kapur dan liat putih.
  • Masonry Cement, adalah jenis yang sering digunakan untuk pasangan tembok dan plester.
  • Semen Sumur Minyak, berfungsi untuk menyemen pipa pengeboran minyak, melapisi kebocoran air atau gas.
  • Hydrophobic Cement, yakni klinker yang digiling dengan tambahan asam oleat atau asam sitrat.
  • Water Proofed Cement, terbuat dari semen Portland yang ditambahkan kalsium, aluminium, dan serat logam lainnya.
  • Semen Alumina, terbuat dari batu kapur dicampur dengan bauksit dengan kadar campuran 60 atau 70 persen batu kapur dan 30 atau 40 persen bauksit.
Semen 1 sak (sumber: azobuild.com)
Semen 1 sak (sumber: azobuild.com)

Bagi para tukang atau mereka yang berkecimpung di konstruksi bangunan, mungkin sudah paham bagaimana cara mengaduk semen yang benar. Tidak cuma semen dan air, diperlukan juga pasir, bahkan batu koral (jika dibutuhkan). Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu untuk menciptakan adukan semen. Namun, dalam membuat campuran ini, ternyata ada caranya dan tidak boleh sembarang.

Baca juga  Update Harga Minute Maid Pulpy Orange 1 Liter dan 1 Dus

Cara Membuat Adukan Semen

  • Karena merupakan bahan yang mudah menyerap air, semen sebaiknya tidak disimpan dalam ruangan yang lembap. Hal ini bisa membuat semen mengeras dan akhirnya tidak dapat digunakan.
  • Perhatikan jenis semen sesuai dengan peruntukan. Untuk membuat bendungan irigasi misalnya, tidak bisa menggunakan semen untuk membangun rumah. Sebaiknya, Anda memakai semen khusus yang relatif tahan terhadap sulfat.
  • Dalam membuat adukan semen, sebelum diberi air, campuran semen dan pasir harus rata terlebih dahulu. Aduk semen dengan pasir hingga rata, dan jika sudah rata, buatlah lubang di tengah-tengahnya. Lubang tersebutlah yang nantinya akan diisi air. Air yang digunakan jangan terlalu banyak dan juga jangan terlalu sedikit, karena akan memengaruhi kualitas adukan semen.
  • Gunakan pasir yang kualitasnya baik. Jangan menggunakan pasir yang mengandung tanah, liat, atau lumpur. Pasir semacam ini membuat campuran menjadi boros semen dan mengurangi daya rekat. Gunakan pasir yang bersih dan bebas dari kandungan tanah dan lumpur, misalnya pasir dari gunung berapi atau dari pantai yang sudah dicuci.
  • Beda ruangan yang dibangun, beda pula jenis adukan semennya. Komposisi semen dan pasir untuk kamar mandi tidak sama dengan komposisi plester dinding. Perbandingan semen dan pasir untuk plester dinding adalah 1 berbanding 7 hingga 8, sedangkan untuk kamar mandi sekitar 1 berbanding 3 sampai 5. Sementara, untuk membuat campuran yang keras, perbandingan semen dan pasirnya bisa 4 berbanding 2. Adapun untuk membuat adukan semen untuk jalanan, komposisinya adalah 4 lori pasir, 2 sak semen, dan satu lori koral.

Nah, apabila Anda sudah mengetahui cara mengaduk semen yang benar, Anda bisa langsung membeli semen di berbagai toko bahan bangunan atau via situs e-commerce. Untuk pengerjaan ruangan yang besar, seperti kamar mandi, ruang tamu, atau pagar, memang lebih tepat jika Anda membeli langsung 1 sak karena kapasitasnya lebih banyak. Berikut kami sajikan informasi kisaran harga semen 1 sak di pasaran dalam negeri.

Baca juga  Keunggulan dan Update Harga Joran Shimano Lesath

Harga Semen 1 Sak

Ilustrasi: Pekerja di Toko Bangunan Mengangkat Semen (credit: myrepublica)
Ilustrasi: Pekerja di Toko Bangunan Mengangkat Semen (credit: myrepublica)
Merk Semen Harga
Semen Jakarta 40 kg Rp39.500 per sak
Semen Conch 40 kg Rp44.400 per sak
Semen Rajawali 40 kg Rp46.000 per sak
Semen Padang 40 kg Rp46.400 per sak
Semen SCG 40 kg Rp48.300 per sak
Semen Merah Putih 40 kg Rp48.500 per sak
Semen 40 kg Rp54.900 per sak
Semen Tiga Roda 40 kg Rp58.900 per sak
Semen Holcim (Dynamix) 40 kg Rp58.000 per sak
Semen Putih Tiga Roda 40 kg Rp106.000 per sak
Semen Padang 50 kg Rp58.500 per sak
Semen Serang 50 kg Rp44.000 per sak
Semen Rajawali 50 kg Rp54.000 per sak
Semen Padang 50 kg Rp58.500 per sak
Semen Merah Putih 50 kg Rp60.000 per sak
Semen SCG 50 kg Rp60.000 per sak
Semen Garuda 50 kg Rp61.000 per sak
Semen Holcim (Dynamix) 50 kg Rp68.120 per sak
Semen 50 kg Rp68.500 per sak
Semen Tiga Roda 50 kg Rp70.000 per sak

Harga semen 1 sak di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko material bangunan dan sejumlah situs jual beli online. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harganya ada yang naik dan ada yang turun. Harga Semen 50 kg misalnya, awalnya Rp54 ribu per sak dan sekarang naik menjadi Rp68 ribuan per sak. Sebaliknya, harga Semen Padang 50 kg turun dari Rp61 ribu per sak menjadi Rp58 ribuan per sak.

[1] Tanubrata, Maksum. 2015. Bahan-Bahan Konstruksi dalam Konteks Teknik Sipil. Jurnal Teknik Sipil, Vol. 11(2): 76-168.

[2] Fadlillah, Dion Aji, et al. 2014. Pengaruh Komposisi Nano Semen terhadap Kuat Tekan Mortar. Jurnal Karya Teknik Sipil UNDIP, Vol. 3(4): 1031-1042.

[3] Ibid.

[4] Slat, Ventje Berty, et al. 2016. Pengaruh Kehalusan Semen terhadap Peningkatan Kekuatan Mortar. Jurnal Ilmiah Media Engineering, Vol. 6(3): 547-553.

[5] Tanubrata, Maksum. Op. cit.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *