Specs dan Harga Satria Neo

Jika dibandingkan merk-merk asal Jepang, Korea Selatan, atau Eropa, brand mobil asal Malaysia memang tidak begitu populer di pasaran Indonesia. Namun, itu bukan berarti tidak ada kendaraan roda empat dari Negeri Jiran yang ditawarkan untuk konsumen dalam negeri. Jika Anda menelusuri sejumlah situs jual beli mobil second, Anda mungkin akan menemukan Satria Neo, sebuah mobil keluaran Proton yang ditawarkan dengan harga relatif bersahabat.

Proton Satria NEO (sumber: carmagazine.co.uk)
Proton Satria NEO (sumber: carmagazine.co.uk)

Sepeda motor memang masih menjadi banyak orang sebagai sarana transportasi mereka karena selain lincah dan praktis untuk melibas kemacetan, juga punya konsumsi bahan bakar yang lebih rendah jika dibandingkan mobil.[1] Namun, seiring waktu, semakin banyak pula masyarakat yang akhirnya memutuskan untuk membeli kendaraan roda empat, bahkan melalui sistem angsuran atau malah membeli mobil bekas.

Bacaan Lainnya

Ada sejumlah alasan kenapa sejumlah orang membeli mobil. Umumnya, mereka membeli kendaraan roda empat untuk menikmati dua fungsi, yakni sebagai sarana untuk mengantarkan dari satu tempat ke tempat yang lain dan mengangkut barang dalam aktivitas sehari-hari, serta untuk memperoleh prestise yang akan memberikan kepuasan tersendiri.[2] Bahkan, untuk konsumen dengan tingkat pendapatan tidak terlalu tinggi, merk, model, maupun karoseri mobil adalah nomor sekian, yang penting murah dan kondisinya baik.[3]

Di pasaran Indonesia sendiri, merk mobil memang masih didominasi nama-nama asal Jepang dan Korea Selatan, sebut saja Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Hyundai. Selain itu, ada juga sejumlah brand asal Eropa yang mendapatkan tempat di hati konsumen dalam negeri, seperti Audi, BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen, Opel, dan Peugeot.

Review dan Specs Satria Neo

Lalu, bagaimana dengan mobil asal negeri tetangga di ASEAN? Walaupun namanya kurang bergema, ternyata ada beberapa brand dari tetangga dekat Indonesia yang sempat dipasarkan ke pasaran dalam negeri, salah satunya Satria Neo. Ini adalah mobil hatchback yang diproduksi oleh pabrikan Malaysia, Proton, tahun 2006 hingga 2015, menggantikan model Satria yang diluncurkan tahun 1994 hingga 2005.

Satria Neo debut pada Juni 2006 sebagai pengganti Satria generasi pertama. Berdasarkan platform baru yang dikembangkan sendiri oleh Proton, mobil ini hanya tersedia dalam bentuk hatchback tiga pintu. Menyasar mereka yang berjiwa muda dan sporty, Satria Neo merupakan mobil Malaysia pertama dan satu-satunya yang dijual di pasaran Jepang.

Untuk model entry-level, didukung mesin CamPro kapasitas 1.3L, inline-four twin-cam, yang diklaim menghasilkan tenaga 70 kW pada 6.000 rpm dan torsi puncak 120 Nm pada 4.000 rpm. Sementara itu, model M-line dan H-line memiliki mesin yang sama, tetapi dengan kapasitas 1.6L, yang dapat mengeluarkan daya 82 kW pada 6.000 rpm dan torsi 148 Nm pada 4.000 rpm. Kedua model juga punya antena yang secara aktif mencari sinyal di area dengan penerimaan yang buruk.

Sekitar tiga tahun kemudian, Proton meluncurkan Satria Neo versi CPS (Cam Profile Switching), menggantikan versi H-Line. Muncul dengan bodykit dan spoiler bergaya agresif yang memberi penghormatan kepada Satria GTi, varian ini didukung mesin CamPro CPS 1.6L dengan tenaga maksimal 93 kW atau 127 PS dan torsi puncak 150 Nm. Pengaturan waktu mekanisme pergantian profil cam sedikit dimodifikasi untuk pengendaraan yang agresif.

Proton Satria NEO (sumber: geniuscar.com.my)
Proton Satria NEO (sumber: geniuscar.com.my)

Sebelum versi CPS, Proton memperkenalkan Satria Neo R3 performa tinggi pada tahun 2008. Produk ini menampilkan mesin 1.6L yang diklaim dapat menghasilkan tenaga maksimal 100 kW, yang menurut pabrikan akan memberikan pengalaman berkendara yang terkendali tetapi tetap menyenangkan. Pembaruan lainnya termasuk bodykit yang lebih sporty, roda 17 inci, pengaturan suspensi yang diturunkan dari Lotus, sistem pengereman yang lebih baik, jok Recaro, dan roda kemudi MOMO.

Proton juga sempat meluncurkan sejumlah versi Satria Neo, beberapa di antaranya dibuat terbatas. Satria Neo R3 Lotus Racing misalnya, cuma dibuat 25 unit dan diperkenalkan pada tanggal 30 Maret 2010. Desainnya mirip Satria Neo R3, tetapi menyertakan beberapa perlengkapan eksklusif. Mesinnya adalah R3-tuned dengan R3 Engine Management System, R3 Camshafts dengan adjustable alloy cams dan R3 tuned exhaust system. Divisi R3 juga menggunakan R3 Carbon Fiber Air Intake dengan K&N Air Filter System.

Sebagai kelanjutan dari Satria Neo R3 Lotus Racing, Proton memperkenalkan Satria Neo R3 edisi 2011 (juga dikenal sebagai Satria Neo R3 ) . Hanya tersedia 150 unit dalam warna merah cerah dengan hitam, produk ini menampilkan plakat logam dengan nomor individualnya serta sistem navigasi 2-DIN bawaan, yang pertama dalam sejarah Proton. Atribut handling dan performanya tetap tidak berubah dibandingkan saudara Lotus Racing-nya.

Sayangnya, seperti disinggung di atas, Proton sudah menyuntik mati model Satria, termasuk Satria Neo pada tahun 2015 silam. Di dalam situs resminya, juga sudah tidak tercantum tipe tersebut. Namun, apabila Anda kesengsem dengan kendaraan ini, Anda masih bisa memperoleh produk bekasnya di sejumlah situs jual beli mobil second. Lalu, berapa harganya di pasaran Air?

Harga Satria Neo

Tahun Produksi Harga Bekas
Satria Neo 1.6 2007 Rp80.000.000
Satria Neo 1.6 2008 Rp93.000.000
Satria Neo R3 1.6 2015 Rp150.000.000
Satria Neo R3 1.6 014 Rp132.000.000 – Rp145.000.000
Satria Neo R3 1.6 2015 Rp125.000.000

Informasi harga Satria Neo di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk sejumlah situs jual beli kendaraan second. Perlu Anda catat bahwa harga Satria Neo tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga di masing-masing pedagang bisa saja berbeda, tergantung kondisi mobil yang bersangkutan.

[1] Wijayanti, Catur Wuri. 2017. Citra Mahasiswa Menggunakan Kendaraan: Studi Fenomenologi Mahasiswa UNS dalam Membangun Citra Menggunakan Kendaraan Sepeda Motor. Jurnal Analisa Sosiologi, Vol. 6(2) 91-106.

[2] Marpaung, Anna Octora dan Rachmat Sumanjaya Hasibuan. 2013. Analisis Dampak Kebijakan Pembatasan Uang Muka Kredit (Down Payment) terhadap Permintaan Mobil di Kota Medan. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Universitas Sumatera Utara, Vol. 1(11): 1-11.

[3] Suprihati dan Wikan Budi Utama. 2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam Keputusan Pembelian Mobil Pribadi di Kelurahan Gonilan Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Paradigma, Vol. 13(1): 104-116.

Pos terkait