Info Terbaru Harga Sarang Burung Sriti

Bagi sebagian besar orang Indonesia, pastinya sudah tidak asing dengan sarang burung sriti. Burung layang-layang atau sriti dianggap sebagai salah satu berkah bagi masyarakat, karena dapat meningkatkan kualitas dan taraf perekonomian. Ini karena burung sriti mampu menghasilkan sarang yang harganya tidak bisa dibilang murah.

Sarang burung sriti (sumber: shopee.co.id)
Sarang burung sriti (sumber: shopee.co.id)

Kandungan dan Manfaat Sarang Burung Sriti

Meskipun sarang burung sriti terbilang lebih murah dibanding walet, banyak orang mencarinya. Ini karena sarang burung sriti dipercaya memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan dan kecantikan. Bahkan, sarang burung tersebut sudah populer sebagai bahan makanan secara turun-temurun.

Bacaan Lainnya

Burung sriti, dengan nama ilmiah Collocalia esculenta, merupakan burung pemakan serangga yang biasa diternak di rumah. Jenis ini berbeda dengan burung walet yang bermigrasi dari Samudera Hindia melalui Asia Tenggara dan Australia hingga ke Samudera Pasifik. Meskipun burung walet dan sriti berbeda, keduanya termasuk jenis burung layang-layang.

Di antara berbagai jenis burung layang-layang genus Collocalia ini, hanya ada 5 spesies yang sarangnya memiliki nilai komersial. Ini karena tidak semua sarang burung layang-layang bisa dikonsumsi manusia. Sarang burung layang-layang yang bisa dikonsumsi manusia berasal dari burung dengan nama ilmiah Collocalia fuciphaga, Collocalia esculenta, Collocalia germanis, Collocalia maxima, dan Collocalia unicolor.

Sarang burung sriti yang memiliki nilai jual tersebut berbeda dengan sarang burung walet. Sekilas, memang kedua sarang burung tersebut sama, namun kandungannya berbeda. Pada sarang burung sriti, Anda bisa melihat air liur burung yang tercampur dengan rumput kering, ranting pohon, dan lumut. Sementara, pada sarang burung walet, tidak ada campuran bahan lain, alias terbuat dari 100 persen air liur burung. Inilah alasan mengapa sarang burung sriti lebih murah dibanding sarang burung walet.

Membudidayakan sarang burung sriti tidaklah susah. Memang, habitat asli burung sriti adalah gua kapur, namun burung layang-layang seperti ini bisa beradaptasi dengan baik dan berhasil dibudidayakan di rumah-rumah sejak tahun 1880. Hingga kini, produsen sarang burung sriti terus bertambah diimbangi dengan banyaknya konsumen.

Peningkatan angka konsumsi sarang burung sriti di Indonesia disebabkan kesadaran masyarakat akan kesehatan yang semakin tinggi. Apalagi, sarang burung sriti diyakini memiliki khasiat sebagai obat dengan rasa yang lezat, membuat siapa saja tergiur ingin mencicipi. Bahkan, resep sup sarang burung sriti sudah dikonsumsi secara turun-temurun sebagai obat dengan tujuan untuk terapi, meningkatkan daya imun, meredakan gejala flu, dan masih banyak lagi.

Selain dipakai untuk obat dan terapi, sarang burung sriti memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Sarang burung sriti yang dikonsumsi secara rutin, dikatakan dapat menurunkan kolesterol, menjaga kecantikan kulit, menutrisi tubuh, meningkatkan nafsu makan, dan melancarkan peredaran darah.

Semua manfaat yang ada pada sarang burung sriti tentunya tidak lepas dari kandungannya. Berdasarkan penelitian, sarang burung sriti mengandung glikoprotein, karbohidrat, asam amino, dan garam-garam mineral. Bentuk karbohidrat utama pada sarang burung sriti adalah asam sialat, galactosamine, glukosamin dan galaktosa.

Selain itu, asam amino dan garam-garam mineral yang terdapat pada bird nest adalah natrium, kalsium, magnesium, seng, mangan, dan besi. Dalam seporsi sarang burung, juga ditemukan tiga asam amino non esensial (asam aspartat, asam glutamate, dan polin), dan dua asam amino non-esensial (treonin dan valin). Sementara itu, untuk komposisi kimia, adalah protein sebanyak 57% hingga 57,24%.[1]

Sarang burung sriti (sumber: istockphoto)

Untuk mendapatkan khasiat dan semua nutrisi yang ada pada sarang burung sriti, tentunya Anda harus mengonsumsinya secara rutin. Untuk mengonsumsi sarang burung sriti tidaklah sulit. Anda bisa membuat berbagai hidangan lezat dengan bahan dasar sarang burung, seperti agar-agar, puding, teh, roti, dan sup. Lalu, berapa sarang burung sriti saat ini?

Sarang Burung Sriti

Varian Sarang Burung Sriti
Sarang Burung Sriti Baru Panen 100 gr Rp25.000
Sarang Burung Sriti Daun Cemara Kering 100 gr Rp40.000
Sarang Burung Sriti Pinus 200 gr Rp180.000
Sarang Burung Sriti 750 gr Rp650.000 – Rp750.000
Sarang Burung Sriti Mangkuk Siap Makan 1 kg Rp1.000.000

Informasi sarang burung sriti di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk sejumlah online shop. Jika dibandingkan tahun lalu, harga sarang burung sriti baru panen 100 gram masih tetap sebesar Rp25 ribuan, sedangkan harga sarang burung sriti daun cemara 100 gram yang semula Rp25 ribu, sekarang naik menjadi Rp40 ribuan.

[Update: Panca]

[1]  Sylvia, Tjeng. 2000. Penentuan Kadar Protein dalam Air Liur pada Sarang Burung Seriti (Collocalia Linchi) dari Daerah Blitar dan Solo dengan Metode Kjeldahl (Skripsi). Fakultas Farmasi Surabaya.

Pos terkait