Update Harga Sapi Perah (Anakan dan Dewasa)

Selain sapi potong, banyak juga peternak yang memilih sapi perah untuk mereka pelihara. Pasalnya, selain dagingnya yang bergizi, susu hewan ruminansia ini memang terkenal sehat dan menjadi bahan baku utama pembuatan susu dalam kemasan. Seperti sapi potong, harga sapi perah ini juga bervariasi, tergantung usia dan jenis hewan. Jika termasuk ras unggulan, harga jualnya bisa mencapai angka puluhan juta per ekor.

Manfaat Susu Sapi

Ilustrasi: Manfaat Minum Susu Setiap Hari (credit: Mashed)
Ilustrasi: Manfaat Minum Susu Setiap Hari (credit: Mashed)

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan sapi. Hewan memamah biak ini, seperti dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, adalah hewan ternak suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Sapi yang telah dikebiri dan biasanya digunakan untuk membajak sawah dinamakan lembu. Binatang ini dipelihara terutama untuk dimanfaatkan daging dan susunya sebagai pangan manusia.

Bacaan Lainnya

Untuk daging sapi, menurut Kompas, mengonsumsi daging sapi secara rutin dikatakan memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Karena merupakan sumber protein berkualitas tinggi, konsumsi daging sapi dapat menurunkan risiko hilangnya massa dan kekuatan otot seiring bertambahnya usia. Dalam konteks gaya hidup sehat, konsumsi daging sapi secara teratur dapat membantu menjaga massa otot sekaligus mengurangi risiko sarcopenia. Berdasarkan studi LIPI, masyarakat rata-rata membutuhkan 50 gram protein, dengan 20 persen di antaranya berasal dari hewan ternak, sedangkan 80 persen berasal dari protein nabati.[1]

Sementara itu, susu sapi adalah bahan pangan (atau minuman) yang sangat penting untuk mendorong pertumbuhan tubuh sejak kecil hingga dewasa. Dalam susu segar, setidaknya mengandung kalori sebanyak 66 kkal, protein sebanyak 3,2 gram, lemak sebanyak 3,7 gram, laktosa sebanyak 4,6 gram, zat besi sebanyak 0,1 mg, kalsium sebanyak 120 mg, serta vitamin A 100 IU.[2]

Susu dikatakan sebagai bahan makanan yang paling baik untuk kesehatan, karena mengandung zat gizi lengkap dan sempurna. Vitamin yang dapat ditemukan di dalam susu antara lain vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Komposisi susu diklaim lebih lengkap daripada bahan pangan lainnya, dengan komposisi utama adalah protein, lemak, laktosa, mineral, dan air. Sayangnya, kadar vitamin C dalam susu tergolong cukup rendah, serta dapat menyebabkan milk borne disease (penyakit bawaan susu) karena perannya sebagai media penularan.[3]

Baca juga  Info Terkini Harga Datsun Pickup (Truck) dan Nissan Navara

Untuk mendapatkan susu segar, memang bisa diperoleh dari berbagai hewan ternak menyusui. Namun, yang paling populer adalah sapi. Sapi perah adalah ternak penghasil susu utama untuk mencukupi kebutuhan susu dunia jika dibandingkan dengan ternak penghasil susu lainnya, sehingga dalam pemeliharaannya, selalu diarahkan pada peningkatan produksi susu.[4]

Ilustrasi: Peternakan Sapi Perah (credit: civileats)
Ilustrasi: Peternakan Sapi Perah (credit: civileats)

Jenis Sapi Perah

  • Sebenarnya ada banyak sapi perah yang dapat dipelihara. Namun, di Indonesia, jenis yang sering menjadi hewan ternak adalah sapi perah Friesian Holstein (FH). Sapi FH adalah bangsa sapi perah yang dikatakan memiliki tingkat produksi susu sapi tertinggi dengan kadar lemak yang relatif rendah jika dibandingkan sapi perah lainnya.[5]
  • Sapi Jersey, seperti namanya, ini adalah jenis yang berasal dari Pulau Jersey, berada di selat antara Inggris dan Prancis. Nenek moyang sapi ini konon berasal dari banteng liar yang dikawinkan dengan sapi normandia. Sapi jersey memiliki tubuh yang beragam, termasuk hitam, merah tua, cokleat kekuningan, dan terkadang di bagian tertentu ada warna putihnya. Tanduk sapi ini lebih panjang ketimbang FH dan mengarah ke atas. Bobot sapi perah jenis ini mencapai 625 kg untuk pejantan dan 425 kg untuk yang betina. Sementara, produktivitas susunya mencapai 2.500 liter per masa laktasi.
  • Sapi Guernsey, berasal dari Pulau Guernsey, Inggris Selatan. sapi Guernsey cokelat kekuningan hingga hampir merah bercampur dengan warna putih. Tanduknya berukuran sedang, arahnya agak condong ke depan. Bobot sapi jantan bisa mencapai 700 kg dan sapi betina 475 kg. Produksi susunya mencapai 2.750 liter per masa laktasi.
  • Sapi Brown Swiss, dikembangkan di Swiss, sapi ini memiliki tubuh keabu-abuan hingga cokelat. Perilakunya sangat jinak dan mudah dikendalikan. Sapi Brown Swiss memiliki badan cukup besar, mencapai 900 kg untuk jantan dan 600 kg untuk betina. Produktivitas susunya mencapai 3.00 kg per masa laktasi.
  • Sapi Ayrshire, adalah jenis yang berasal dari Skotlandia, dengan cokelat kemerahan belang putih. Ayrshire memiliki tanduk yang cukup panjang, tumbuh tegak lurus ke atas. Bobot tubuh sapi Ayrshire jantan bisa mencapai 725 kg dan betina 550 kg, sedangkan produktivitas susu sekitar 3.500 liter per masa laktasi.
  • Sapi Sahiwal, berasal dari daerah Punjab, perbatasan Pakistan dan India. Sapi jenis ini diklaim sebagai jenis sapi perah tropis terbaik. Sapi Sahiwal memiliki yang beraneka ragam, tetapi kebanyakan berwarna cokelat muda hingga kemerahan. Bulunya halus dan kakinya pendek. Produktivitas susunya sekitar 2.500 sampai 3.000 kg per laktasi.
  • Sapi Red Sindhi, juga berasal dari India, terutama di daerah yang kering dan panas. Ukuran tubuhnya termasuk kecil, hanya 500 kg untuk jantan dan 350 kg untuk betina. Produktivitas susunya pun tidak terlalu banyak, sekitar 1.700 kg per laktasi.
  • Sapi Gir, jenis ini masih berasal dari India. Pada umumnya berwarna putih, tetapi ada juga yang berwarna bercak cokelat atau hitam dan kuning kemerahan. Berat badan sapi dewasa sekitar 600 kg dan betina 400 kg. Produksi susu mencapai 2.000 kg per laktasi.
  • Sapi Ongole, walau berasal dari India, tetapi juga sering ditemukan di Indonesia. Di dalam negeri, sapi ini memang lebih populer sebagai sapi potong daripada sapi perah, karena produksi susunya relatif sedikit, cuma 1.250 hingga 1.500 kg per masa laktasi.
  • Sapi Grati, sering juga disebut peranakan sapi FH (PFH), jenis ini banyak dijumpai di kawasan Jawa Timur. Merupakan persilangan antara pejantan FH dengan sapi betina lokal dari jenis Jawa dan Madura. Sapi PFH memiliki karakteristik tubuh agak besar dengan daya adaptasi terhadap iklim tropis yang baik. Produktivitas susu sapi ini berkisar 2.500 sampai 3.000 liter per laktasi.
Baca juga  Cara Memasak dan Update Harga Fiesta Ready Meal di Pasaran

Bagi Anda yang ingin mencoba bisnis sapi perah, pastikan Anda mengetahui nilai jualnya di pasaran. Sebagai referensi, berikut harga bibit sapi perah jantan dan betina tahun 2022.

Ilustrasi: Manfaat Susu Segar (credit: supermarketnews)
Ilustrasi: Manfaat Susu Segar (credit: supermarketnews)

Harga Bibit Sapi Perah Jantan

Umur Bibit Sapi Perah Harga per Ekor
4 – 6 Bulan Rp5.000.000
6 – 8 Bulan Rp6.000.000
8 – 12 Bulan Rp8.000.000
12 – 15 Bulan Rp10.000.000
15 – 18 Bulan Rp12.000.000
18 – 24 Bulan Rp17. 000.000

Harga Bibit Sapi Perah Betina

Usia Bibit Sapi Perah Betina Harga per Ekor
Umur >4 – 6 Bulan Rp5.000.000
Umur >6 – 7 Bulan Rp6.000.000
Umur >7 – 8 Bulan Rp7.000.000
Umur >8 – 9 Bulan Rp8.000.000
Umur >9 – 10 Bulan Rp9.000.000
Umur >10 – 11 Bulan Rp10.000.000
Umur >11 – 12 Bulan Rp11.000.000
Umur >12 – 13 Bulan Rp12.000.000
Umur >13 – 14 Bulan Rp13.000.000
Umur >14 – 15 Bulan Rp14.000.000
Umur >15 – 16 Bulan Rp15.000.000
Umur >16 – 17 Bulan Rp16.000.000
Umur >17 – 18 Bulan Rp17.000.000
Umur >18 – 20 Bulan Rp17.500.000
Umur >20 – 24 Bulan Rp19.000.000
Baca juga  Update Harga Sabun Palmolive di Pasaran (Semua Varian)

Harga Sapi Perah

Jenis Sapi Perah Harga
Anakan Sapi FH 4 – 6 bulan Rp5.000.000 per ekor
Sapi FH 11 – 12 bulan Rp11.000.000 per ekor
Sapi FH 17 – 18 bulan Rp17.000.000 per ekor
Sapi FH 20 bulan Rp19.000.000 per ekor
Sapi Ongole Rp27.500.000 – Rp45.000.000 per ekor
Sapi F1 Rp45.000.000 per ekor

Harga sapi perah di atas kami kutip dari berbagai sumber, termasuk situs resmi Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul, keterangan peternak, serta situs jual beli online. Perlu Anda ingat bahwa harga sapi perah tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Sebagai perbandingan, harga bibit sapi perah tahun 2020 dan 2021 berkisar Rp5 juta hingga Rp9 juta per ekor. Sementara itu, harga sapi perah berbagai jenis tahun 2022 masih sama seperti tahun 2020 dan 2021. Selain itu, harga hewan ternak ini juga bisa berbeda di masing-masing wilayah.

[Update: Almas]

[1] Sugeng, Y. B. 2000. Sapi Potong. Jakarta: Penebar Swadaya.

[2] Navyanti, Feryalin dan Retno Adriyani. 2015. Higiene Sanitasi, Kualitas dan Bakteriologi Susu Sapi Segar Perusahaan Susu X di Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga, Vol. 8(1): 36-47.

[3] Chandra, B. 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

[4] Al-amin, Ahmad Fauzy, Madi Hartono, Sri Suharyati. 2017, Faktor-Faktor yang Memengaruhi Calving Interval Sapi Perah pada Peternakan Rakyat di Beberapa Kabupaten/Kota Provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Peternakan Indonesia, Vol. 1(1): 33-36.

[5] Blakely, J. dan David H. Blade 1998. Ilmu Peternakan (Terjemahan B. Srigandono). Yogyakarta: UGM Press.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *