Info Terkini Harga Sapi Belgian Blue, Sapi Unggul Rendah Lemak

Sejak beberapa tahun lalu pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengembangbiakkan sapi berjenis belgian blue. Sapi satu ini disebut-sebut termasuk jenis sapi unggul dengan harga jual yang tinggi. Sapi belgian blue merupakan sapi yang berasal dari Belgia Tengah, Belgia. Sapi Belgia adalah hasil proses panjang kawin silang dan “selective breeding” selama hampir 200 tahun dari pengembangan hasil “cross breeding” sapi Durham Shorthorn dari Inggris dan Friesian Holstein dari Belanda.[1]

Dilansir dari Wikipedia, sapi belgian blue juga dikenal sebagai ras de la Moyenne et Haute Belgique. Beberapa nama alternatif untuk jenis ini termasuk Belgian Blue-White; Belgian White and Blue Pied; Belgian White Blue; Blue; dan Blue Belgian. Perawakan Belgian Blue sangat ramping dan sangat berotot atau dijuluki berotot ganda. Fenotipe otot ganda adalah kondisi yang diwariskan yang mengakibatkan peningkatan jumlah serabut otot (hiperplasia), bukan pembesaran (normal) serabut otot individu (hipertrofi).

Bacaan Lainnya
Sapi belgian blue (sumber: itb.ac.id)
Sapi belgian blue (sumber: itb.ac.id)

Ras sapi ini memiliki peningkatan kemampuan untuk mengubah menjadi otot tanpa lemak, yang menyebabkan daging ras ini memiliki kandungan lemak yang rendah dan tingkat keempukan yang berkurang. Belgian Blue dinamai sesuai dengan warna bulu mereka yang biasanya berwarna biru keabu-abuan. Namun, warna asli bulunya dapat bervariasi dari putih ke hitam.

Baca juga  Info Terbaru Harga Wastafel Meja TOTO (Semua Tipe dan Ukuran)

Sapi belgian blue pertama kali digunakan sebagai sapi perah dan sapi potong. Jenis daging sapi modern dikembangkan pada tahun 1950 oleh Profesor Hanset, yang bekerja di pusat inseminasi buatan di provinsi Liège. Mutasi gen karakteristik breed dipertahankan melalui linebreeding ke titik dimana kondisinya sesuai dengan properti tetap pada keturunan sapi belgian blue. Pada tahun 1978, sapi Belgian Blue diperkenalkan ke Amerika Serikat oleh Nick Tutt, seorang peternak dari Kanada tengah yang berimigrasi ke Texas Barat dan menunjukkan ternaknya ke universitas di wilayah tersebut.

Belgian Blue memiliki mutasi alami pada gen myostatin yang mengkode protein, myostatin (“myo” artinya otot dan “statin” artinya berhenti). Myostatin adalah protein yang menghambat perkembangan otot. Mutasi ini juga mengganggu penumpukan lemak, menghasilkan daging yang tanpa lemak.Gen myostatin yang terpotong tidak dapat berfungsi dalam kapasitas normalnya, yang mengakibatkan pertumbuhan otot tanpa lemak yang dipercepat. Pertumbuhan otot terutama disebabkan oleh perubahan fisiologis pada sel otot hewan (serat) dari hipertrofi menjadi mode pertumbuhan hiperplasia.

Baca juga  Update Harga Speaker Aktif 12 Inch dan 15 Inch

Jenis pertumbuhan ini terlihat pada awal janin dari kandungan, yang menghasilkan anak sapi yang lahir dengan jumlah serat otot dua kali lebih banyak saat lahir daripada anak sapi tanpa mutasi gen myostatin. Selain itu, berat lahir anak sapi belgian blue berotot ganda yang baru lahir secara signifikan lebih besar dari pada anak sapi normal.

Nilai dari sapi belgian blue berotot ganda adalah karena karakteristik karkas yang unggul. Namun dengan menurunnya kadar lemak maka marbling daging menurun, yang berarti keempukan daging berkurang. Sebaliknya, kelembutan daging Belgian Blue dianggap sama empuknya karena terdapat banyak serat otot yang lebih kecil.

Sapi Belgian Blue - (YouTube: Technological Giants and Machines (TGM))
Sapi Belgian Blue – (YouTube: Technological Giants and Machines (TGM))

Harga Sapi Belgian Blue

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, sapi belgian blue di Indonesia saat ini masih dalam tahap perkembangan sejak tahun 2018 lalu. Beberapa pedet atau anakan sapi yang baru lahir pada 2020 (dinamakan Gatotkaca dan Srikandi) terus dikembangbiakkan agar tumbuh menjadi sapi dewasa yang sehat.

Menurut informasi dari beberapa sumber, harga untuk sperma atau semen beku dari sapi belgian blue saja cukup fantastis, mencapai Rp450 ribu per suntikan/straw. Kemudian harga embrio sapi belgian blue juga relatif mahal, mencapai Rp9,9 juta atau hampir Rp10 juta. Harga tersebut terpantau tidak mengalami perubahan dari tahun lalu.

Baca juga  Manfaat dan Update Harga Gentle Fever (Down Foam, Hair Spray, Tone Up)

Meski relatif mahal, kabarnya 1 ekor sapi belgian blue yang baru lahir akan mempunyai berat 56 kg dan berpotensi untuk tumbuh hingga bobotnya mencapai 2 ton. Dengan yang bisa dibilang tidak murah untuk menghasilkan sapi belgian blue, nantinya Kementan akan berupaya untuk memasarkan daging sapi belgian blue dengan harga yang tak jauh berbeda dari harga sapi lainnya.

Sejak 2021, sapi belgian blue mulai dikembangkan di beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Lamongan. Kepala UPT Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jatim mengungkapkan, untuk mendapatkan peranakan sapi belgian blue murni, maka membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 tahun. Tercatat ada 51 ribu akseptor (sapi siap kawin) di Lamongan. Pemprov Jatim akan memfasilitasi inseminasi buatan gratis. Lamongan dipilih menjadi salah satu tempat pengembangbiakan sapi Belgian Blue, karena Lamongan dianggap sebagai salah satu kabupaten yang berkomitmen dalam pengembangan peternakan.

[Ditta]

[1] Arfin, C. M. 2018. Kamus & Rumus Peternakan dan Hewan. Jakarta: Gita Pustaka, hlm 30.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.