Update Harga Sapi Bali (Bibit, Dewasa, Super)

Selain kambing, sapi merupakan salah satu yang kerap dipilih banyak orang untuk beternak. Pasalnya, dengan anggaran membeli anakan yang berkisar jutaan rupiah, mereka bisa menjual sapi dewasa dengan harga mencapai puluhan juta rupiah. Bahkan, sapi bali konon harga jualnya bisa menyentuh angka puluhan juta rupiah per ekor untuk kualitas super.

Ilustrasi: Ciri Sapi Bali (credit: baliwildlife)
Ilustrasi: Ciri Sapi Bali (credit: baliwildlife)

Sapi, dikutip dari situs resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, adalah ternak anggota suku Bovidae dan anak suku Bovinae. Sapi yang telah dikebiri dan biasanya digunakan untuk membajak sawah dinamakan lembu. Binatang ini dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia.

Bacaan Lainnya

Kebutuhan daging sapi untuk konsumsi penduduk Indonesia setiap tahunnya memang terus meningkat sesuai dengan kenaikan populasi. Selain itu, daging menjadi salah satu bahan yang diperlukan untuk memperoleh nutrisi protein. Menurut penelitian LIPI, masyarakat Indonesia rata-rata membutuhkan 50 gram protein, dengan 20 persen di antaranya berasal dari ternak, sedangkan 80 persen berasal dari protein nabati.[1] Sehingga, tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan akan protein hewani, khususnya daging sapi, sangat penting dalam meningkatkan nilai gizi masyarakat.

Seperti disalin dari Kompas, mengonsumsi daging sapi secara rutin ternyata memiliki sejumlah manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh. Karena merupakan sumber protein berkualitas tinggi, konsumsi daging sapi dapat menurunkan risiko hilangnya massa dan kekuatan otot seiring bertambahnya usia. Dalam konteks gaya hidup sehat, konsumsi daging sapi secara teratur dapat membantu menjaga massa otot sekaligus mengurangi risiko sarcopenia.

Karena mengandung carnosine, senyawa penting untuk fungsi otot, konsumsi daging sapi secara teratur juga dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan kinerja selama berolahraga. Tak cuma itu, daging sapi juga dapat membantu untuk mencegah terjadinya anemia karena bahan ini merupakan sumber zat besi, terutama dalam bentuk besi heme, zat besi paling bioavailable.

Ciri Sapi Bali

DI Indonesia sendiri, sebenarnya sudah ada banyak jenis sapi lokal yang dikatakan punya daging berkualitas baik. Nah, salah satu jenis yang diklaim merupakan yang cukup unggul adalah sapi bali. Ini awalnya adalah banteng liar di padang savana. Namun, karena kebutuhan manusia akan daging cukup tinggi, banteng liar tersebut akhirnya dijinakkan hingga muncul ras sapi bali.

Ilustrasi: Sapi Bali (credit: Mapio)

Menurut keterangan Direktorat Pembibitan dan Produksi Ternak Kementerian Pertanian, sapi bali merupakan sapi hasil domestikasi dari banteng asli Indonesia yang mempunyai keunggulan dalam daya reproduksi, daya adaptasi, dan persentase karkas yang tinggi.[2] Sapi ini mempunyai ciri khas yang tidak dimiliki oleh sapi dari jenis lainnya dan merupakan sumber daya genetik asli Indonesia yang perlu dijaga dan dipelihara kelestariannya sehingga dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Masih menurut referensi yang sama, secara tampilan, tubuh sapi betina memiliki warna merah bata, sedangkan pada jantan, warna merah bata tersebut akan berubah menjadi kehitaman seiring bertambahnya umur, biasanya pada usia 12 sampai 18 bulan. Namun, perubahan warna tersebut tidak akan terjadi pada sapi bali jantan yang dikastrasi.

Kaki sapi bali berwarna putih, mulai dari tarsus hingga ke bawah, demikian pula warna bibir atas, bibir bawah, dan pantat, yang semuanya putih. Sementara itu, punggung sapi bali terdapat garis belut berwarna hitam pada betina, sedangkan ekor bagian ujung berwarna hitam dan tanduk memiliki bentuk meruncing dan melengkung ke arah tengah, juga berwarna hitam,

Secara umum, sebagai pekerja, sapi bali memiliki kemampuan kerja yang tergolong baik, demikian pula dengan kemampuannya untuk hidup secara liar. Daya adaptasi jenis ini pun cukup baik, termasuk terhadap pakan yang terbatas dan cekaman panas. Tak hanya itu, sapi bali juga dikatakan cukup baik dalam beradaptasi dengan lingkungan jelek serta ketika mencerna pakan berserat tinggi.

Berdasarkan sifat kuantitatif, sapi bali umur 2 tahun dapat memiliki bobot 210 kg hingga 260 kg untuk yang jantan serta 170 kg sampai 225 kg untuk yang betina. Tinggi ini rata-rata 122,3 cm sampai 130,1 cm untuk jantan dan 105,4 cm sampai 114,4 cm untuk betina, dengan panjang badan sekitar 125,6 cm sampai 146,2 cm untuk jantan dan 117,2 cm sampai 120 cm untuk betina. Kemampuan bertahan hidup hingga dewasa mencapai angka 80 persen, dengan persentase kesuburan mencapai 85 persen.

Cara Beternak Sapi Bali

Peternakan sapi bali (sumber: jawapos)
  • Pilih bibit sapi yang baik. Bibit sapi bali yang baik antara lain memiliki kaki yang tidak cacat, mulut tampak datar, perut dan tulang rusuk sapi tidak melengkung ke dalam, punya punggung sejajar dan tidak melengkung, memiliki leher yang tebal dan kuat, serta punya kepala besar tetapi tetap seimbang dengan badan.
  • Lokasi kandang juga perlu diperhatikan. Lokasi kandang yang baik adalah yang daerahnya jauh dari pemukiman penduduk, tetapi masih mudah dijangkau dan diawasi. Jarak kandang sapi dari rumah minimal 10 meter dan harus mendapat sinar yang cukup agar kesehatannya terjaga. Agar pertumbuhan lebih cepat, dianjurkan membangun kandang sapi dengan tipe individu. Karena, sapi tidak akan berebut pakan dan mempunyai ruang gerak yang cukup lapang. Namun, jika untuk penggemukan, bisa memakai kandang kolektif karena dinilai dapat mempermudah pengawasan kesehatan dan bobot ternak.[3]
  • Ukuran kandang yang dibuat untuk seekor sapi jantan dewasa adalah 1,5 x 2 m atau 2,5 x 2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa adalah 1,8 x 2 m dan untuk anak sapi cukup 1,5 x 1 m per ekor, dengan tinggi atas sekitar 2,5 m dari tanah. Temperatur di sekitar kandang diusahakan 25 sampai 40 derajat Celcius, dengan kelembapan 75 persen .
  • Pakan menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika beternak hewan, termasuk sapi bali. Pakan yang diberikan pada ternak diusahakan mengandung zat-zat yang dibutuhkan untuk memenuhi hidup pokok, pertumbuhan, dan produksi hewan.[4] Umumnya, setiap sapi membutuhkan makanan berupa hijauan. Jenis hijauan yang bisa diberikan yaitu hijauan segar, hijauan kering, dan silase. Macam hijauan segar seperti rumput- rumputan, kacang-kacangan, dan tanaman hijau lainnya. Sementara, hijauan kering dapat berupa jerami padi, jerami kacang tanah, atau jerami jagung.
  • Jika ingin sapi tumbuh besar dan sehat, peternak pun perlu melakukan perawatan secara rutin. Walaupun sapi termasuk binatang yang kuat, pemberian antibiotik tetap harus diberikan. Selain itu, kandang juga perlu dibersihkan secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah sapi stres. Peternak juga harus membersihkan tempat makan dan minum sapi. Selain itu, jangan lupa untuk memandikan sapi minimal 2 kali seminggu.

Memelihara sapi bali dinilai dapat membawa banyak keuntungan bagi peternak. Karena, selain menghasilkan daging dan anak, sapi bali juga menghasilkan pupuk kandang dan dapat dimanfaatkan sebagai tenaga kerja. Selain itu, apabila sudah dewasa, harga jual sapi bali ternyata dapat melambung tinggi. Penasaran berapa harga sapi tersebut di pasaran dalam negeri?

Harga Sapi Bali

Pasar sapi (sumber: antara)
Ukuran Sapi Bali Harga
Sapi Bali Bibit/Anakan 200 kg Rp13.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 235 kg Rp15.500.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 250 kg Rp16.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 275 kg Rp17.500.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 300 kg Rp19.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 325 kg Rp20.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 350 kg Rp21.500.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 375 kg Rp23.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 400 kg Rp24.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 425 kg Rp24.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 450 kg Rp26.000.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 447 kg Rp28.161.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa 480 kg Rp30.240.000 per ekor
Sapi Bali Dewasa Super 550 kg Rp33.000.000 per ekor

Harga sapi bali di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa situs jual beli online dalam dan forum jual beli ternak di media sosial. Perlu Anda ketahui bahwa harga sapi bali tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Jika dibandingkan dengan tahun 2020 dan 2021, harga sapi bali tahun 2022 ada yang tetap dan mengalami penurunan. Sebagai contoh, sapi bali bibit dan dewasa ukuran 200 kg hingga 250 kg tahun 2022 masih sama seperti tahun 2020 dan 2021. Sementara itu, harga sapi bali dengan bobot 300 kg yang dijual dengan harga Rp22,3 jutaan pada tahun 2020 dan 2021, turun menjadi Rp19 juta tahun 2022. Namun, menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sapi bali akan melonjak gila-gilaan.

[Update: Almas]

[1] Sugeng, Y. B. 2000. Sapi Potong. Jakarta: Penebar Swadaya.

[2] Keputusan Menteri Pertanian Nomor 325/KPTS/OT.140/2010 tentang Penerapan Rumpun Sapi Bali.

[3] Hadi, P. U. dan N. Ilham. 2002. Problem dan Prospek Pengembangan Usaha Pembibitan Sapi Potong di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian, Vol. 21(4): 148-157.

[4] Santoso, U. 2005. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pos terkait