Harga Salep Luka Bioplacenton

No comment81 views

Pada saat terluka, petugas umumnya menyarankan agar menghindari luka dari air. Terutama jika Anda memiliki luka terbuka atau luka yang basah. Namun, kira-kira apa alasan sebenarnya luka tidak boleh terkena air?

Ilustrasi: kaki terluka

Ilustrasi: kaki terluka

Luka dari jenisnya dapat dibagi menjadi dua, yakni luka tertutup dan luka terbuka. Pada luka terbuka, kulit tidak menyatu dan memperlihatkan jaringan di bawahnya. Akibatnya, jaringan di bawah kulit akan terpapar langsung dengan lingkungan luar. Lingkungan luar yang kotor dapat meningkatkan risiko .

Infeksi oleh bakteri akan menyulitkan dan memperlama proses penyembuhan. Bakteri juga dapat mengeluarkan zat-zat racun yang turut mempersulit kesembuhan luka. Oleh karena itu, penting untuk mencegah infeksi yang berdampak negatif terhadap pemulihan luka.

Kenapa luka yang terbuka tidak boleh kena air?

Segera setelah luka, Anda memang sebaiknya disarankan untuk cepat-cepat mencuci area tersebut dengan air mengalir. Lingkungan luka yang lembab memang akan mempercepat kulit untuk kembali menyatu. Selain itu, reaksi peradangan pada luka yang lembab pun lebih ringan dibandingkan luka yang kering, sehingga bekas luka pun lebih sedikit.

Namun, air merupakan tempat tinggal ideal bagi kuman kecil yang tak kasat . Luka terbuka akan mempermudah masuknya kuman-kuman tersebut ke dalam jaringan di dalam tubuh dan menginfeksinya. Infeksi akan memperparah luka, terlebih jika sudah menyebar. Akibatnya, luka pun jadi semakin lama sembuhnya. Terlebih, air mudah larut dan diserap ke dalam sel sehingga membuat sel menjadi bengkak dan pecah. Hal tersebut bisa menyebabkan sel tubuh mati, bukannya memperbaiki diri.

Itu sebabnya membasuh luka hanyalah dijadikan sebagai langkah perawatan awal ketika Anda terluka. Setelahnya, jangan biarkan luka terlalu lama basah. Segera keringkan area tersebut dan tutup dengan kasa perban. Jaga agar luka tetap selalu kering dan tertutup selama proses pemulihan. Luka yang kering justru lebih baik dalam mencegah terjadinya infeksi.

Baca juga  Harga Promag 1 Strip dan 1 Pak (Tablet, Cair, Fruity, Double Action)

Akan tetapi, beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa luka yang dicuci dengan air keran yang terus mengalir selama beberapa menit memiliki risiko infeksi yang lebih kecil. Dengan catatan, airnya bersih dan bebas dari kontaminasi -bahan kimia berbahaya.

Lalu apa yang harus dilakukan kalau ada luka terbuka?

Luka di kaki yang dibiarkan terbuka

Luka di kaki yang dibiarkan terbuka

Saat kulit terluka, sebaiknya segera cuci dan bersihkan luka Anda. Luka terbuka bisa mengandung kuman, kotoran, dan sel mati yang menghambat proses kesembuhan. Ketika dilakukan dengan benar, mencuci luka dapat mempercepat kesembuhan.

Cucilah luka terbuka dengan air bersih yang terus dialirkan selama 5 sampai 10 menit. Usahakan agar airnya tidak hangat, apalagi panas. Air yang sejuk terbukti lebih membantu meredakan akibat luka. Setelah mencuci luka sebagai pertolongan pertama, segera keringkan dan tutup luka dengan kasa ataupun kain bersih untuk mencegah kontaminasi lingkungan luar.

Daerah yang luka juga sebaiknya tidak terlalu banyak digerakkan karena dapat mengganggu proses penyembuhan. Jagalah agar daerah yang terluka tetap bersih dan kering. Apabila luka ditutup dan terlanjur basah, segera ganti penutup luka.

Mengopek luka juga sebaiknya dihindari karena akan membuat luka sembuh lebih lama. Keropeng akan lepas dengan sendirinya saat luka sembuh sempurna.

Cara membersihkan luka di atas hanya berlaku kalau lukanya ringan dan tidak begitu serius. Perlu diingat, tak semua luka bisa Anda obati dan bersihkan sendiri. Beberapa luka perlu ditangani oleh petugas kesehatan di klinik atau rumah sakit.

Baca juga  Info Biaya Rontgen Gigi di Laboratorium Parahita

Tentang Bioplacenton

Untuk menyembuhkan luka atau membuat luka cepat mengering, biasanya Anda akan mengoleskan berbentuk gel atau salep yang direkomendasikan oleh petugas kesehatan. Salah satunya adalah Bioplacenton. Bioplacenton adalah obat berbentuk gel yang biasa dipakai untuk mengobati luka bakar. Obat Bioplacenton termasuk ke dalam kelas terapi antibakteri dengan penggunaan topikal. Kandungan neomycin sulfat merupakan monografi dari obat Bioplacenton yang dikombinasikan dengan ekstrak plasenta.

Salep luka Bioplacenton (sumber: Tokopedia)

Salep luka Bioplacenton (sumber: Tokopedia)

Ekstrak plasenta dalam obat Bioplacenton ini berguna untuk mempercepat penyembuhan luka. Selain itu, ekstrak plasenta mengandung stimulator biogenik yang mempunyai aksi stimulasi pada proses metabolik di dalam sel.

Indikasi Bioplacenton

Obat Bioplacenton digunakan pada pengobatan luka bakar. Luka bakar yang dimaksud tidak hanya terbakar api tetapi juga karena tersiram air panas (melepuh) atau bersentuhan dengan benda panas atau yang biasa disebut juga scald. Pada luka yang terinfeksi oleh bakteri, obat Bioplacenton juga bisa digunakan karena memang obat Bioplacenton berada di kelas terapi antibakteri. Selain itu, orang yang memiliki ulkus kulit juga bisa menggunakan obat Bioplacenton.

Tipe ulkus kulit yang biasa mengindikasikan penggunaan obat Bioplacenton adalah ulkus debukistus. Ulkus kulit jenis debukistus hampir terlihat seperti borok. Akan tetapi ulkus jenis ini terjadi karena pembuluh di kaki tidak kembali ke jantung dan terjadi luka pada kaki.

Para penderita eksim basah atau bisa juga dikatakan ulkus kulit yang lama terjadi bisa menggunakan obat Bioplacenton. Penyakit kulit berupa impetigo yang cepat menyebar ke area kulit juga bisa menggunakan obat Bioplacenton.

Baca juga  Info Manfaat, Cara Penggunaan, & Harga Obat Kenalog

Selain itu, pada kulit yang bernanah akibat infeksi kuman, bisa menggunakan obat Bioplacenton. Jenis penyakit ini adalah furunkulosis dan pioderma yang merupakan penyakit kulit akibat infeksi kuman dan memiliki benjolan yang berisi nanah.

Bioplacenton

Memakai salep untuk luka (sumber: videoblocks.com)

Memakai salep untuk luka (sumber: videoblocks.com)

Meskipun bukan obat oral yakni obat yang diminum melalui , obat Bioplacenton merupakan jenis obat topikal. Jenis obat topikal seperti obat tetes atau salep, yang hanya boleh untuk penggunaan luar.

Dosis salep Bioplacenton untuk dewasa adalah 4-6 kali sehari dengan cara dioleskan secara tipis pada kulit yang sedang memiliki luka. Sedangkan dosis Bioplacenton untuk anak usia 2 tahun atau lebih adalah sebanyak 1-3 kali sehari. Selain itu, dosis pemakaian Bioplacenton gel 15 GR harus berdasarkan resep dokter. Bioplacenton gel GR digunakan dengan dioleskan tipis-tipis pada bagian yang membutuhkan.

Efek Samping Bioplacenton

Efek samping obat Bioplacenton tentunya ada bagi pasien atau konsumen yang memiliki hipersensitivitas atau terhadap kandungan obat Bioplacenton. Para konsumen atau calon pasien yang atau hipersensitif terhadap ekstrak plasenta dan atau neomisin sulfat akan memiliki efek samping berupa tanda-tanda .

Selain itu, efek samping Bioplacenton juga bisa terjadi ototoksisitas. Efek samping Bioplacenton berupa ototoksisitas akan terjadi jika penggunaan obat Bioplacenton dilakukan secara bersamaan dengan obat ototoksik jenis lainnya.

Harga Bioplacenton

Bioplacenton yang beredar di pasaran dikemas di dalam sebuah tube dan berbentuk gel yang agak dingin. Satu tube obat Bioplacenton yang berbentuk gel berisikan ekstrak plasenta sebanyak 10% dan neomycin sulfat sebanyak 0.5%. Di apotek atau toko obat, Anda bisa membeli obat ini dengan harga Rp20 ribuan.

loading...

Leave a reply "Harga Salep Luka Bioplacenton"