Update Harga Pupuk SP-36 Subsidi dan Non-Subsidi

merupakan salah satu bahan atau zat yang dibutuhkan oleh petani untuk menyuburkan tanaman. Sayangnya, kian hari, harga di semakin mahal, tidak hanya non-subsidi, melainkan juga bersubsidi. Petani di Indonesia sendiri cenderung membeli bersubsidi karena harga yang relatif terjangkau, dan hanya memakai non-subsidi untuk kepentingan yang mendesak.

Seperti dikutip dari Wikipedia, pupuk bisa dikatakan sebagai material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Sementara, Balai Penelitian Tanah mendefinisikan pupuk sebagai suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman yang bersangkutan.

Harga, pupuk, SP-36, subsidi, non-subsidi, per, kilogram, 50, kg, Indonesia, kandungan, ciri, fungsi, manfaat, panen, holtikultura, tanaman, hara, Petrokimia, Gresik, sak, karung, produksi, dijual, NPK, organik, non-organik, petani, pemerintah, bahan, jenis, proses

Pupuk SP-36 dalam kemasan karung (twitter: @hamdhanikalteng)

Material pupuk dapat berupa bahan organik maupun non-organik (mineral). Pupuk ini berbeda dengan suplemen. Jika pupuk mengandung bahan baku yang diperlukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, maka suplemen lebih mirip hormon tumbuhan untuk membantu kelancaran proses metabolisme. Meski demikian, ke dalam pupuk, terutama pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Adapun jenis pupuk adalah bentuk padat dan cair. Berdasarkan proses pembuatannya, pupuk dapat dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam, sesuai namanya, adalah pupuk yang diperoleh langsung dari alam, seperti fosfat alam, pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos. Sebagian dari pupuk alam dapat disebut sebagai pupuk organik karena merupakan hasil proses dekomposisi dari material makhluk hidup seperti sisa tanaman, kotoran , dan lain-lain.

Sementara, jenis pupuk yang dihasilkan dari proses pembuatan pabrik disebut dengan pupuk buatan. Kadar hara, jenis hara, dan komposisi hara dalam pupuk jenis ini sudah ditentukan oleh masing-masing produsen dan menjadi ciri khas dari penamaan atau pupuk tersebut. Berdasarkan ragam hara yang dikandungnya, pupuk buatan dibedakan atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk.

Pupuk tunggal merupakan jenis pupuk yang  mengandung satu macam unsur hara, misalnya pupuk N (nitrogen), pupuk P (fosfat), atau pupuk K (kalium). Pupuk tunggal yang mengandung unsur N dikenal sebagai pupuk urea, ZA (zvavelvuure ammonium) biasa disebut ammonium sulfat. Sementara, pupuk yang mengandung unsur P, yaitu TSP (triple super phosphate) dan SP-36.

Nah, pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara disebut dengan pupuk majemuk, di antaranya pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk NPK. Pupuk adalah pupuk yang mengandung unsur N dan P, sedangkan pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung unsur tiga hara yaitu N, P, dan K. Perbandingan hara dalam setiap pupuk majemuk berbeda-beda.

Khusus untuk pupuk SP-36, merupakan pupuk tunggal dengan kandungan Phosphor (P) cukup tinggi dalam bentuk P2O5, yakni sebesar 36%. Bisa digunakan untuk pemupukan berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura maupun tanaman perkebunan. Bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara phospor (P) pada tanaman. Pupuk SP36 biasanya berbentuk granule (butiran) berwarna abu-abu kehitaman. Kandungan phosphor (P) pada pupuk SP-36 hampir seluruhnya larut dalam air, sehingga mudah diserap tanaman. Sangat cocok digunakan sebagai pupuk dasar tanaman semusim (tanaman pangan dan hortikultura).

Pupuk ini diproduksi PT Petrokimia Gresik dan biasanya dijadikan pupuk bersubsidi pemerintah untuk petani. Dikutip dari laman Mitalom, pupuk SP36 bersifat tidak higroskopis (tidak mudah mengisap air) sehingga dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Pupuk SP36 hampir sama dengan pupuk TSP, hanya saja memiliki kandungan phosphor yang lebih rendah. Pupuk SP36 dapat juga diaplikasikan sebagai pupuk susulan dengan cara ditaburkan di sekeliling tanaman.

Harga, pupuk, SP-36, subsidi, non-subsidi, per, kilogram, 50, kg, Indonesia, kandungan, ciri, fungsi, manfaat, panen, holtikultura, tanaman, hara, Petrokimia, Gresik, sak, karung, produksi, dijual, NPK, organik, non-organik, petani, pemerintah, bahan, jenis, proses

Petani beraktivitas di kebun

Kandungan Pupuk SP 36

  • Fosfat (P2O5) dengan kadar 36 persen
  • P2O5 larut dalam asam sitrat sebesar 34 persen
  • P2O5 larut pada air mineral sebesar 30 persen
  • Sulfur (S) sebesar 5 persen
  • Kadar asam bebas berperan sebagai H3PO4 dengan kadar maksimal 6 persen
  • Air (H2O) maksimal kadarnya 5 persen

Bentuk, Ciri-Ciri, dan Spesifikasi Pupuk SP 36

  • Pupuk SP 36 berbentuk butiran-butiran kecil
  • Punya warna abu-abu, jadi tidak putih
  • Kemasannya sak dengan cap atau gambar kerbau berwarna emas isinya biasanya 50 kilogram

Adapun fungsi dan manfaat pupuk SP36, antara lain berperan sebagai sumber unsur hara berbentuk fosfor bagi tanaman, merangsang pertumbuhan yang lebih baik sehingga tumbuhan bisa kuat, memacu tanaman supaya pembentukan bunga dan biji atau buah lebih cepat, bisa lebih cepat, pembentukan bunga menjadi biji atau buah bisa lebih besar persentasenya, serta meningkatkan daya tahan tanaman dari serangan , penyakit maupun kekeringan

Harga Pupuk SP-36

Pupuk yang beredar di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu pupuk bersubsidi dan pupuk non-subsidi. Untuk pupuk bersubsidi, harganya sudah diatur oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Menteri No. 60/PERMENTAN/SR.310/12/2015. Harga pupuk SP-36 subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram atau Rp100 ribu per sak 50 kg. Sementara, untuk harga pupuk SP-36 non-subsidi, terpaut jauh dengan harga pupuk subsidi, yakni sekitar Rp260 ribu per karung 50 kg.

Harga, pupuk, SP-36, subsidi, non-subsidi, per, kilogram, 50, kg, Indonesia, kandungan, ciri, fungsi, manfaat, panen, holtikultura, tanaman, hara, Petrokimia, Gresik, sak, karung, produksi, dijual, NPK, organik, non-organik, petani, pemerintah, bahan, jenis, proses

Butir-butir pupuk SP-36 (sumber: indotrading.com)

Cara Menggunakan Pupuk SP36

  1. Ditaburkan merata pada bedengan sebagai pupuk dasar.
  2. Ditaburkan di sekeliling tanaman sebagai pupuk susulan, kemudian ditimbun dengan tanah agar mudah diserap tanaman.
  3. Aplikasi pada tanaman perkebunan (tahunan), diberikan pada awal musim hujan, akhir musim hujan atau segera setelah panen.

Pupuk SP 36 bersifat mudah larut dalam air dan tidak bersifat higroskopis. Jadi, pupuk ini bisa digunakan sebagai pupuk dasar untuk tanaman semusim. Sementara itu, tanaman yang sifatnya tahunan bisa diberikan pada awal atau akhir musim penghujan. Anda juga bisa melakukan pemupukan setelah panen.

[Dian]

Baca juga  Harga Kurma Khalas 1 Kg di Pasaran dan Manfaatnya
loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Update Harga Pupuk SP-36 Subsidi dan Non-Subsidi"