Update Harga Obat Pantoprazole Tablet & Injeksi (20mg & 40mg)

Pantoprazole dikenal sebagai obat yang diklaim dapat membantu memulihkan kerusakan pada lambung dan kerongkongan yang disebabkan asam lambung, membantu mencegah tukak, serta membantu mencegah kanker kerongkongan. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi dosis 20mg hingga 40mg dengan berbagai merek pilihan. Anda dapat menemukan obat Pantoprazole di apotek terdekat dengan harga bervariasi.

Ilustrasi: Asam Lambung Naik (sumber: dettol.co.id)
Ilustrasi: Asam Lambung Naik (sumber: dettol.co.id)

Pantoprazole termasuk golongan obat Proton Pump Inhibitors (PPI). Proton Pump Inhibitors (PPI) bekerja dengan menghalangi sekresi asam dalam gaster. Kelebihan PPI dibandingkan H2 antagonis adalah PPI lebih komplet menutup produksi asam dan dalam jangka lebih lama. Tidak hanya baik dalam mengobati gejala nyeri dada, tetapi juga baik melindungi esofagus dari asam sehingga menyembuhkan proses keradangan di esofagus.

Bacaan Lainnya

PPI digunakan ketika H2 (Histamin) antagonis tidak dapat menghilangkan gejala dengan adekuat atau terjadi komplikasi GERD. Beberapa macam PPI adalah omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole. PPI sangat baik diberikan satu jam sebelum makan. Oleh karena PPI bekerja baik saat gaster aktif menghasilkan asam, yaitu setelah makan.[1]

Dilansir dari Hellosehat, Pantoprazole adalah obat untuk mengatasi berbagai masalah dan kerongkongan yang disebabkan oleh asam lambung. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi produksi asam lambung dalam perut Anda. Pantoprazole dapat meringankan gejala seperti mulas, sulit menelan, dan batuk berkepanjangan. Dosis Pantoprazole bisa berbeda-beda, tergantung dari kondisi pasien. Berikut dosis Pantoprazole untuk menangani sejumlah kondisi pada orang dewasa.

Dosis Pantoprazole

Erosi Esofagus (Kerongkongan)

Minum 40 mg sekali sehari sampai 8 minggu; namun tambahan 8 minggu dapat dipertimbangkan bagi pasien yang tidak sembuh setelah pengobatan awal. Keamanan dan kemanjuran melebihi 16 minggu terapi belum ditetapkan.

Dosis pemeliharaan: minum pantoprazole 40 mg sekali sehari. Studi terkontrol dibatasi sampai 12 bulan selama terapi pantoprazole.

Refluks Asam Lambung

Manula: 40 mg sekali sehari untuk 7-10 hari, diberikan melalui infus intravena dalam selama 15 menit. Terapi intravena harus segera dihentikan setelah pasien mampu melanjutkan terapi obat minum.

Oral: minum 40 mg sehari sekali, pengobatan jangka pendek (sampai 8 minggu); namun tambahan 8 minggu dapat dipertimbangkan pasien yang belum sembuh setelah pengobatan awal. Keamanan dan kemanjuran luar 16 minggu terapi belum ditetapkan.

Tukak Duodenal

Minum 40 mg sehari sekali, dosis ditingkatkan setiap 12 minggu dengan 40 mg secara bertahap sampai maksimum 120 mg per hari, untuk 28 minggu.

Ilustrasi: Sakit Tukak Lambung (credit: narayanahealth.org)

Tukak Lambung

Minum 40 mg sehari sekali.

Infeksi Helicobacter Pylori

Minum 40 mg dua kali setiap hari selama 7 hari, umumnya dalam hubungannya dengan clarithromycin dan juga amoxicillin atau metronidazole untuk memberantas helicobacter pylori, diikuti dengan minum 40 mg pantoprazole sekali sehari sampai hari ke-28.

Sindrom Zollinger-Ellison

Manula: 80 mg setiap 12 jam, diberikan lewat infus selama 15 menit. Dosis harian lebih dari 240 mg diberikan dalam dosis yang sama dengan dosis infus selama 15 menit, atau diberikan lebih dari 6 hari belum diteliti.

Oral: 40 mg dua kali sehari, sampai maksimal 240 mg per hari. Beberapa pasien telah menerima pengobatan dengan pantoprazole selama lebih dari 2 tahun.

Ulkus Peptikus

80 mg dua kali sehari, sebagai infus bolus sampai sekitar 15 menit, untuk dosis harian maksimal 240 mg, terbagi dalam tiga dosis yang sama.

Sejumlah reaksi mungkin bisa terjadi pada kondisi pasien tertentu. Berikut efek samping yang dilaporkan sebagian pasien setelah mengonsumsi obat Pantoprazole.

Efek Samping Pantoprazole

  • Perubahan berat badan
  • Mual, muntah, dan
  • Sakit dan kentut
  • Pusing, kelelahan, merasa lelah
  • Nyeri sendi
  • Sulit tidur (insomnia)

Perlu diingat, untuk menghindari efek samping yang membahayakan, Anda perlu berkonsultasi terlebih dulu pada dokter sebelum mengonsumsi obat Pantoprazole. Sebagai bahan referensi, berikut kami sajikan info harga terkini obat Pantoprazole.

Daftar Harga Pantoprazole 20mg dan 40mg

Obat untuk Memulihkan Kerusakan pada Lambung dan Kerongkongan – www.99.co
Pantoprazole Harga (Rp)
Pantoprazole Dexa 20 mg tab 30s 9.661 per tablet
Pantoprazole Etercon 40 mcg FC tab 10s 11.707 per tablet
Pantoprazole Dexa 40 mg tab 30s 11.890 per tablet
Pantoprazole Mahakam Beta Farma 20 mg tab 10s 11.982 per tablet
Pantoprazole Mahakam Beta Farma 40 mg tab 10s 14.863 per tablet
Pantocer 20 mg tab 30s 16.754 per tablet
Vomizole 20 mg FC tab 10s 18.494 per tablet
Pepzol 20 mg tab 10s 18.558 per tablet
Panvell 40 mg tab 10s 19.139 per tablet
Pantozol 20 mg tab 20.553 per tablet
Pepzol 40 mg tab 10s 24.101 per tablet
Pantozol 40 mg tab 26.087 per tablet
Vomizole 40 mg FC tab 10s 26.410 per tablet
Pantopump 40 mg FC Caplet 7s 32.394 per tablet
Pantoprazole 40 mg injeksi 50.000 per box

Jika dibandingkan 2020, harga obat Pantoprazole mengalami perubahan pada 2021 dan 2022. Misalnya, Pantocer 20 mg tab 30s yang dijual mulai harga Rp11.330 tahun 2020, naik menjadi Rp16.754 per tablet tahun 2021 dan 2022.

Berbeda dengan Pantoprazole Dexa 20 mg tab 30s yang turun harga dari Rp10.163 di tahun 2020, menjadi Rp10.089 tahun 2021, menjadi Rp9.661 per tablet tahun 2021. Pantoprazole Etercon 40 mcg FC tab 10s juga terpantau turun harga dari Rp12.055 di tahun 2020, menjadi Rp11.964 di tahun 2021, menjadi Rp11.707 per tablet tahun 2022.

Informasi harga Pantoprazole dalam berbagai merek dagang di atas dirangkum langsung dari situs resmi Apotek K24. Perlu Anda ketahui bahwa harga obat Pantoprazole dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Selain itu, harga Pantoprazole yang berlaku di setiap apotik atau toko obat bisa saja berbeda-beda, tergantung dari penawaran pihak penjual. Pantoprazole tergolong obat keras yang dapat dibeli dengan resep dokter.

[Update: Almas]

[1] Juniati, SH. 2013. Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT-KL Esofagus Edisi 2. Surabaya: Pusat Penerbitan dan Percetakan Universitas Airlangga.

Pos terkait