Info Terbaru Harga Mesin EDC All Merek (Baru dan Bekas)

Anda yang memiliki usaha pertokoan, pasti sudah tidak asing lagi dengan mesin EDC. Merupakan singkatan dari Electronic Data Capture, mesin ini memang semakin banyak dipakai oleh toko maupun ritel modern untuk kemudahan bertransaksi berbelanja konsumen. Di pasaran sendiri, mesin telah hadir dalam beragam merk, dan dijual dengan harga rata-rata jutaan rupiah per unit.

Ilustrasi: Mesin EDC (credit: dnaindia)
Ilustrasi: Mesin EDC (credit: dnaindia)

Dilansir dari Cermati.com, mesin tidak hanya berfungsi sebagai alat gesek tunai, tetapi Anda juga dapat menggunakan mesin EDC untuk transaksi pembayaran belanja, pembayaran biaya tol, hingga pembayaran biaya tiket pesawat dan listrik. Hal tersebut sudah dipaparkan dalam buku Bijak Ber-E-Banking yang diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bacaan Lainnya

Seperti alat transaksi lainnya, misal kartu kredit atau ATM, mesin juga hadir dalam beragam jenis. Jenis-jenis mesin EDC yang sering ditemukan untuk melakukan transaksi sebagai berikut.

Jenis Mesin

  • Fixed Line EDC, yaitu yang menggunakan line telepon dari telkom dan untuk biaya berlangganan akan dibayarkan ke PT Telkom. Tipe ini adalah default dari jenis mesin EDC. Komunikasi data menggunakan fiber optik yang disediakan oleh PT Telkom. Biaya komunikasi per sekali transaksi biasanya adalah Rp250. Harga ini tergantung dari PT Telkom sendiri dan bisa berubah-ubah sesuai ketentuan perusahaan.
  • GPRS EDC, adalah yang tergantung pada sinyal seluler, tapi sumber dayanya menggunakan listrik PLN sehingga harus selalu tersambung pada stop kontak PLN. Cara kerjanya memakai SIM card seperti handphone dan harus selalu tercolok ke stop kontak sebagai pengganti pemakaian baterai. Tipe ini yang sekarang dipergunakan di outlet-outlet yang tidak mempunyai line telepon fixed line.
  • GPRS Mobile EDC, yaitu mesin yang juga memanfaatkan sinyal seluler namun tidak harus dicolok ke stop kontak karena menggunakan baterai, sehingga bisa diisi ulang dan praktis dibawa ke mana saja. Biasanya, mesin EDC tipe ini dipergunakan hanya untuk pameran.
Baca juga  Info Terbaru Perbedaan Tabungan BRI Simpedes & Britama

Pada dasarnya, mesin berfungsi seperti mesin ATM. Dari sisi tampilan, mesin ini berbentuk persegi panjang dengan layar kecil dan tombol. Untuk menggunakannya mudah saja, berikut langkah-langkahnya.

Mesin EDC gesek tunai (sumber: bareksa.com)
Mesin EDC (sumber: maybank.co.id)

Cara Menggunakan Mesin

  • Menggesekkan kartu kredit/debit ke mesin EDC, biasanya kasir yang akan melakukan ini.
  • Setelah itu, kasir juga akan memasukkan jumlah transaksi yang harus dibayar.
  • Selanjutnya, kasir akan meminta pemilik kartu untuk memasukkan PIN.
  • Kemudian, struk transaksi akan keluar. Perlu dicatat jika sudah menggunakan PIN, maka tidak perlu ditandatangani struk-nya. Tetapi, jika tidak memasukkan PIN, maka harus tanda tangan.
  • Selain menggesek, kartu juga bisa dimasukkan ke dalam slot yang ada di bagian depan. Ini biasanya untuk kartu dengan chip seperti kartu kredit. Kartu kredit dengan chip dianggap lebih aman daripada kartu gesek karena meminimalkan bahaya skimming.

Terkadang, penggunaan mesin bisa mengalami error. Kesalahan ini dapat disebabkan oleh berbagai hal sebagai berikut.

Penyebab Mesin EDC Error

  • Reversal, line telepon, sinyal dari GPRS yang tidak bagus. Cara penanganannya relatif mudah, Anda cukup restart saja mesin EDC dengan menekan FUNCTION 3 ENTER, kemudian masukkan password. Mesin nantinya akan mati dan akan hidup dengan sendirinya, dan error pun akan hilang sehingga transaksi bisa dilanjutkan.
  • Adanya macam-macam penyebab seperti line telpon mati atau suara yang kurang jernih, bisa juga karena ada reversal sebelumnya. Kemungkinan lain adalah setting pada PABX yang tidak sesuai. Penanganannya sama dengan error di atas, yaitu restart dengan menekan tombol FUNCTION 3 ENTER, kemudian password 3636 ENTER, lalu mesin akan mati dan akan hidup dengan sendirinya. Setelah langkah ini dilakukan ternyata tidak berhasil, silakan hubungi bank penerbit mesin EDC. Berarti, mungkin 3 faktor tersebut bukan penyebabnya.
  • Transaksi yang tidak sukses, yang bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor sehingga membutuhkan reversal. Untuk mengetahui adanya reversal, bisa dilihat dengan cara menekan FUNCTION 1 dan ENTER. Setelah di layar muncul tulisan reversal, maka langkah berikutnya menghapusnya dengan cara menekan tombol FUNCTION kemudian 99 ENTER dan tekan 99 lagi, yang diikuti dengan 3 angka nomor mesin di bagian akhir.
Baca juga  Info Cara dan Biaya Transfer BNI ke Bank Mandiri Terkini

Seiring dengan perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan mesin EDC memang semakin penting, terutama bagi para pemilik usaha, termasuk pertokoan. Anda bisa mendapatkan mesin EDC ini melalui beberapa bank Tanah Air. Selain itu, Anda pun bisa membeli mesin ini di berbagai toko maupun situs jual beli online dalam negeri. Berikut informasi kisaran harga mesin EDC berbagai merk di pasaran.

Mesin EDC All Merek (sumber: sur.ly)
Mesin EDC All Merek (sumber: sur.ly)

Harga Mesin EDC Baru

Merek/Tipe Mesin EDC Harga
Ingenico IWL220 Rp471.000
Ingenico iCT220 Rp1.225.000
Ingenico EFT930G Rp1.700.000
PAX S900 Rp1.700.000
Verifone C680 Rp2.000.000
PAX 210 Rp2.300.000
Verifone VX 675 Rp2.950.000
PAX A930 Rp4.800.000
Move 2500 Rp5.120.000
Ingenico 5100 Rp8.004.000
Mesin EDC SMK Offline Rp8.100.000
Nexgo G3 Rp17.000.000
MPOS+ EDC Android Rp27.000.000

Harga mesin EDC mengalami perubahan hampir setiap tahun. Tercatat pada 2019, mesin EDC Ingenico iCT220 dijual mulai harga Rp1.050.000, Verifone C680 seharga Rp2 juta, PAX 210 seharga Rp4,5 juta, hingga Ingenico 5100 seharga Rp8.995.000. Seluruh produk mengalami penurunan harga pada 2020, untuk mesin EDC Ingenico iCT220 menjadi Rp937.500, Verifone C680 seharga Rp1,7 juta, PAX 210 seharga Rp2,16 juta, dan Ingenico 5100 seharga Rp7.995.000.

Memasuki 2021, harga beberapa mesin EDC terpantau naik dibandingkan 2020. Misalnya, Ingenico IWL220 naik sedikit dari harga Rp385.000 menjadi Rp395.000. Tak jauh berbeda dengan tipe Move 2500 yang dijual mulai harga Rp2,7 juta, naik menjadi Rp3,9 juta. Untuk mesin EDC SMK Offline mengalami kenaikan cukup tinggi dari Rp7 juta menjadi Rp8 jutaan. Sedangkan mesin EDC tipe lainnya harganya relatif stabil.

Baca juga  Ketentuan dan Update Biaya Asuransi BCA Smart Health Extra (BCA Smart Eazicare Blue)

Kenaikan harga mesin EDC kembali terjadi di tahun 2022. Sebagai contoh, MPOS+ EDC Android yang dibanderol Rp25 juta tahun 2021, naik menjadi Rp27 juta tahun 2022. Selain produk baru, di pasaran juga tersedia banyak mesin EDC bekas atau second, dengan harga yang tentunya jauh lebih murah. Berikut rincian harganya.

Mesin EDC Berbagai Macam Bank (credit: Detik)
Mesin EDC (credit: detik)

Harga Mesin EDC Bekas

Merek/Tipe Mesin EDC Harga
PAX S900 Rp225.000
Ingenico IWL220 Rp370.000
Ingenico iCT220 Rp500.000
Ingenico EFT930G Rp500.000
Verifone C680 Rp891.000
Move 2500 Rp1.100.000
PAX 210 Rp1.100.000
Ingenico 5100 Rp1.250.000
Mesin EDC SMK Offline Rp4.777.000

Jika dibandingkan 2020, harga mesin EDC mengalami perubahan pada 2021 dan 2022. Sebagai contoh, mesin EDC Ingenico IWL220 bekas dijual kisaran Rp449 ribu tahun 2020, turun harga menjadi Rp300 ribuan tahun 2021, tetapi naik menjadi Rp370 ribu tahun 2022. Begitu pula dengan mesin EDC Ingenico iCT220 yang turun harga dari Rp450 ribu tahun 2020, menjadi Rp400 ribuan tahun 2021, tetapi naik menjadi Rp500 ribu tahun 2022.

Untuk keamanan bertransaksi dengan mesin EDC, para penyedia fasilitas ini sudah diimbau untuk melengkapi produk mereka dengan standar pengamanan yang baik, seperti pengaman lubang slot kartu (biasanya berupa tambahan cover dari plastik transparan yang ada lampunya), keypad cover, serta selalu mengontrol kondisi mesin EDC dalam keadaan normal dan aman. Selain itu, produsen juga harus menyediakan call center atau hotline untuk laporan emergency.

[Update: Almas]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.