Info Terbaru Harga Makanan Kucing Bolt (1 kg, 5 kg, 8 kg, 20 kg)

Pakan menjadi hal yang penting Anda perhatikan ketika berniat memelihara hewan, termasuk kucing. Untungnya, karena kucing adalah salah satu peliharaan populer, tidak sulit menemukan pakan untuk mamalia ini. Ada berbagai merk yang sudah tersedia di pasaran, seperti Bolt, Meo, Whiskas, Proplan, Equilibrio, dan lain-lain, dengan harga yang dapat disesuaikan berdasarkan anggaran.

Dry Food Kucing (sumber: yourpetsneed.com)
Dry Food Kucing (sumber: yourpetsneed.com)

Anda tentunya sudah tidak asing lagi dengan kucing. Dikutip dari Wikipedia, kucing adalah sejenis mamalia karnivora dari keluarga Felidae. Kata ‘kucing’ biasanya merujuk kepada ‘kucing’ yang telah dijinakkan, tetapi bisa juga merujuk kepada ‘kucing besar’ seperti singa dan harimau karena memang hewan-hewan ini masih satu keluarga.

Bacaan Lainnya

Selain anjing, kucing adalah hewan peliharaan yang digemari masyarakat sejak dulu hingga detik ini,[1] bahkan menjadi peliharaan paling populer di dunia. Pasalnya, binatang ini merupakan hewan yang mudah beradaptasi dan dapat menjadi teman baik bagi manusia, serta telah berbaur cukup lama dengan kehidupan manusia.[2] Konon, binatang ini sudah berbaur dengan manusia sejak 6.000 tahun SM. Orang Mesir Kuno dari 3.500 SM bahkan dikatakan telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Setidaknya, ada sekitar 200 ras kucing yang telah tersebar di berbagai belahan dunia, mulai ras dengan ukuran tubuh yang kecil hingga yang tidak memiliki ekor.[3] Dari sekian banyak jenis yang beredar, beberapa yang menjadi favorit sebagai binatang peliharaan, terutama di Indonesia, antara lain kucing Persia, kucing Anggora, kucing Bombay, serta kucing American Shorthair.

Manfaat Memelihara Kucing

  • Sebuah pada 2009, dilansir dari Liputan6, menemukan bahwa sumber daya yang dibutuhkan untuk memberi makan seekor anjing selama masa hidupnya, menciptakan jejak kaki yang sama seperti mobil atau sangat kotor. Sementara itu, kucing, yang makan lebih sedikit secara umum dan lebih cenderung memakan ikan daripada produk yang beraroma jagung atau sapi, tidak meninggalkan kotoran sebanyak anjing.
  • Sebuah survei tahun 2010 terhadap pemilik hewan peliharaan Inggris oleh University of Bristol menemukan, orang yang memiliki kucing, lebih mungkin memiliki gelar sarjana daripada rekan-rekan mereka yang suka anjing. Pada 2014, seorang peneliti di Wisconsin menyurvei 600 mahasiswa dan menemukan bahwa pemilik kucing sebenarnya lebih pintar.
  • Memiliki hewan peliharaan apapun, baik untuk jantung seseorang. Kucing, khususnya, menurunkan tingkat stres seseorang, mungkin karena mereka tidak membutuhkan perhatian dan usaha lebih banyak seperti mengurus anjing, dan menurunkan jumlah kecemasan dalam hidup seseorang.
  • Membelai kucing memiliki efek menenangkan yang positif. Satu menemukan bahwa selama periode 10 tahun, pemilik kucing 30 persen lebih kecil kemungkinannya meninggal karena serangan jantung atau stroke daripada pemilik non-kucing (walaupun ini mungkin hanya karena pemilik kucing lebih santai dan memiliki stres yang lebih rendah).
  • Kucing bisa menjadi sahabat yang sama baiknya dengan anjing, terutama bagi wanita. Sebuah penelitian di Austria yang dilakukan pada tahun 2003 menemukan, memiliki kucing di rumah adalah setara emosional dengan memiliki pasangan yang romantis. Selain sering melakukan kontak, penelitian menunjukkan kucing akan mengingat kebaikan yang ditunjukkan kepada mereka dan dapat membalas budi.
  • Beberapa penelitian dan jajak pendapat di Inggris telah menemukan bahwa orang (terutama wanita) lebih suka tidur dengan kucing mereka daripada dengan pasangan mereka, dan mereka bahkan melaporkan tidur lebih baik dengan kucing daripada dengan manusia. Sebuah penelitian dari Pusat Klinik Obat Tidur Mayo menunjukkan, 41 persen orang dalam penelitian itu mengindikasikan mereka tidur lebih nyenyak karena hewan peliharaan mereka, sementara hanya 20 persen mengatakan bahwa itu menyebabkan gangguan.
  • Kucing memiliki reputasi sebagai hewan yang menyendiri dan tidak peduli dengan manusia, tetapi mereka telah menyelamatkan banyak nyawa selama bertahun-tahun. Seekor kucing di Inggris memperingatkan manusia ketika dia akan mengalami serangan epilepsi, sementara seekor kucing di Montana membangunkan dua manusia ketika pipa gas mulai bocor. Petugas pemadam kebakaran memberi tahu pasangan itu bahwa rumah itu bisa dengan mudah meledak jika bukan karena intervensi kucing.
Baca juga  Info Terbaru Harga Termos Es Kecil dan Ukuran Lainnya (Semua Merk)
Ilustrasi: Tips Memberikan Pakan Kucing (credit: purina.co.uk)
Ilustrasi: Tips Memberikan Pakan Kucing (credit: purina.co.uk) Ilustrasi: Tips Memberikan Pakan Kucing (credit: purina.co.uk)

Tips Memberikan Pakan Kucing

Layaknya hewan peliharaan lainnya, makanan pun menjadi hal yang sangat penting apabila Anda memelihara kucing. Tidak cuma nutrisi yang terkandung, pemberian untuk jenis dan usia kucing pun perlu Anda perhatikan. Pasalnya, makanan untuk anak kucing, kucing dewasa, serta kucing atau menyusui akan berbeda.

Kitten/anak kucing sudah dapat diberikan makan sekitar umur 3 hingga 4 minggu. Karena anak kucing masih belum bisa memakan makanan kering, Anda harus menyuapi anak kucing ini dengan pipet atau semacamnya. Seiring waktu, Anda bisa mengurangi kandungan air yang terdapat pada makanan anak kucing ini agar kucing bisa terbiasa dengan makanan sepenuhnya.

Sementara, untuk kucing Persia dewasa yang memiliki berat sekitar 4 hingga 5 kg, Anda bisa memberikan makanan yang dijual di pasaran dengan kandungan sekitar 300 kalori harinya. Perlu Anda perhatikan, dalam memilih makanan, harus berlabel balanced (completed). Hal ini menunjukkan bahwa makanan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang seimbang bagi kucing.

Baca juga  Info Terbaru Harga Panci Presto Airlux (Semua Ukuran)

Review Pakan Bolt

Sebenarnya, tidak susah menemukan makanan untuk kucing karena sudah ada banyak merk yang dijual di pasaran. Apabila Anda mencari produk dengan harga murah tetapi tetap bergizi, salah satu yang kerap direkomendasikan adalah Bolt. Ini adalah yang sedang booming di kalangan cat lover, terutama mereka yang berburu pakan repack.

Dikemas dalam wadah berwarna ungu plus gambar seekor kucing, pakan Bolt dikatakan memiliki tekstur yang empuk di kelasnya, meski mungkin belum seempuk merk lainnya, seperti Equilibrio misalnya. Kibble-nya berbentuk ikan dengan bagian kepala agak bulat dan tekstur tidak terlalu lengket atau tidak berminyak. Bau makanan ini bisa dikatakan mirip kacang almond caramel.

Berdasarkan label kemasan, kandungan Bolt antara lain jagung, tepung daging unggas, tepung gandung, protein kedelai isolate, tepung tuna, lemak unggas, hati ayam, digest, vitamin  dan mineral (vitamin A, palmitate, vitamin D3, vitamin E, L-ascorbyl-2-polyphosphate, thiamin, riboflavin, pantothenic acid, pyridoxine, biotin, choline chloride, ferrous sulfate, zinc sulfate, copper sulfate, manganese sulfate, sodium selenite, calcium iodate), taurine, dan antioksidan. Produk ini diklaim memiliki kadar protein kasar sebesar 28 persen, 9 persen lemak kasar, 4 persen kasar, dan 10 persen kelembapan.

Baca juga  Info Terbaru Harga Kain Parasut per Meter (Semua Varian)
Makanan Kucing Bolt (credit: Tokopedia)
Makanan Kucing Bolt (credit: Tokopedia)

Harga Bolt Cat Food

Kemasan Bolt Harga
Bolt Cat Food Repack 1 kg Rp21.000
Bolt Cat Food Tuna Donat Repack 1 kg Rp22.000
Bolt Cat Food Repack 5 kg Rp104.000
Bolt Cat Food Tuna Donat Repack 8 kg Rp164.000
Bolt Cat Food Repack 8 kg Rp168.000
Bolt Cat Food Tuna Donat 20 kg Rp370.000
Bolt Cat Food Ikan 20 kg Rp393.500

Harga pakan kucing Bolt di atas kami rangkum dari sejumlah sumber, termasuk pet shop dan situs jual beli online. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, harga Bolt Cat Food tahun 2021 dan 2022 mengalami perubahan.

Sebagai contoh, Bolt Cat Food Tuna Donat 20 kg yang dijual dengan harga mulai Rp406 ribu hingga Rp550 ribu tahun 2020, turun menjadi Rp370 ribu di tahun 2021 hingga 2022. Jika Anda membutuhkan informasi lebih lengkap, Anda bisa datang langsung ke pet shop terdekat di daerah Anda.

[Update: Almas]

[1] Saryoko, Andi dan Yustin Anggraheni Putri. 2016. Penerapan Metode Inferensi Forward Chaining dalam Mendiagnosa Penyakit Kulit pada Kucing. Jurnal Pilar Nusa Mandiri, Vol. XII (1): 91-101.

[2] Kurniati, Nia, dkk. 2017. Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kulit pada Kucing Menggunakan Certainty Factor. ILKOM Jurnal Ilmiah, Vol. 9(1): 34-41.

[3] Fauhani, Sabila Anindita, dkk. 2017. Perancangan Buku Ilustrasi sebagai Panduan dalam Memelihara Kucing untuk Remaja dan Dewasa Muda Usia 16-24 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna Universitas Kristen Petra, Vol. 1.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *