Update Harga Loratadine (Tablet, Strip, Box)

Alergi bisa menyerang siapa saja dan cenderung menyebalkan. Nah, untuk mengatasi gangguan seperti ini, sudah banyak obat yang dijual bebas di pasaran, salah satunya Loratadine. Memiliki indikasi untuk mengurangi gejala-gejala yang berkaitan dengan rhinitis alergi, seperti bersin, pilek, dan rasa gatal, obat dapat dibeli di apotek dengan harga yang cukup terjangkau.

Ilustrasi: mengonsumsi pil obat (sumber: goodrx.com)
Ilustrasi: mengonsumsi pil obat (sumber: goodrx.com)

Seperti dikutip dari Alodokter.com, rhinitis alergi adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Kondisi alergi dapat timbul pada orang yang memiliki riwayat atopi jika terpapar ulang dengan alergen spesifik, tetapi pada orang normal tidak menimbulkan reaksi.[1] Gejala pada kondisi ini biasanya langsung timbul setelah seseorang terpapar pemicu alergi (alergen). Seperti disampaikan di atas, beberapa gejala masalah ini antara lain hidung berair atau tersumbat, -bersin, mata yang gatal atau berair, kelelahan, hingga batuk-batuk.

Bacaan Lainnya

Penyebab utama rhinitis alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap pemicu alergi. Sistem kekebalan tubuh yang menganggap alergen sebagai substansi berbahaya kemudian melepaskan senyawa histamin ke dalam darah. Reaksi inilah yang bisa memicu pembengkakan dan iritasi pada hidung serta produksi cairan hidung yang berlebih. Rhinitis alergi dapat dialami oleh siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya rhinitis alergi.

Faktor Pemicu Rhinitis Alergi

  • Faktor keturunan. Risiko seseorang untuk mengalami rhinitis alergi akan meningkat jika orang tua atau saudara kandungnya juga memiliki kondisi yang sama.
  • Memiliki alergi jenis lain, misalnya asma.
  • Paparan dari lingkungan. Contohnya, perajin mebel yang terus terpajan debu kayu.
  • Paparan asap rokok. Bayi yang terpapar asap rokok, memiliki risiko mengalami rhinitis alergi di kemudian hari.

Perlu diketahui, setiap penderita alergi bisa mengalami gejala yang berbeda. Umumnya, gejala pada rhinitis alergi terbilang ringan dan mudah ditangani. Meski demikian, dapat juga muncul gejala-gejala yang cukup berat sehingga menghambat aktivitas sehari-hari. Penderita disarankan segera mengunjungi dokter jika mengalami gejala-gejala yang terasa sangat terganggu dan tidak kunjung membaik; obat alergi yang diminum tidak efektif atau justru memicu efek samping yang mengganggu; dan memiliki penyakit lain bisa memperparah rhinitis alergi, misalnya sinusitis, asma, atau polip dalam rongga hidung.

Proses diagnosis rhinitis alergi akan diawali dengan menanyakan gejala-gejala yang dialami serta riwayat kesehatan pasien. Dokter kemudian akan memeriksa hidung pasien untuk mencari kelainan yang dapat menjadi penyebab gejala. Contoh pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah endoskopi hidung, CT scan, atau tes pernapasan melalui hidung (nasal inspiratory flow test).

Indikasi Loratadine

Ilustrasi: karena alergi (sumber: healthifyme.com)

Rhinitis alergi memang tidak bisa disembuhkan, tetapi gejala penyakit ini bisa diredakan dan dikendalikan melalui langkah penanganan yang tepat. Nah, salah satu untuk meredakan gejala rhinitis alergi adalah dengan obat-obat seperti antihistamin, dekongestan, serta kortikosteroid. Jika antihistamin menjadi pilihan Anda, salah satu yang diklaim cukup mujarab adalah Loratadine.

Seperti dilansir dari WebMD, obat Loratadine adalah antihistamin yang mengobati gejala seperti gatal, pilek, mata berair, dan akibat ‘demam’ dan alergi lainnya. Selain itu, Loratadine juga digunakan untuk menghilangkan gatal-gatal. Meski demikian, obat ini tidak mencegah gatal-gatal atau mencegah dan mengobati reaksi alergi yang serius (misalnya Anafilaksis). Karena itu, jika dokter Anda telah meresepkan epinefrin untuk mengobati reaksi alergi, selalu bawa injektor epinefrin Anda. Jangan gunakan Loratadine sebagai pengganti epinefrin Anda.

Jika Anda menggunakan produk bebas resep untuk mengobati alergi sendiri, baca semua petunjuk pada paket produk sebelum mengonsumsi obat ini. Jika dokter Anda telah meresepkan obat ini, ikuti petunjuk dokter Anda dan instruksi pada label resep Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Minum obat ini melalui mulut dengan atau tanpa makanan, biasanya sekali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda atau paket produk. Jika Anda menggunakan tablet kunyah, kunyah setiap tablet dengan baik dan telan. Dosis didasarkan pada usia Anda, kondisi, dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis Anda atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan, dan jangan minum obat ini lebih dari yang direkomendasikan untuk usia Anda. Berikut dosis atau takaran mengonsumsi Loratadine.

Dosis Loratadine

  • dan anak-anak usia 12 tahun ke atas: 1 tablet 1 kali sehari.
  • Anak-anak usia 6 sampai 12 tahun dengan BB > 30 kg: 1 tablet 1 kali sehari.
  • Anak-anak usia 6 sampai 12 tahun dengan BB < 30 kg: 1/2 tablet 1 kali sehari.

Untuk mengatasi reaksi alergi pada pasien dewasa, dosis Loratadine yang biasanya direkomendasikan oleh dokter adalah 10 mg diminum satu kali sehari, atau 5 mg diminum dua kali sehari. Sementara itu, pada anak-anak usia 6 sampai 12 tahun, dosis obat ini adalah 5 mg satu kali sehari.

Harga Loratadine

Ilustrasi: Obat Loratadine Untuk Alergi (credit: verywellhealth)
Varian Loratadine Harga
Loratadine Novell 10 mg per tablet Rp468
Loratadine Novell 10 mg per strip (10 tablet) Rp4.200
Loratadine Novell 10 mg per box (5 strip) Rp16.805

JIka dibandingkan penawaran sebelumnya, harga obat Loratadine saat ini di pasaran cenderung turun. Misalnya, 1 box Loratadine Novell 10 mg yang semula dijual seharga Rp20.300, kini menjadi Rp16.805. Begitu pula dengan harga Loratadine Novell 10 mg per strip yang turun dari Rp5.711 menjadi Rp4.200.

Tidak sulit mendapatkan obat Loratadine untuk mengobati gejala rhinitis alergi. Pasalnya, Anda sudah bisa membeli obat ini di berbagai toko obat dan situs jual online. Untuk lebih jelas, Anda dapat datang langsung ke apotek seperti Apotek K24, Apotek  Farma, atau apotek lainnya.

Efek Samping Loratadine

Seperti obat pada umumnya, Loratadine juga tidak lepas dari efek samping. Efek samping yang sering ditimbulkan obat ini antara lain lemah, pusing, mulut kering, sakit kepala, mengantuk, mual dan gatal-gatal. Jika gejala alergi Anda tidak membaik setelah 3 hari perawatan atau jika penyakit Anda bertahan lebih dari 6 minggu, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Selain Loratadine, Anda dapat mengonsumsi obat lain dengan kandungan antihistamin dan  dekongestan untuk meredakan dan hidung tersumbat. Sementara itu, untuk mengurangi reaksi peradangan pada hidung, dapat menggunakan semprotan kortikosteroid. Anda pun dapat memakai obat tetes mata sesuai resep dokter untuk alergi di mata.

[Update: Ditta]

[1] Herawati dan Rukmini. 2003. Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok. Jakarta: EGC, hlm. 36.

Pos terkait