Update Harga Lisplang GRC (Polos dan Motif Kayu)

Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar hunian tampak cantik dan rapi, salah satunya dengan mengaplikasikan lisplang di bagian atap rumah. Tidak hanya membuat rumah menjadi lebih cantik, lisplang ini juga dapat bermanfaat melindungi bangunan dari sinar matahari serta hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan pada atap. Selain memakai bahan kayu, metal, atau beton, saat ini sudah banyak pemilik rumah yang menggunakan lisplang dari GRC. Dijual dengan harga terjangkau, lisplang GRC diklaim lebih awet, tahan terhadap api, serta punya tampilan yang variatif.

Lisplang GRC (sumber: grcboard.com)
Lisplang GRC (sumber: grcboard.com)

Pada intinya, atap adalah bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian bawahnya, terutama terhadap cuaca dan hujan.[1] Tidak cuma terdiri dari rangka serta atap itu sendiri, bagian tersebut juga dapat dipercantik dengan lisplang, yang membuat atap hunian menjadi tampak rapi serta terlindung dari matahari dan hujan.

Bacaan Lainnya

Umumnya, konstruksi atap, termasuk lisplang, terbuat dari material kayu, dengan bahan penutup dari genteng, seng, asbes, maupun metal sheet. Namun, kayu memiliki sejumlah kelemahan, antara lain kualitas kayu yang tidak merata, pelapukan yang disebabkan oleh serangan rayap, memuai atau menyusut karena perubahan cuaca, mudah terbakar, serta sumber daya yang semakin langka.[2]

Kelebihan Material GRC

Nah, sebagai alternatif pengganti kayu, saat ini telah banyak material lain yang dapat diaplikasikan. Salah satu bahan yang mulai populer adalah baja ringan atau galvalum, yang kerap dipilih lantaran diklaim sebagai baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis, dengan kekuatan yang tidak kalah dengan baja konvensional.[3] Kata galvalum sendiri merupakan akronim dari galvanis dan aluminium.

Selain galvalum, bahan ini yang juga semakin kerap dimanfaatkan masyarakat Indonesia adalah GRC atau Glass Reinforced Concrete atau dikenal juga dengan Glass Fibre Reinforced Concrete. Ini adalah material campuran dari beton dan serat kaca, dengan komposisi umumnya terdiri dari serat kaca berdaya tahan tinggi dan tahan alkali, yang dikombinasikan bersama dengan campuran semen seperti beton dan sebagainya.

Pengertian lain, GRC board adalah papan semen -glass yang ringan, tahan terhadap kelembapan, dan tidak mudah lapuk.[4] GRC board ini konon tidak dapat terbakar, baik untuk sistem partisi dan ketahanan terhadap api, tahan terhadap jamur dan rayap, yang akhirnya tidak hanya membuat bangunan yang berkualitas, tetapi juga memastikan bangunan yang tahan lama dan mudah perawatannya.

Instalasi GRC board (twitter: @grcboardefo)

Ada pula yang menjelaskan bahwa GRC adalah jenis beton yang terbuat dari fine grained concrete (matriks beton) dan diberi perkuatan serat yang terdistribusi secara merata ke seluruh volume beton atau bagian-bagian tertentu.[5] Gabungan beton dan serat dipastikan melalui ikatan sepanjang permukaannya, memberikan sebuah daerah kontak serat-beton yang besar, yang akhirnya menghasilkan sifat baru dari GRC.

Dikutip dari Dekoruma, GRC konon pertama kali dikembangkan sekitar tahun 1960-an sebagai alternatif dari beton yang diperkuat dengan material baja atau Steel Reinforced Concrete. Awalnya diproduksi sebagai bahan pelapis eksterior, material ini kini sudah bisa diolah menjadi berbagai variasi bentuk yang kompleks sebagai bagian dari komponen profil dan arsitektur bangunan.

Menurut GRC Kharisma Perkasa, produk ini mempunyai karakteristik yang sangat istimewa, dan hal inilah yang menjadikan GRC lebih diminati oleh konsultan dan kontraktor di Indonesia. Pasalnya, GRC memiliki sifat yang efisien dan fleksibel serta sangat baik untuk diterapkan dalam beragam desain arsitektur, baik di sektor eksterior maupun di bagian interior.

Sementara, dikatakan GRC Board Gemilang Karya, bahan ini memiliki beberapa keunggulan jika diaplikasikan dalam desain interior maupun eksterior bangunan. Material GRC diklaim ringan, tahan terhadap kelembapan (bahkan air), tidak mudah lapuk, tahan terhadap jamur dan rayap, serta sangat sesuai dengan area basah, seperti kamar mandi, dapur, atau teras.

Aplikasi GRC paling umum saat ini untuk hunian modern adalah sebagai bagian penahan eksterior dan interior rumah. Elemen-elemen seperti tiang rumah, bingkai jendela, papan dekoratif, pondasi lantai, bangunan modular, dan cetakan juga bisa dibuat dari material ini dengan keunggulan tersendiri. Tidak hanya itu, GRC board juga sering dipakai untuk pembangunan jembatan hingga selokan.

Kelebihan Lisplang GRC

Papan lisplang GRC (sumber: bukalapak)

Tidak cuma itu, material GRC juga dapat dimanfaatkan sebagai lisplang. Karena menggunakan kaca serat sebagai penguat, alih-aling tulangan baja layaknya beton biasa, lisplang berbahan GRC diklaim punya bobot sangat ringan, dimensi yang tipis, serta dapat dibentuk dalam berbagai desain. Karena itu, GRC sangat cocok Anda gunakan sebagai bahan pelapis, tidak hanya lisplang, tetapi juga talang hingga atap berbentuk kubah.

Ada banyak keuntungan yang bisa Anda peroleh saat memilih mengaplikasikan lisplang GRC. Produk ini selain punya bobot yang ringan, juga diklaim memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap api. Jika dibandingkan dengan kayu, lisplang GRC mempunyai sifat yang cenderung sulit merambatkan api sehingga jauh lebih aman untuk meminimalkan risiko kebakaran rumah.

Bosan dengan lisplang kayu metal yang rentan karat karena sering terkena hujan dan matahari? Anda bisa beralih ke lisplang GRC karena dikatakan tidak mudah mengalami kerusakan dan karat walau kerap terkena cipratan hujan. Bahkan, lisplang GRC ini dinilai tidak gampang mengalami pelapukan meskipun terkena lembap dan jamur, sehingga pas diaplikasikan untuk hunian di negara tropis seperti Indonesia.

Walaupun material penyusunnya mirip dengan beton, tetapi lisplang GRC menawarkan fleksibilitas desain untuk disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pemilik hunian. Jika Anda kebetulan menempati rumah dengan konsep modern, Anda dapat memakai lisplang GRC berdesain minimalis agar serasi. Sementara, untuk Anda yang mengidamkan tampilan lebih etnik atau tradisional, sudah tersedia lisplang GRC menyerupai serat kayu.

Kelebihan lainnya lisplang GRC, atau mungkin yang utama, adalah punya harga yang sangat ekonomis. Jika dibandingkan lisplang dengan material beton biasa, metal, atau kayu, harga lisplang GRC umumnya jauh lebih murah. Tidak hanya itu, Anda pun bisa menekan biaya dan tenaga pengerjaan karena pemasangan bahan ini memerlukan waktu yang relatif singkat.

Nah, apabila Anda tertarik mengaplikasikan lisplang GRC pada atap rumah Anda, tidak sulit mendapatkan material ini. Anda sudah bisa membelinya di berbagai toko bahan bangunan maupun situs jual beli online. Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung ukuran lisplang. Sebagai referensi, berikut info terbaru kisaran harga lisplang GRC di pasaran dalam negeri.

Harga Lisplang GRC

Lisplang GRC motif kayu (youtube: Gembel Parung
Ukuran Lisplang GRC Harga
Simple Plank Lisplang GRC 244 x 7,5 x 0,9 cm Rp17.000 per lembar
Simple Plank Lisplang GRC 244 x 10 x 0,8 cm Rp21.000 per lembar
Nusa Board Lisplang GRC 240 x 10 x 0,8 cm Rp24.000 per lembar
Superplank Lisplang GRC 244 x 10 x 0,9 cm Rp28.000 per lembar
Elephant Lisplang GRC 400 x 10 cm x 0,8 cm Rp28.500 per lembar
Lisplang GRC Serat Kayu 240 x 10 cm Rp28.500 per lembar
Nusa Board Lisplang GRC 240 x 20 x 0,8 cm Rp33.000 per lembar
Timberplank Lisplang GRC Urat Kayu 244 x 20 x 0,8 cm Rp40.000 per lembar
Lisplang GRC Serat Kayu 400 x 10 cm Rp40.000 per lembar
Simple Plank Lisplang GRC 244 x 20 x 0,8 cm Rp41.000 per lembar
Superplank Lisplang GRC 244 x 20 x 0,9 cm Rp48.000 per lembar
Nusa Board Lisplang GRC 240 x 30 x 0,8 cm Rp55.000 per lembar

Harga lisplang GRC di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk toko material bangunan dan situs jual beli online. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, harga material ini relatif stabil. Super Plank Lisplang GRC 244 x 20 x 0,9 cm misalnya, awalnya dijual Rp47 ribu dan sekarang sedikit naik menjadi Rp48 ribuan per lembar. Sementara itu, harga Superplank Lisplang GRC 244 x 10 x 0,9 cm yang semula Rp26 ribu sampai Rp29 ribuan, saat ini berkisar Rp28 ribuan per lembar.

[1] Pangaribuan, Mekar Ria. 2014. Baja Ringan sebagai Pengganti Kayu dalam Pembuatan Rangka Atap Bangunan Rumah Masyarakat. Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Ratu Samban Bengkulu, Vol. 2(4): 648-655.

[2] Ibid.

[3] Ibid.

[4] Nugraha, Paul dan Antoni. 2007. Teknologi Beton. Yogyakarta: CV Andi Offset.

[5] Zakki, Ahmad Fauzan. 2015. Studi Eksperimen Material GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) sebagai Bahan Dasar pada Modular Floating Pontoon. Jurnal Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro, Vol. 3(4).

Pos terkait