
Pengertian dan Aplikasi Listrik Tenaga Surya
Listrik tenaga surya bisa dikatakan sebagai pembangkit listrik yang mengubah energi surya (sinar matahari) menjadi energi listrik. Umumnya, pembangkitan listrik bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu secara langsung menggunakan fotovoltaik dan secara tidak langsung menggunakan pemusatan energi surya. Jika fotovoltaik mengubah secara langsung tenaga cahaya menjadi listrik, maka pemusatan energi surya menggunakan sistem lensa atau cermin yang dikombinasikan dengan sistem pelacak guna memfokuskan energi matahari ke satu titik untuk menggerakkan mesin kalor. Sebagai salah satu sumber daya, panel surya memang dapat diterapkan dalam berbagai fasilitas umum atau publik. Fasilitas umum sendiri adalah bangunan atau sarana yang dibangun untuk kepentingan publik dan dapat diakses oleh siapa pun. Fasilitas umum ini di antaranya adalah rumah sakit, penginapan (termasuk hotel), sekolah, stasiun, bandara, dan lain sebagainya. Penggunaan panel surya untuk fasilitas publik salah satunya dapat diterapkan pada penginapan. Di Indonesia, penggunaan panel surya untuk hotel ini telah dilakukan di Kabupaten Semarang, tepatnya oleh The Wujil Resort & Convention Ungaran. Hotel ini memiliki setidaknya 36 panel surya ukuran besar dan 30 panel surya berukuran kecil untuk mendukung pencahayaan dan sumber pemanas air. Selain hotel, Kabupaten Semarang juga menggunakan panel surya untuk kebutuhan fasilitas publik lainnya. Di wilayah ini, sejumlah ruas protokol sudah dipasangi dengan lampu penerangan jalan yang berasal dari tenaga surya. Selain di jalan protokol, panel surya berukuran 80 x 25 x 5 cm juga dipasang untuk lampu LED di Kantor Dinas Pekerjaan Umum yang memiliki sensor otomatis.Apa Itu Lampu Jalan Tenaga Surya?
Seperti disinggung sebelumnya, energi surya juga dapat digunakan untuk menyalurkan energi listrik ke lampu-lampu jalan. Lampu jalan secara singkat dapat disebut sebagai lampu yang dipakai sebagai penerangan jalan, terutama pada malam hari. Biasa disebut PJU, lampu ini umumnya dipasang di pinggir-pinggir jalan guna meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan para pengguna jalan. Jika berbicara mengenai lampu PJU di Indonesia, Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan model lampu SRP-826 yang diproduksi oleh Philips. Kemudian, lampu ini digantikan posisinya oleh Philips Spectrum pada tahun 2004. Ada juga lampu Philips HRC-551 yang mengusung model kobra karena terlihat seperti ular kobra yang sedang marah jika dipasang ke arah jalan. Selain itu, terdapat juga model Philips Velocity SGP338 yang banyak dipasang di jalan-jalan yang memiliki ukuran tidak terlalu lebar dan dilalui kendaraan dengan kecepatan sedang. Jika Anda berdomisili di Sidoarjo dan sekitarnya, Anda pasti sering menemui lampu jalan model ini. Di luar merk Philips, lampu jalan produksi General Electric juga cukup banyak ditemui di jalanan Indonesia, terutama di kota-kota kecil, karena harganya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan lampu buatan Philips. Terlepas dari merk lampu PJU yang bersangkutan, umumnya lampu penerangan jalan ini masih menggunakan listrik pasokan PLN untuk memasok sumber energi. Namun, seiring dengan kampanye ramah lingkungan yang kian masif dan untuk penghematan biaya, sekarang sudah banyak lampu PJU di Indonesia yang telah memakai tenaga surya sebagai pemasok energi listrik. Sesuai namanya, lampu penerangan jalan tenaga surya adalah lampu yang daya listriknya berasal dari energi matahari. Selain PJUTS, beberapa kalangan juga menyebut lampu model ini dengan istilah PJU Tenaga Surya, PJU LED Tenaga Surya, dan juga PJU Solar Cell. Meski berbeda istilah, poin utama dari lampu ini adalah tenaga listrik yang berasal dari cahaya matahari, yang disimpan di dalam baterai, sehingga tidak memerlukan suplai dari PLN. Selain itu, lampu PJU tenaga surya ini umumnya juga sudah menggunakan lampu dengan teknologi LED. Lampu jalan tenaga surya tidak memerlukan kabel listrik, dan karenanya sangat cocok untuk daerah yang jauh dari jangkauan listrik. Di samping itu, lampu model ini juga memberikan kemudahan instalasi karena tidak memerlukan kabel seperti layaknya lampu penerangan konvensional lainnya. Beberapa kelebihan menggunakan lampu penerangan jalan tenaga surya adalah sebagai berikut.Kelebihan Lampu Jalan Tenaga Surya

- Daya tahan modul solar panel dan LED yang lama.
- Bersifat mandiri, tanpa jaringan tenaga listrik.
- Menggunakan energi matahari, salah satu sumber energi terbarukan.
- Tidak perlu merusak untuk membangun jaringan listrik.
- Instalasi yang mudah, tanpa perawatan, dan mudah dipindahkan ke lokasi yang lain.
Harga Lampu Jalan Tenaga Surya
| Kapasitas Lampu Jalan Tenaga Surya | Harga |
| PJU LED Solar Cell 18 Watt | Rp145.000 |
| PJU LED Solar Cell 20 Watt | Rp159.500 |
| PJU LED Solar Cell 30 Watt | Rp160.000 – Rp175.000 |
| PJU LED Solar Cell 40 Watt | Rp220.000 |
| PJU LED Solar Cell 60 Watt | Rp225.000 – Rp250.000 |
| PJU LED Solar Cell 90 Watt | Rp245.000 – Rp399.900 |
| PJU LED Solar Cell 200 Watt | Rp440.000 – Rp550.000 |
| PJU 200 Watt SMD LED | Rp575.000 |
| PJU 600 Watt SMD LED | Rp699.000 |
| Talled PJU LED Solar Cell 200 Watt | Rp4.399.000 |
| PJU LED Solar Cell 40 Watt Komplet | Rp4.750.000 |
| Philips PJU LED Solar Cell 40 Watt | Rp4.950.000 |
| Talled PJU LED Solar Cell 250 Watt | Rp5.299.000 |
| PJU LED Solar Cell 60 Watt Komplet | Rp5.750.000 |
| Sankelux PJU LED Solar Cell 40 Watt | Rp7.999.200 |
| Talled PJU LED 150 Solar Cell | Rp10.200.000 |
| Sresky SSL-36 PJU LED Solar Cell 60 Watt | Rp13.200.000 |
Kategori: Elektronik
Tag: jalan, kendaraan bermotor, Lalu Lintas, lampu, LED, listrik, sistem, teknologi