Keunggulan dan Info Terbaru Harga Kayu Waru

Meski sekarang sudah tersedia bahan lain, kayu tetap menjadi favorit banyak orang untuk membuat pondasi rumah atau furniture. Di sendiri, sudah ada banyak jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut, salah satunya kayu waru. Punya keunggulan lumayan awet dan cukup kuat, kayu waru dijual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan jenis kayu lainnya seperti kayu jati.

Pohon waru (sumber: pinterest)
Pohon waru (sumber: pinterest)

Mengenal Pohon Waru

Seperti yang kita ketahui, kayu merupakan produk biologi yang serbaguna dan telah lama digunakan, baik untuk rumah tangga, senjata, maupun sebagai bahan bangunan. Sebagai bahan bangunan, kayu masih digunakan karena harganya memang relatif murah dibandingkan bahan bangunan lainnya.[1] Selain itu, kayu mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi dan punya penampilan dekoratif.[2][3]

Bacaan Lainnya

Saat ini, sudah banyak pohon yang dapat dimanfaatkan kayunya untuk berbagai kebutuhan, salah satunya kayu waru. Waru atau baru (Hibiscus tiliaceus, suku kapas-kapasan atau Malvaceae), juga dikenal sebagai waru laut, dan dadap laut (Pontianak) telah lama dikenal sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Meski tajuknya tidak terlalu rimbun, waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya.

Sebenarnya tanaman waru masih satu marga dengan kembang sepatu. Tumbuhan yang awalnya berasal dari daerah tropis di Pasifik bagian barat itu sekarang berkembang luas di seluruh wilayah Pasifik. Tanaman waru secara umum memiliki daun yang bertangkai, dengan bentuk bundar telur menyerupai jantung. Sementara itu, buahnya berbentuk telur, berparuh pendek, beruang 5 tak sempurna, membuka dengan 5 katup. Bijinya kecil dan berwarna cokelat muda. Adapun waru, berbentuk tunggang dan berwarna putih kekuningan.

Tanaman waru sering dijadikan sebagai tanaman pelindung karena memiliki kemampuan bertahan yang tinggi, yaitu toleran terhadap kondisi kering dan tergenang. Tumbuhan ini dapat tumbuh baik di daerah panas dengan curah hujan 800 sampai 2.200 mm. Waru biasa ditemui di pesisir pantai yang berpasir dan kawasan hutan bakau. Tanaman ini juga terkadang tumbuh liar di hutan dan ladang, serta ditanam di pekarangan atau tepi jalan.

Keunggulan Kayu Waru

Sebagai sebuah pohon, kayu waru terasa agak ringan, cukup padat, memiliki struktur yang cukup halus, dan berwarna kelabu-kebiruan, semu atau cokelat keunguan, atau kehijau-hijauan. Kayu waru terasa liat dan awet di dalam tanah, biasanya digunakan sebagai bahan bangunan atau perahu, roda pedati, gagang perkakas, ukiran, serta kayu bakar. Sementara itu, dari kulit batang dapat diperoleh serat yang disebut lulup waru dan sangat baik untuk dijadikan tali.

Karena memiliki banyak manfaat, kayu waru saat ini telah menjadi salah satu komoditas alam yang banyak diburu. Harga kayu waru sendiri bervariasi, tergantung ukuran atau diameternya, meski masih tergolong cukup terjangkau. Berikut informasi terbaru kisaran harga kayu waru di pasaran (masih dalam bentuk gelondongan).

Kayu Waru – www.dutarimba.com

Harga Kayu Waru

Panjang Diameter Kisaran Harga
130 cm – 190 cm 10 cm – 19 cm Rp380.000
130 cm – 190 cm > 20 cm Rp490.000
200 cm – 250 cm 20 – 29 cm Rp650.000
200 cm – 250 cm > 30 cm Rp720.000
> 250 cm 20 – 29 cm Rp750.000

Informasi harga kayu waru di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk beberapa situs jual beli online. Perlu Anda catat bahwa harga kayu waru tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harganya memang sedikit naik. Kayu waru panjang 130 cm sampai 190 cm dengan diameter 10 cm sampai 19 cm misalnya, semula dijual Rp350 ribu dan sekarang menjadi Rp380 ribuan.

Di dalam negeri, juga sudah ada beberapa pedagang yang menawarkan kayu waru dalam bentuk reng dan papan solid. Untuk reng kayu waru berukuran 100 cm, sekarang dijual dengan harga mulai Rp2.000 per buah. Sementara itu, harga papan solid dari kayu waru saat ini berada di kisaran Rp11.500 hingga Rp25.000 untuk ukuran 105 cm x 18 cm x 1,8 cm.

Meskipun murah dan banyak manfaat, kayu waru tergolong kayu yang kurang awet dan dikategorikan kelas V. Kayu tersebut mudah diserang serangga perusak kayu seperti rayap karena tinggi selulosa dan punya tekstur yang tidak terlalu keras. Untuk membuatnya lebih kokoh, disarankan  diawetkan terlebih dahulu, salah satunya direndam di dalam air selama beberapa waktu.

[1] Hadjib, Nurwati, Mohammad Muslich, Ginuk Sumarni. 2006. Sifat Fisis dan Mekanis Kayu jati Super dan Jati Lokal dari Beberapa Daerah Penanaman. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 24(4): 359-369.

[2] Ibid.

[3] Anugraini, Arif Seswi, Rida Safuan Selian, Ramdiana. 2017. Kerajinan Kayu Gerupel dalam Konteks Masyarakat Gayo. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah, Vol. II(1): 13-19.

Pos terkait