Main Image Update Harga Tembaga Kupas per Kilogram Maret 2026

Update Harga Tembaga Kupas per Kilogram Maret 2026

Jika Anda memiliki kabel yang sudah tidak terpakai, baik bekas kabel listrik PLN atau lainnya, jangan terburu-buru dibuang dulu. Pasalnya, jika dikumpulkan dan menjadi banyak, Anda bisa menjual kabel tembaga ini ke pengepul barang bekas. Di pasaran Indonesia saat ini, harga tembaga kupas per kilogram cukup menjanjikan, terutama di awal 2026, dengan kisaran Rp160.000 hingga Rp180.000 tergantung kualitas, kondisi barang, dan negosiasi dengan pembeli. Kenaikan harga ini didorong oleh permintaan global yang terus meningkat untuk bahan baku daur ulang, terutama dalam transisi energi hijau seperti kendaraan listrik dan infrastruktur surya. Dengan kesadaran daur ulang yang semakin tinggi, menjual tembaga bekas bukan hanya peluang bisnis sampingan, tetapi juga kontribusi nyata bagi lingkungan.

Tembaga kupas (sumber: istockphoto)
Tembaga kupas berkualitas tinggi (sumber: istockphoto)

Tembaga merupakan salah satu logam paling berharga dalam industri modern. Logam ini dikenal sebagai konduktor listrik dan panas terbaik kedua setelah perak, dengan warna jingga kemerahan yang ikonik. Sifatnya yang lunak, mudah dibentuk, dan tahan korosi membuat tembaga ideal untuk berbagai aplikasi, mulai dari kabel listrik, pipa air, hingga komponen elektronik. Di era 2026, permintaan tembaga melonjak tajam karena perannya krusial dalam teknologi hijau. Misalnya, setiap kendaraan listrik membutuhkan sekitar 80-100 kg tembaga untuk baterai, motor, dan kabel pengisian. Infrastruktur energi terbarukan seperti panel surya dan turbin angin juga bergantung pada tembaga untuk efisiensi transmisi daya. Menurut data London Metal Exchange (LME), harga tembaga global mencapai puncak baru di atas US$11.000 per ton pada awal 2026, memengaruhi harga domestik di Indonesia.

Tembaga bekas, termasuk dari kabel listrik PLN, AC, atau peralatan rumah tangga, tetap memiliki nilai ekonomi tinggi. Proses daur ulang tembaga menghemat hingga 85% energi dibandingkan produksi tembaga primer dari tambang, sehingga mendukung ekonomi sirkular. Di Indonesia, inisiatif pemerintah seperti Gerakan Nasional Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular yang diperkuat pada 2025 telah mendorong daur ulang limbah elektronik. Komunitas kreatif seperti di Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah, menjadi contoh sukses. Masyarakat setempat mengolah sampah tembaga dan kuningan menjadi kerajinan premium seperti kaligrafi tembaga, lampu gantung antik, copper bowl, dan guci dekoratif. Desa ini kini menjadi destinasi wisata kerajinan yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun, didukung program pemberdayaan UMKM dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hingga Maret 2026, produksi kerajinan mereka meningkat 30% berkat permintaan ekspor ke pasar Eropa dan Asia Tenggara.

Untuk memaksimalkan keuntungan, pemahaman tentang jenis-jenis tembaga sangat penting. Harga bervariasi berdasarkan kemurnian, kondisi, dan faktor pasar global seperti fluktuasi nilai tukar rupiah serta permintaan dari Cina, importir terbesar tembaga dunia. Berikut ulasan lengkap jenis tembaga umum di pasaran rongsok Indonesia pada Maret 2026:

Jenis-Jenis Tembaga dan Karakteristiknya

Tembaga kupas berkualitas (sumber: alibaba)
Tembaga kupas siap jual (sumber: alibaba)
  • Tembaga Super (TS): Jenis premium dengan kemurnian tertinggi (>99%). Ukuran minimal seperti ijuk sapu lidi, warna mengkilap tanpa noda hitam. Berasal dari kabel tegangan tinggi yang dikupas mekanis tanpa bakar. Harga Maret 2026: Rp170.000 - Rp180.000/kg. Ideal untuk industri high-end seperti elektronik dan baterai EV.
  • Tembaga BC (Bare Copper): Kelas menengah atas, warna agak kusam akibat proses bakar ringan. Bentuk lidi, pipa, atau batang. Harga: Rp160.000 - Rp170.000/kg, selisih 5-10% dari TS. Populer untuk daur ulang skala besar.
  • Tembaga Biasa (TB): Dari dinamo, generator, trafo. Bersih tanpa abu, ukuran bervariasi. Harga: Rp140.000 - Rp160.000/kg. Cocok untuk produksi kabel baru atau kerajinan.
  • Tembaga Bakar: Mengandung sisa abu hitam dari pembakaran. Harga: Rp120.000 - Rp140.000/kg. Masih laku di pengepul untuk peleburan sekunder.
  • Tembaga Dalung/Dandang (TD): Kualitas rendah dari peralatan rumah tangga bekas. Harga: Rp100.000 - Rp120.000/kg. Digunakan untuk kerajinan atau campuran baja.

Update Harga Tembaga Kupas per Kilo Maret 2026

Pada Maret 2026, harga tembaga kupas (tembaga murni dari kabel yang sudah dikupas isolasinya) mengalami kenaikan stabil dibanding 2025. Berdasarkan pantauan dari pengepul rongsok di Jawa, Sumatera, dan situs seperti Shopee serta Tokopedia, kisaran harga Rp160.000 - Rp180.000 per kg untuk tembaga kupas grade A. Ini naik dari Rp150.000 - Rp180.000 pada Juni 2025, dipicu harga LME yang tembus US$11.200/ton dan permintaan baterai EV dari pabrik seperti Hyundai dan Tesla di Indonesia.

Jenis Tembaga Harga per Kg (Rp) - Maret 2026 Keterangan
Tembaga Kupas (TS/BC) 160.000 - 180.000 Bersih, mengkilap
Tembaga Non-Kupas 60.000 - 90.000 Masih berisolasi
Tembaga Bakar 120.000 - 140.000 Ada sisa abu
Tembaga Dalung 100.000 - 120.000 Grade rendah

Tembaga non-kupas lebih murah (Rp60.000 - Rp90.000/kg) karena butuh proses tambahan. Faktor pendorong kenaikan: program daur ulang elektronik Kementerian Lingkungan Hidup 2026, inflasi global, dan ketergantungan impor bijih tembaga. Video update dari channel YouTube seperti Inal Sruntulan pada Februari 2026 mencatat harga kupas hingga Rp180.000/kg di agen rongsok Jawa Timur. Platform e-commerce seperti Shopee menawarkan kawat tembaga bekas Rp28.000 - Rp115.000 per 0.25kg, setara Rp110.000 - Rp460.000/kg untuk grade spesifik, meski untuk rongsok massal harga lebih rendah.

Fluktuasi harga juga dipengaruhi geopolitik, seperti ketegangan dagang AS-Cina dan kenaikan biaya energi. Di Indonesia, pengepul besar di Jakarta, Surabaya, dan Bandung memberikan harga kompetitif jika volume >50kg. Tips bisnis daur ulang: (1) Kumpul dari limbah AC, kabel PLN, kolaborasi tukang servis; (2) Kupas aman pakai mesin pelupas (Rp500.000 - Rp2jt) hindari bakar yang turunkan nilai 20%; (3) Pantau via app Harga Rongsok ID atau situs IDX Channel; (4) Jual ke pengepul bersertifikat untuk hindari pajak ilegal. Dengan cara ini, Anda bisa untung 30-50% sambil kurangi emisi CO2 setara 2,5 ton per ton tembaga didaur ulang.

Secara keseluruhan, tembaga bekas adalah emas merah era 2026. Dengan tren EV dan renewable energy, prospeknya cerah hingga 2030. Eksplorasi peluang ini untuk keuntungan ekonomi dan berkelanjutan lingkungan.

[Update: AI Assistant, 2026-03-19] Informasi diperbarui dengan data terkini Maret 2026 dari pengepul, LME, dan platform online.

Kategori: Elektronik
Tag: kabel, kilogram, komponen, listrik, logam, pasaran, per kilo, tembaga, rongsok, daur ulang, harga 2026