Info Terbaru Harga Insulin Suntik di Apotik (Berbagai Merek)

Insulin merupakan salah satu hormon yang sangat penting untuk mengatur penggunaan karbohidrat di dalam tubuh. Jika jumlah insulin dalam tubuh terganggu, maka kadar gula darah pun ikutan terpengaruh dan berisiko terserang sejumlah penyakit, salah satu yang berbahaya adalah diabetes. Untung saja, sekarang sudah banyak insulin (biasanya berupa suntik) yang telah dijual di apotek maupun toko obat, walaupun harga jualnya memang terbilang mahal.

Insulin (sumber: axios.com)
Insulin (sumber: axios.com)

Manfaat Insulin Suntik

Hormon insulin memang memiliki efek yang besar terhadap metabolisme tubuh. Pertama, insulin memiliki efek pada hati, terutama pada glikogenesis, meningkatkan sintesis, trigliserida, kolesterol, serta menghambat ketogenesis dan glukoneogenesis.[1] Insulin pun dapat membantu sintesis protein dengan meningkatkan transfer asam amino serta merangsang sintesis protein ribosomal.

Bacaan Lainnya

Disalin dari Sehatq.com, setelah Anda mengonsumsi makanan atau yang mengandung karbohidrat, tubuh akan mengubah zat tersebut menjadi glukosa. Lalu, glukosa akan diserap ke aliran darah. Setelah glukosa memasuki aliran darah, hormon insulin akan mulai bekerja. Hormon ini akan menginstruksikan sel-sel yang ada di tubuh Anda, untuk menyerap gula tersebut dan mengubahnya menjadi energi. Insulin juga akan membantu mengatur keseimbangan kadar gula dalam darah.

Baca juga  Info Terbaru Harga Madu TJ Panas Dalam

Apabila ada terlalu banyak gula dalam darah, insulin akan mengirimkan sinyal ke tubuh dan membuat kelebihan gula tersebut disimpan di otot dan organ hati. Gula yang disimpan tersebut, tidak akan dikeluarkan, kecuali kadar gula darah Anda menurun, seperti saat Anda belum makan, sedang stres, atau membutuhkan tambahan energi.

Karena manfaatnya yang sangat penting, kekurangan hormon insulin tentu sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh. Pada kasus resistensi insulin, terdapat juga respon yang kurang baik di dalam tubuh. Sinyal untuk memasukkan gula ke dalam darah itu rusak, yang mengakibatkan tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin secara optimal.

Risiko yang sering menyerang ketika kekurangan insulin adalah penyakit diabetes melitus. Ini adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat tubuh mengalami gangguan dalam mengontrol kadar gula darah. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh sekresi hormon insulin tidak adekuat atau fungsi insulin terganggu atau justru gabungan keduanya.[2]

Untuk menekan resistensi insulin ini, menurut beberapa referensi, ada sejumlah makanan yang perlu Anda hindari. Daging merah, yang mengandung lemak jenuh, merupakan salah satu makanan yang dikatakan dapat menyebabkan resistensi insulin. Selain itu, hindari atau batasi pula konsumsi keju, makanan yang digoreng, kentang, labu, wortel, serta alkohol.

Jika sudah terlanjur mengalami resistensi insulin, sekarang sudah tersedia insulin suntik yang dapat dibeli di apotek dan sejumlah toko obat. Namun, untuk membeli insulin ini, perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama dokter spesialis penyakit dalam, karena ada banyak jenis insulin dan kebutuhan pasien juga berbeda-beda. Sebagai referensi, berikut kisaran harga insulin di pasaran.

Baca juga  Info Terbaru Harga Gula Diabetasol, Diklaim Aman untuk Diabetes
Cairan insulin (sumber: fool.com)
Cairan insulin (sumber: fool.com)

Harga Insulin Suntik

Merek/Tipe Insulin Pen Harga
Pen Needles Insulin Gidcare 30G Rp127.500
Apidra 100IU/ML SoloStar Rp230.541
Sansulin Log-G 100ml Rp232.000
Humalog Kwikpen 100IU/ML Rp251.968
Lantus SoloStar Rp263.507
Novomix 30 FlekPen Rp269.252
Novorapid FlexPen Rp271.460
Levemir FlexPen Rp297.195
Ez-Pen Rp300.000
Sansulin N Rp400.000
Mixtard 30 HM 100IU Rp403.536
Tresiba Pen Rp450.000
Ezelin Insulin Glargine Rp500.000
Sansulin R Rp714.219
Mixtard 30 Penfill 100IU Rp758.368
Insulatard HM Penfill 100IU Rp758.368
Humulin 30/70 100IU Rp835.735
Ryzodeg Novo Nordisk Rp1.640.000

Jika dibandingkan 2020 lalu, harga beberapa produk insulin suntik mengalami perubahan pada 2021. Misalnya, produk insulin merk Lantus SoloStar yang semula dijual mulai harga Rp115.000, sekarang naik drastis menjadi Rp263.507. Begitu pula dengan Novomix 30 FlekPen yang terpantau naik dari harga Rp223.598, sekarang dijual seharga Rp269.252.

Harga produk insulin di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk sejumlah apotik, toko obat, maupun situs jual beli online. Perlu dicatat bahwa harga insulin tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga insulin di masing-masing apotek kemungkinan juga bisa berbeda.

Baca juga  Update Daftar Harga Perawatan di Miracle Aesthetic Clinic

Dikutip dari Harvard Health Publishing, insulin yang diproduksi secara sintetis ini menjadi identik dengan insulin yang dihasilkan oleh pankreas manusia. Insulin sintetis ini dapat bekerja dari beberapa jam (insulin kerja cepat) hingga satu hari penuh (insulin kerja panjang). Namun, yang perlu diperhatikan, semua insulin harus disimpan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa mereka tetap aman dan efektif. Penyimpanan yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan insulin, memengaruhi kemampuannya untuk mengontrol kadar gula darah Anda secara efektif dan dapat diprediksi.

Sebenarnya, ada banyak sumber makanan yang dapat dikonsumsi untuk menambah insulin dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian, pemberian bubur kedelai dapat meningkatkan ekspresi insulin sel-sel β pankreas dan mengembalikan massa sel β yang berfungsi menghasilkan hormon insulin.[3] Bubur ini pun diklaim mampu menurunkan kadar glukosa darah puasa (GDP) tikus diabetik yang diinduksi alloxan.

[Update: Ditta]

[1] Haviz, M. 2012. Insulin Shock dan Hubungannya dengan Metabolisme Tubuh. Jurnal Sainstek, Vol. IV(2): 185-191.

[2] Soegondo, S. 2005. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Mellitus Terkini. Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Terpadu. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

[3] Mustofa, M. Samsul, et al. 2010. Pengaruh Kedelai (Glycine max (L) Merril) terhadap Kadar Glukosa Darah dan Ekspresi Insulin Sel β Pankreas pada Tikus Diabetik. Jurnal Kedokteran Yarsi, Vol. 18(2): 94-103.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *