Update Harga Infus Whitening di Erha Clinic

Perawatan untuk memutihkan kulit seperti suntik atau infus whitening di sejumlah klinik kecantikan masih begitu diminati oleh para wanita dan juga sebagian pria. Infus whitening biasanya terdiri dari bahan utama berupa vitamin C yang disuntikkan atau disalurkan ke dalam tubuh melalui infus. Erha Clinic pun menyediakan treatment semacam ini dengan harga berkisar mulai ratusan ribu rupiah untuk sekali injeksi.

Ilustrasi: perawatan memutihkan kulit (sumber: scmp.com)
Ilustrasi: perawatan memutihkan kulit (sumber: scmp.com)

Treatment Injeksi Vitamin C Erha Clinic

Klinik Erha rupanya memiliki layanan Erha Truwhite – Brightening Program. Salah satu treatment yang termasuk dalam program pencerahan kulit ini adalah C-Bright Therapy. Perawatan ini diklaim sebagai terapi peremajaan kulit dengan menggunakan injeksi vitamin C. C-Bright Therapy berfungsi sebagai antioksidan, meningkatkan tahan tubuh, serta mencerahkan dan melembapkan kulit. Waktu pengerjaan C-Bright Therapy kurang lebih 15 menit. Anda diperbolehkan untuk menjalani treatment C-Bright Therapy apabila sudah melakukan pemeriksaan darah di laboratorium.

Bacaan Lainnya

Harga Infus Whitening di Erha

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Erha menawarkan layanan perawatan injeksi whitening yang bermanfaat untuk memutihkan atau mencerahkan kulit. Pada tahun 2019 lalu, suntik vitamin C di Erha dikenai tarif sekitar Rp405 ribu untuk sekali suntik, sedangkan untuk harga paket empat kali suntik kabarnya memakan biaya sekitar Rp1,4 juta. Saat ini, menurut review sejumlah pengunjung, tarif suntik whitening di Erha masih tetap, berada di kisaran Rp400 ribuan sekali suntik. Perlu dicatat, harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Harga Produk Pencerah Erha

Varian Produk Erha Harga
ERHA Truwhite Niacinamide & Pineapple Enzyme Brightening Facial Wash 60 ml Rp71.680
RHA Truwhite Niacinamide & Chamomile Extract Body Brightening Cream 30 g Rp101.920
ERHA Truwhite Niacinamide & Calamine Brightening Clay Mask Rp135.520
ERHA Truwhite TXA & Gluconate Brightening Pore Toner 100 ml Rp142.240
ERHA Truwhite Niacinamide & Starfish Essence Brightening Night Cream 30 g Rp173.264
Prosedur infus whitening (sumber: nusakini.com)

Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Suntik Vitamin C

Kita semua pasti sudah memahami mengenai efek paparan UV pada kulit kita, salah satunya adalah pembentukan pigmen melanin (dalam bahasa medis disebut proses melanogenesis). Pembentukan pigmen ini sebenarnya adalah upaya untuk melindungi kulit dari kerusakan yang ditimbulkan oleh sinar UV. Sayangnya, pembentukan pigmen ini juga memunculkan efek yang kurang nyaman bagi wanita berupa menggelapnya warna kulit.

Nah, suntik vitamin C dikatakan dapat mengatasi masalah tersebut. Suntik vitamin C atau “suntik putih” ini sangat populer di kalangan wanita. Metode ini dipercaya dapat memutihkan kulit dalam waktu yang relatif singkat. Dalam satu “suntik putih”, terdapat dua kandungan utama, yaitu glutation dan vitamin C. Vitamin C dan glutation bekerja sebagai antioksidan melawan efek oksidatif dari sinar UV dan menghambat proses melanogenesis. Proses melanogenesis yang dihambat inilah yang membuat “suntik putih” dapat memutihkan kulit wanita.

Sayangnya, ternyata “suntik putih” ini sebenarnya bersifat ilegal.[1] Organisasi utama yang mengatur regulasi obat, yaitu Food and Drug Administration (FDA) bahkan menyatakan suntik vitamin C yang ditujukan untuk mencerahkan kulit adalah obat yang tidak disetujui dan tidak diberikan label aman oleh FDA. Negara tetangga kita, Malaysia, juga sudah mengeluarkan larangan injeksi vitamin C yang ditujukan untuk estetika karena masih belum cukup bukti klinis untuk menjamin efektivitas dan keamanannya.[2]

Tubuh sendiri memiliki batasan konsumsi vitamin C tiap harinya, yaitu 1 gram/hari. Apabila digunakan melebihi dosis yang seharusnya, maka akan menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Terlebih lagi penggunaan injeksi vitamin C dengan cara penyuntikan yang salah akan berdampak buruk bagi tubuh, karena penyuntikan yang salah dapat menyebabkan komposisi bahan langsung masuk ke pembuluh darah dan langsung didistribusikan ke seluruh tubuh. Penggunaan vitamin C dosis besar dan lama dapat menyebabkan ketergantungan, sehingga vitamin C dapat menimbulkan rebound scurvy.

Menurut jurnal The acute effect of high-dose intravenous vitamin C and other nutrients on blood pressure: a cohort study, injeksi intravena vitamin C dapat menurunkan tekanan darah hingga 6-7mmHg jika dosis yang digunakan lebih dari 30 gram, sedangkan pada pasien pre-hipertensi dengan tekanan darah ≥ 130/85 mmHg, dapat menurunkan tekanan darah 8-9mmHg.

Ada beberapa laporan tentang efek samping selain diare osmosis sedang terkait suplementasi vitamin C. Asupan vitamin C lebih dari 2.000 mg sehari dapat dikaitkan dengan gangguan gastrointestinal dan ruam kulit. Beberapa studi kasus melaporkan asupan vitamin C yang tidak biasa, terutama pada orang yang menerima vitamin secara intravena atau pada pasien yang mengalami gagal ginjal, menyebabkan perkembangan batu ginjal oksalat.[3]

[Update: Panca]

[1] Rianda, D. 2017. Beauty Undercover for Muslimah. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 71.

[2] Ibid, hlm. 72.

[3] Wahidatunnur, dkk. 2018. Pengetahuan tentang Injeksi Vitamin C untuk Kecantikan dan Penggunaannya yang Benar di Kalangan Mahasiswi Kampus B Universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, Vol. 5(1): 18-24.

Pos terkait