Cara Budidaya dan Update Harga Ikan Nila Segar per Kilo

Termasuk salah satu jenis ikan konsumsi air tawar, nila tidak hanya dipelihara untuk kebutuhan pangan pribadi, tetapi juga diperjualbelikan. Sudah banyak orang yang membudidayakan ikan ini, karena yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, tetapi keuntungan yang didapatkan cukup menggiurkan. Umumnya, ikan nila hasil budidaya dijual dalam kemasan per kilo saat masuk pasar tradisional, sementara jika masuk situs e-commerce, bisa dijual per ekor dengan harga mulai puluhan ribu rupiah.

Ikan nila (sumber: zoochat.com)
Ikan nila (sumber: zoochat.com)

Cara Budidaya Ikan Nila

Budidaya ikan nila dengan keramba apung bisa menjadi pilihan Anda dalam bisnis tersebut. Selain karena lebih praktis, cara ini juga tidak membuat Anda harus repot-repot menyiapkan atau empang. Anda bisa mencari sungai atau lokasi dengan sumber air yang cocok sebagai budidaya. Tanpa membuat kolam, Anda juga bisa lebih menghemat pengeluaran.

Bacaan Lainnya

Langkah pertama ketika menggunakan empang, yaitu memperhatikan air di sekitar lokasi. Anda harus memastikan bahwa air tidak tercemar dan telah memenuhi syarat minimal baku mutu kualitas serta baku mutu budidaya. Ukurlah kedalaman air minimal 5 m dari dasar jaring saat kondisi air di lokasi surut dan pastikan suhu tidak lebih dari 300 derajat Celcius dengan kadar pH 7 hingga 8,5. Jangan lupa untuk mengukur kandungan oksigen terlarut dan pastikan kandungannya lebih dari 5 mg/liter dengan kandungan amonia (NH3) kurang dari 0,002 mg/liter.

Baca juga  Update Harga Laundry Kiloan di Surabaya

Setelah semua siap, saatnya Anda membuat media keramba dengan menyiapkan jaring apung berukuran 7 x 7 m, lalu sediakan juga pelampung untuk jaring apung. Untuk menghemat pengeluaran, Anda bisa membuat pelampung dari drum plastik bekas berukuran 200 liter berbentuk silindris sebanyak 8 buah. Jangan lupa juga gunakan tali jangkar pada jaring apung berbahan polietilen sepanjang setengah dari kedalaman air. Jumlah tali jangkar idealnya 5 buah dengan diameter 0,75 inci. Sebagai pemberat, Anda bisa membuatnya dari balok beton dibungkus karung seberat 200 kg sejumlah 5 buah.

Letakkan keramba pada aliran sungai berarus agak deras agar ikan cepat besar, lalu masukkan bibit ikan nila ke dalam keramba. Ciri benih ikan nila siap budidaya, yaitu benih berukuran 10 cm hingga 13 cm. Jika Anda menemukan benih ikan nila berukuran 8 hingga 10 cm, maka Anda bisa mendedernya terlebih dahulu menggunakan hapa/jaring kecil.

Cara yang baik menebar bibit ikan nila, pastikan Anda merendam plastik pembungkus benih ke dalam air keramba apung selama 15 menit dulu agar benih mudah beradaptasi dengan suhu air. Anda bisa membuka ikatan plastik secara perlahan setelahnya dan buang plastik ketika semua bibit ikan sudah tersebar.

Baca juga  Update Harga Cengkeh per Kg (Basah & Kering)

Untuk perawatan ikan nila, dilakukan hingga ikan siap untuk dipanen. Pada bulan pertama, Anda bisa memberi pakan setiap hari sebanyak 5% dari biomassa setiap hari. Pada bulan kedua, Anda bisa memberi pakan sebanyak 3% dari biomassa setiap harinya secara rutin. Pakan harus diberikan secara teratur dan tidak boleh telat sebanyak 3 kali pada pagi, siang, dan sore hari.

Perawatan ikan nila harus dilakukan hingga masa panen tiba, yaitu sekitar 3 bulan hingga 8 bulan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan ikan sesuai dengan permintaan pasar jika Anda ingin menjadikannya sebagai bisnis. Setelah panen, lakukan penyortiran untuk ikan yang dijual atau dikonsumsi sendiri. 

Dilansir dari Kabar Priangan, menurut petani ikan nila asal Tasikmalaya, keuntungan yang akan didapatkan dari budidaya ikan nila bisa mencapai Rp25 juta hingga Rp27 juta dengan Rp16,8 juta. Hasil panen yang didapatkan dari budidaya dengan modal tersebut sebanyak 1-2 ton dalam seminggu.

Jika Anda seorang pebisnis, sebagai bahan pertimbangan atas keuntungan dan modal, Anda perlu melihat grafik harga ikan nila per kilo di pasaran. Tidak hanya harga pasaran di daerah Anda, tetapi juga harga ikan nila di daerah lain. Sangat penting untuk mengetahui harga tersebut, karena ini berkaitan dengan keuntungan yang Anda dapatkan nantinya. Anda juga perlu memperhatikan jumlah permintaan pasar. Dilansir dari Jurnal Manajemen, permintaan pasar mengenai ikan nila sedang meningkat, tentu ini sebuah peluang baik bagi Anda untuk memulai bisnis ikan nila.

Ikan nila segar (sumber: unair.ac.id)
Ikan nila segar (sumber: unair.ac.id)

Harga Ikan Nila Konsumsi

Daerah Harga Ikan Nila per Kg
Jawa Barat Rp30.000
Magelang Rp30.000
Medan Rp32.000
Bali Rp33.000
Makassar Rp35.000
Sulawesi Utara Rp35.000
Tasikmalaya Rp35.000
Pekanbaru Rp37.300
Rp40.000
Depok Rp40.000
Timur Rp40.000
Tangerang Rp43.000
Jakarta Rp45.000
Baca juga  Update Info Minimal Top Up GoPay dan Biayanya

Harga ikan nila di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber. Jika dibandingkan penawaran sebelumnya, harga ikan nila di pasaran saat ini cenderung naik. Misalnya, harga ikan nila di Jawa Barat yang semula dipatok seharga Rp24 ribu, sekarang menjadi Rp30 ribu per kilogram. Begitu pula harga ikan nila di Bali yang naik dari Rp28 ribu menjadi Rp33 ribu per kilogram.

Harga Bibit Ikan Nila Konsumsi

Jenis dan Ukuran Harga
Bibit Nila Merah 7-9 cm Rp750 per ekor
Bibit Nila Hitam 9-10 cm Rp1.000 per ekor
Bibit Nila Merah 9-10 cm Rp1.200 per ekor
Paket Bibit Nila Hitam 9-10 cm Rp75.000 per 50 ekor

Perlu diingat, harga bibit ikan nila di atas tidak terikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi toko ikan terdekat atau mengakses sejumlah agen bibit ikan tawar terpercaya.

[Update: Ditta]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *