
Karakteristik Ikan Belanak
Mempunyai nama ilmiah Moolgarda seheli atau Valamugil seheli, ikan belanak sudah cukup populer sejak tahun 1775. Secara internasional, ikan belanak juga dikenal dengan nama blue spot mullet atau blue-tail mullet. Ikan belanak diketahui berasal dari suku Mugilidae, yakni ikan yang hidup di laut tropis dan sub tropis dan mampu hidup di air laut, air payau, dan air tawar. Meskipun begitu, ikan belanak hanya tersebar di kawasan Pasifik, seperti di perairan Kepulauan Fiji, Pulau Samoa, New Caledonia, dan Australia. Di Asia, ikan belanak bergerombol di perairan Indonesia, India, dan Filipina. Karakteristik ikan belanak yang sangat adaptif, membuatnya cukup mudah dikembangbiakkan, sehingga tak heran jika ikan ini sangat umum di pasaran Indonesia. Bagi Anda yang masih awam dengan ikan belanak, mungkin akan kesulitan membedakannya dengan ikan bandeng. Sekilas, ikan belanak memang mirip dengan ikan bandeng, hanya saja lebih panjang dan tidak terlalu lebar. Tubuhnya juga cenderung gepeng dengan sirip punggung terdiri dari satu jari-jari keras dan delapan jari-jari lentur. Sementara itu, sirip bagian bawahnya berwarna putih keabu-abuan. Berbeda dengan ikan bandeng, bibir ikan belanak bagian atas lebih tebal daripada bagian bawahnya. Ini berguna untuk mencari makan di dasar perairan yang berlumpur. Ciri lain ikan belanak adalah gigi yang kecil dan sirip perut berwarna keperakan. Lalu, bagian belakang sirip ekornya berwarna hitam dan ada totol biru di bagian sirip dadanya. Perbedaan yang paling mencolok di antara bandeng dan belanak adalah dagingnya. Menurut review konsumen, daging ikan belanak lebih lembut dan gurih dibandingkan ikan bandeng. Selain itu, daging ikan belanak mentah maupun matang tidak berbau tanah seperti bandeng meskipun dikembangbiakkan dalam tambak air payau maupun tawar. Tak hanya itu, duri ikan belanak cenderung besar-besar dan sedikit. Ini sangat berbeda dengan duri ikan bandeng yang kecil-kecil dan sangat banyak. Hal ini juga yang membuat banyak orang lebih suka makan ikan belanak daripada bandeng, kecuali jika bandengnya sudah dipresto. Sementara banyak orang lebih suka membeli ikan belanak di pasar, ada juga yang lebih suka memancingnya. Memancing ikan belanak bagi sebagian orang merupakan hobi yang cukup menyenangkan, meskipun gampang-gampang sulit. Nah, supaya mudah, Anda bisa menerapkan tips berikut.Tips Memancing Ikan Belanak

- Ikan belanak merupakan jenis ikan yang suka bergerombol, karena itu Anda harus cerdik dalam menangkapnya. Sebagai tips, gunakan botol air mineral bekas berukuran satu liter yang sudah dilubangi bagian bawahnya. Kaitkan botol bekas dengan ujung tali yang sudah dilengkapi kail dan umpan. Untuk umpannya, Anda bisa menggunakan roti tawar atau tepung terigu. Jika ikan sudah masuk ke botol, tarik botolnya dan masukkan ikan ke box ikan.
- Anda juga bisa memancing ikan belanak menggunakan kail garong, yakni kail dengan banyak ujung mata tajam. Ini seperti memancing pada umumnya, hanya saja Anda harus menyiapkan banyak umpan di setiap mata kail.
- Jika Anda tidak memiliki kail garong, gunakan saja alat pancing lengkap dengan kail dan umpan. Namun, Anda harus memperkirakan waktu yang tepat untuk memancing, yakni saat kondisi air mendekati pasang hingga mendekati surut. Biasanya, ikan akan muncul dan bergerombol di permukaan muara, sehingga mudah dipancing.
- Beberapa orang juga menggunakan joran tegek atau joran antena dengan panjang mulai 3,5 m hingga 4,5 m. Anda juga dapat menggunakan rod dengan panjang 165 cm hingga 180 cm dengan kekuatan menahan beban 8-16 lb. Alat pancing seperti ini bisa mempermudah Anda dalam mengendalikan tarikan ikan belanak dan segera hook up ikan dengan sempurna.
Harga Ikan Belanak
| Berat Ikan Belanak | Harga |
| Ikan Belanak 250 gr | Rp18.000 |
| Ikan Belanak 500 gr | Rp24.000 |
| Ikan Belanak 1 kg | Rp43.000 |
Kategori: Agribisnis
Tag: Belanak, frozen, ikan, ikan segar, konsumsi, laut, makanan, pasar