
Manfaat Golok
Golok adalah bilah lebar yang digunakan, baik sebagai alat pertanian yang mirip dengan kapak atau dalam bela diri seperti pisau berbilah panjang. Bilah umumnya memiliki panjang 30 hingga 45 cm, dengan ketebalan rata-rata di bawah 3 mm. Namun, ukuran, berat, dan bentuknya bervariasi, tergantung dari pandai besi yang membuatnya. Di berbagai negara tropis dan subtropis, golok sering digunakan untuk memotong semak hutan hujan dan untuk tujuan pertanian. Sementara itu, di Amerika Latin, kerap dipakai untuk tugas-tugas rumah tangga seperti memotong bahan makanan besar menjadi potongan-potongan atau untuk melakukan tugas pemotongan kasar, seperti membuat gagang kayu sederhana untuk perkakas lainnya. Ada pula yang menggunakan golong untuk membelah kelapa, pekerjaan pekarangan, membuang dahan dan tanaman kecil, memotong makanan hewan, dan membersihkan semak-semak.[1] Tidak cuma itu, golok juga sudah lama digunakan sebagai alat pertempuran atau bela diri. Di Indonesia saja misalnya, ada golok Ciomas, yang merupakan warisan budaya dan telah menjadi ikon senjata tradisional di daerah Ciomas itu sendiri. Dulunya, golok ini digunakan masyarakat setempat sebagai senjata dalam peperangan melawan penjajah Belanda. Sementara itu, di beberapa wilayah di Tanah Air, golok dapat digunakan untuk mengukur strata sosial seseorang. Untuk status sosial, warga Betawi elite biasanya mengukur goloknya berdasarkan material pembuatnya, salah satunya golok kebo bule yang terbuat dari tanduk kerbau putih yang langka. Golok jenis ini dianggap punya prestise tersendiri karena harganya yang memang mahal, bisa mencapai angka jutaan rupiah.Apa Itu Golok IPSI?
Dalam budaya masyarakat Indonesia, golok juga telah menjadi bagian dari seni bela diri pencak silat. Pencak silat atau dikenal silat adalah suatu seni bela diri tradisional Indonesia yang memperhatikan seni keindahan gerakan dalam setiap jurusnya. Tiap-tiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Saat ini, pencak silat telah berkembang menjadi olahraga dan berada di bawah naungan IPSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) yang diresmikan pada tahun 1948 silam dan bertujuan untuk mempersatukan dan membina seluruh perguruan pencak silat yang ada di dalam negeri.[2] Memang, umumnya pencak silat menggunakan tangan kosong, baik dalam kategori keindahan maupun pertarungan. Namun, sejumlah aliran dan perguruan pencak silat juga ada yang menggunakan senjata tajam sebagai jurusnya, termasuk golok. Silat Beksi misalnya, umum memakai golok, bahkan ada beberapa jurus yang memakai golok, seperti jurus golok satu dan jurus golok dua.[3]
Harga Golok IPSI
| Varian Golok IPSI | Harga |
| Golok IPSI Usia Dini + Praremaja 26 cm | Rp129.000 |
| Golok IPSI Usia Dini + Praremaja 30 cm | Rp145.000 – Rp205.000 |
| Golok IPSI Usia Remaja + Dewasa 35 cm | Rp240.000 – Rp290.000 |
| Golok IPSI Tanduk | Rp350.000 – Rp395.000 |
Kategori: Lain-lain
Tag: bela diri, budaya, material, olahraga, pisau, senjata, tajam