Fungsi dan Harga Etanol 96% Terbaru di Pasaran

Kebutuhan etanol atau alkohol di dunia medis dan kecantikan makin meningkat. Selain itu, etanol juga kerap digunakan sebagai salah satu bahan campuran dalam industri pangan. Di pasaran sendiri, etanol dijual dengan kadar berbeda, mulai dari kadar rendah hingga kadar tinggi seperti 96%, dengan harga yang terjangkau.

Secara biologi, etanol dibuat melalui proses fermentasi alkohol atau biasa disebut dengan proses alkoholisasi. Proses alkoholisasi adalah proses yang digunakan untuk mengubah gula menjadi alkohol melalui bantuan mikroba. Biasanya, orang lebih sering menggunakan mikroba khamir, Saccharomyces cerevisiae untuk jenis alkohol yang dapat dikonsumsi.

Bacaan Lainnya
Ethanol (sumber: californiahighlands)
Ethanol (sumber: californiahighlands)

Kualitas hasil fermentasi bahan secara biologis sendiri, tergantung pada ketersediaan energi dan nutrien lain bagi pertumbuhan mikroba.[1] Sementara itu, bagi Anda yang ingin menggunakan etanol untuk keperluan lain selain bahan pangan, Anda bisa membeli etanol murni 96% yang sudah dijual di pasaran.

Etanol 96% sendiri merupakan salah satu jenis bahan yang tidak bisa dikonsumsi, karena kadar alkoholnya yang terlalu tinggi. Meskipun begitu, Etanol 96% memiliki banyak manfaat di dunia medis dan kecantikan.

Fungsi Etanol 96%

Etanol atau alkohol murni dengan kadar 96% sebenarnya telah digunakan manusia sejak zaman prasejarah sebagai bahan campuran yang memabukkan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penemuan residu pada keramik peninggalan China yang berusia 9.000 tahun di China bagian utara. Memang, sejak dulu bangsa China sudah mengenal minuman beralkohol yang dihasilkan dari fermentasi berbagai macam buah-buahan atau tumbuhan.

Setelah memasuki era sejarah, etanol tidak hanya dipakai untuk memenuhi kebutuhan minum-minum. Etanol mulai dikenal sebagai salah satu bahan campuran dalam dunia medis dan biasanya digunakan untuk membersihkan luka. Kandungan alkohol murni yang tinggi pada etanol bersifat antiseptik sekaligus antibakteri.

Baca juga  Update Harga Rainbow Cake per Slice & Whole Cake

Alkohol akan membersihkan luka dari bakteri dan kuman penyebab infeksi. Biasanya, luka yang dibersihkan menggunakan cairan alkohol adalah jenis luka luar, seperti luka sayatan dan jenis luka yang mengakibatkan pendarahan. Alkohol juga berfungsi sebagai bahan untuk mencegah timbulnya nanah dan cairan pada luka.

Terkait dengan sifatnya yang dapat membunuh bakteri dan kuman, alkohol juga dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembersih. Biasanya, etanol 96% dipakai sebagai bahan campuran dalam pembuatan hand sanitizer. Untuk menekan sifat alkohol yang dapat menyerap minyak, hand sanitizer dicampur dengan gel khusus.

Ilustrasi: Cara Membuat Hand Sanitizer dengan Ethanol (credit: Thespurce)
Ilustrasi: Cara Membuat Hand Sanitizer dengan Ethanol (credit: Thespurce)

Untuk membuat hand sanitizer berbahan dasar etanol 96%, caranya tidak sulit. Anda hanya memerlukan etanol 96% dan gel lidah buaya. Campur dua bahan tersebut dengan perbandingan antara etanol dan gel, yaitu 2:1. Selain itu, Anda bisa menambahkan essential oil sebagai penambah aroma.

Selain dapat digunakan sebagai bahan campuran hand sanitizer, Ada bisa memakai etanol 96% sebagai campuran bahan parfum. Bisa dibilang, etanol 96% adalah bahan pelarut yang paling baik dalam industri parfum. Alkohol memiliki peran untuk membuat tekstur parfum lebih ringan.

Kebanyakan penjual parfum akan mencampurkan bibit parfum yang berupa liquid dengan etanol 96%. Dengan tekstur yang lebih cair dan ringan, parfum dengan kandungan alkohol lebih mudah disemprotkan. Ini cocok bagi Anda yang suka dengan parfum yang dikemas dalam wadah spray.

Etanol 96% juga sangat bermanfaat dalam industri kosmetik atau kecantikan. Biasanya, etanol dipakai sebagai campuran kosmetik yang sifatnya membersihkan, seperti micellar water dan juga toner. Micellar water yang mengandung alkohol, dikatakan dapat mengangkat make up serta kotoran di atas permukaan kulit dengan cepat.

Beberapa jenis toner yang berbahan dasar alkohol juga sering dipakai untuk membersihkan wajah yang berjerawat. Alkohol akan membantu memberantas bakteri dan virus penyebab jerawat di kulit, serta mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori. Selain itu, alkohol pada bahan kosmetik juga membantu mempercepat proses penyembuhan jerawat.

Baca juga  Info Terbaru Harga Cream Cheese Anchor (Semua Kemasan)

Meskipun alkohol memiliki manfaat yang baik di kulit, sebaiknya Anda tidak sering memakainya jika Anda memiliki kondisi kulit sensitif atau kering. Bahan kosmetik dengan kandungan alkohol terbilang kurang cocok jika diaplikasikan ke kulit yang sensitif, apalagi jika Anda memiliki alergi terhadap alkohol. Bisa jadi, alkohol akan menyebabkan rasa panas dan kemerahan di kulit.

Ilustrasi: Seseorang Menggunakan Hand Sanitizer (credit: Healthline)
Ilustrasi: Seseorang Menggunakan Hand Sanitizer (credit: Healthline)

Walau demikian, alkohol memiliki sifat yang dapat menghilangkan minyak. Bagi Anda yang memiliki kulit berminyak, mungkin alkohol adalah solusi yang tepat. Hal ini berbeda jika Anda memiliki kulit yang kering. Kulit yang kering bisa menjadi semakin kering jika terkena alkohol.

Etanol 96% memang memiliki banyak manfaat, sayangnya bahan cair tersebut juga berbahaya. Jika Anda ingin memakai alkohol murni 96% sebagai bahan campuran untuk menghasilkan sebuah produk, pastikan Anda berhati-hati. Alkohol dengan kadar tinggi memiliki sifat yang korosif, sehingga mudah terbakar.

Hal ini karena sifat etanol 96% yang mudah menguap saat berada di udara terbuka. Pastikan Anda menyimpannya dengan baik di wadah yang tertutup. Jika perlu, Anda bisa menyimpannya dalam botol kaca berwarna gelap, sehingga alkohol tidak mudah rusak akibat perubahan suhu dan tingkat pencahayaan ruangan. Alkohol juga harus disimpan dalam tempat yang sejuk serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Perlu Anda ketahui pula, etanol 96% yang bersifat korosif juga bisa dijadikan sebagai bahan bakar alternatif. Biasanya, ini digunakan untuk proses pembakaran steril di laboratorium. Proses pembakaran steril sendiri sebenarnya adalah cara tradisional untuk membersihkan peralatan medis atau peralatan sebelum dipakai.

Api yang dihasilkan dari bahan bakar alkohol atau etanol 86% adalah api berwarna biru. Sehingga, dapat dikatakan bahwa api dari bahan bakar etanol cukup panas. Meskipun dapat dijadikan sebagai bahan bakar, tetap saja etanol bukanlah bahan bakar yang efektif bagi kendaraan bermotor atau kompor sumbu.

Baca juga  Info Terbaru Harga SolarTuff Solid (SolarFlat)

Setelah Anda mengetahui manfaat alkohol serta sifatnya yang berbahaya, pastikan juga Anda mengetahui harga etanol 96% di pasaran sebelum membelinya. Berikut kisaran harga alkohol 96% di pasaran pada 2021 yang bisa Anda jadikan sebagai referensi.

ethanol 96% 1 liter (sumber: vanheesbv)
ethanol 96% 1 liter (sumber: vanheesbv)

Harga Etanol 96%

Merk Etanol 96% Harga (Rp)
Kimia iD Etanol 96% 250 ml 10.000
Namaste Ethanol 96% 500 ml 18.000
Etanol 96% Teknis 500 ml 19.000
Kencana Jaya Etanol 96% 1 L 19.900
Absolut Etanol 96% 21.000
Etanol 96% Dwilabmandiri 1 liter 40.000
Namaste Ethanol 96% 1 L 50.000
Caesar Jaco Etanol 96% 1 L 65.000
Jayaprima Etanol 96% 5 L 90.000
Methan Tirta Etanol 96% 5L 160.000
Etanol 96 % For Analysis Merck 2,5 L 1.400.000

Jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu, harga etanol 96% tahun 2021 ini sudah banyak yang mengalami penurunan. Sebagai contoh, produk Methan Tirta Etanol 96% 5L yang tahun lalu mencapai lebih dari Rp300 ribu, kini hanya dibanderol Rp160 ribu saja. Namun, ada juga produk yang harganya naik seperti Namaste Ethanol 96% 1 L dari Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu.

Perlu Anda ketahui bahwa harga etanol 96% di atas telah kami rangkum dari berbagai macam sumber, termasuk situs dagang online. Harga etanol 96% tersebut tentu tidak terikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga etanol 96% di atas juga dapat berbeda-beda di masing-masing toko yang Anda kunjungi. Pastikan Anda memakai peralatan yang lengkap, seperti sarung tangan latex dan kacamata google, ketika bereksperimen dengan etanol 96%.

[Update: Dian]

[1] Polii, Fahri. 2016. Penelitian Pembuatan Etanol dari Serat/Ampas Sagu. Jurnal Penelitian Teknologi Industri, Vol. 8(1): 11-22.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *