
Fungsi Etanol
Etanol tidak beracun, tetapi dapat membuat orang yang meminumnya menjadi mabuk dan kantuk. Etanol kadang-kadang disebut alkohol padi-padian karena dulu diperoleh dari hasil fermentasi padi-padian. Padahal sebenarnya etanol dapat dihasilkan dari fermentasi semua bahan yang mengandung karbohidrat, seperti anggur, molase, kentang, dan padi. Etanol yang dipakai untuk minuman beralkohol dibuat secara fermentasi. Reaksi fermentasi berakhir dengan konsentrasi alkohol hanya mencapai 12-14%. Konsentrasi alkohol hasil fermentasi tidak dapat ditingkatkan lagi, karena alkohol dengan konsentrasi yang lebih besar dapat menghambat kerja enzim yang menyebabkan fermentasi. Untuk mendapatkan etanol (alkohol) dengan kadar yang lebih tinggi, dapat dilakukan dengan menyuling larutan etanol hasil fermentasi. Melalui proses penyulingan, diperoleh alkohol dengan konsentrasi 95%. Konsentrasi alkohol ini tidak dapat ditingkatkan lagi sampai konsentrasi 100%, karena pada proses penyulingan akan terbentuk larutan azeotrop titik didih rendah. Larutan azeotrop alkohol yang konsentrasinya 95% tersebut mempunyai titik didih yang lebih rendah dari titik didih alkohol murni. Alkohol dengan konsentrasi 95% mempunyai titik didih 78,15 derajat C, sedangkan alkohol murni mempunyai titik didih 78,5 derajat C. Etanol (alkohol) 100% merupakan etanol anhidrat yang disebut juga etanol absolut. Alkohol absolut ini dihasilkan dari reaksi alkohol 95% dengan kalsium oksida (CaO). Kalsium oksida ini dipakai sebagai zat pengering larutan alkohol tersebut. Reaksinya akan menghasilkan etanol dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) yang sukar larut. Dalam industri, alkohol 95% didestilasi dengan benzena untuk menghilangkan air, karena larutan azeotrop alkohol tersebut akan menguap lebih dahulu. Etanol digunakan untuk minuman beralkohol, pelarut, spiritus, pembersih luka (alkohol 70%), dan untuk kebutuhan rumah tangga. Alkohol yang digunakan sebagai pelarut dibuat dengan reaksi hidrasi etilena, suatu zat petrokimia yang didapat dari reaksi pemecahan minyak bumi. Agar alkohol tidak dikonsumsi, sering ke dalam alkohol tersebut ditambahkan zat beracun seperti benzena, metanol, dan piridin. Alkohol yang diracuni seperti ini dinamakan alkohol terdenaturasi.[1]Manfaat Etanol 70
Alkohol atau etanol tersedia dalam berbagai kadar, dan salah satu yang paling populer dan banyak digunakan adalah etanol 70. Alkohol dengan konsentrasi 70% merupakan pilihan yang baik sebagai disinfektan level menengah (intermediate level) untuk peralatan yang terkontaminasi, dengan cara merendamnya selama 10 menit. Namun, alkohol ini kurang efektif digunakan untuk permukaan yang luas karena sifatnya yang mudah menguap serta tidak bersifat sebagai pembersih.
Harga Etanol 70
| Kemasan Etanol 70 | Harga Sebelumnya | Harga Sekarang |
| Etanol 70% 1 liter | Rp25.000 – Rp34.000 | Rp12.500 – Rp29.900 |
| Etanol 70% 1 liter Food Grade | Rp70.000 – Rp86.400 | Rp35.150 – Rp50.000 |
| Etanol 70% 4 liter | Rp75.000 | Rp50.000 |
| Etanol 70% 5 liter | Rp86.000 | Rp65.000 |
| Etanol 70% 10 liter | Rp130.000 | Rp125.000 |
| Etanol 70% 20 liter | Rp250.000 | Rp235.000 |
| Etanol Teknis 70% drum 200 liter | Rp1.900.000 | Rp1.890.000 |
Kategori: Lain-lain
Tag: alkohol, cairan, fermentasi, industri, kimia, minuman, produk, proses