Update Harga Entok/Mentok per Ekor (DOD, Jantan, Betina, Sepasang)

Anda, terutama yang hidup di pedesaan, tentu sudah tidak asing lagi dengan entok. Sering juga disebut mentok, ini adalah salah satu hewan unggas yang sekilas memiliki bentuk mirip bebek. Entok sendiri banyak dipelihara untuk diambil telurnya atau diolah menjadi makanan. Di pasaran, harga satu ekor entok saat ini berkisar puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Entok (sumber: pixabay)
Entok (sumber: pixabay)

Dilansir dari Wikipedia, entok juga sering disebut sebagai itik serati, itik surati, itik manila, atau mentok. Ini adalah sejenis burung atau unggas yang termasuk keluarga bebek, yang dipelihara untuk diambil dan telurnya. Istilah mentok sendiri berasal dari Jawa, namun di tempat lain hewan ini mungkin disebut dengan entok, basur, atau itik manila. Sementara, dalam bahasa Inggris, entok disebut dengan Muscovy Duck atau Barbary Duck.

Bacaan Lainnya

Masih menurut sumber yang sama, burung ini berukuran sedang sampai agak besar. mentok jantan liar dapat mencapai 86 cm dari ujung paruh hingga ke ujung ekor, dengan berat bisa mencapai 3 kg. Sementara, ukuran mentok betina umumnya lebih kecil, dengan panjang sekitar 64 cm dan berat berkisar 1,3 kg. Namun, mentok yang dipelihara bisa memiliki tubuh yang lebih gemuk, dengan jantan bisa mencapai berat 7 kg, sedangkan berat betina bisa menyentuh 5 kg.

Dilihat dari tubuhnya, mentok biasanya memiliki warna dominan hitam dan putih, dengan kulit atau tonjolan kulit berwarna merah dan hitam di sekitar wajah dan mata. Paruh unggas ini memiliki ukuran gemuk dan pendek khas bebek, dengan warna putih kemerahan. Kaki mentok juga gemuk dan pendek dengan selaput renang dan berwarna abu-abu kehitaman. Sementara, ekor pipih datar dan agak lebar.

Baca juga  Update Harga Kadal Duri Crocodile Skink Papua (Bayi dan Dewasa)

Meskipun pandai berenang, mentok peliharaan hampir tidak pernah terbang jauh. Unggas ini sering terlihat berjalan bersama kelompoknya, perlahan-lahan dan tak pernah tergesa-gesa, dengan ekor bergoyang ke kanan dan ke kiri untuk mengimbangi tubuh (megal-megol dalam istilah Jawa). Karena itu, jalannya mentok sering berkesan lucu.

Untuk varian yang masih liar, mentok biasanya hidup di alam bebas dengan tidur di atas cabang-cabang pohon. Tetapi, mentok yang sudah menjadi peliharaan malah biasanya tidur di atas tanah. Di pedesaan Jawa, mentok jarang ditaruh di kandang. Unggas ini dibiarkan bebas berkeliaran mencari makanannya sendiri, terutama di sekitar saluran air, sungai, dan sawah. Makanan mentok sendiri adalah aneka siput, cacing, serangga air, yuyu kecil, dan pucuk-pucuk tumbuhan. Tak jarang mentok diberi makan dedak bercampur air dan sisa-sisa makanan oleh pemiliknya.

Berbeda dengan bebek, unggas ini cenderung tidak berisik, tidak seperti itik petelur. Mentok betina hanya mengeluarkan desis dan desahan sambil berjalan. Sementara, mentok jantan kadang-kadang mengeluarkan desis keras sambil menggerakkan kepala maju mundur (atau nyosor dalam istilah Jawa), untuk memperingatkan atau mengusir pengganggu.

Selain telurnya, mentok juga dipelihara untuk diambil dagingnya. Menurut banyak orang, mentok memiliki rasa yang enak sehingga disukai, terutama di kawasan pedesaan. Rasa daging mentok sangat kuat dan tidak begitu berbau, tidak seperti daging itik petelur, menjadikan daging unggas ini sebagai salah favorit selain daging ayam. Berikut beberapa menu kuliner yang memanfaatkan daging mentok.

Baca juga  Update Rincian dan Penghitungan Biaya 3M (Mendapatkan, Menagih, Memelihara) Pajak Penghasilan

Manfaat Entok untuk Kuliner

Peternakan Entok - (YouTube: KISWOYO KALISA-PUTRA KALISA GROUP)
Peternakan Entok – (YouTube: KISWOYO KALISA-PUTRA KALISA GROUP)
  • Entok Gobyos, merupakan kuliner asli Wonosobo, Jawa Tengah dan cocok untuk pencinta makan pedas. entok yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah, yang pastinya akan membuat kita menikmati kuliner yang satu ini. Tidak lupa, penambahan cabai rawit super pedas yang menjadi ciri khas pada Entok Gobyos, yang akan membuat keringat kita bercucuran ketika memakannya atau gobyos.
  • Entok Slenget, adalah kuliner yang berasal dari Yogyakarta. Entok Slenget sendiri sebenarnya merupakan tongseng yang kuahnya berwarna kecoklatan dan didominasi oleh cabai dan merica. Ketika memakannya, kita tidak perlu repot-repot, karena entok pada olahan yang satu ini sudah di-fillet alias bebas tulang, dan dipotong-potong dalam ukuran sekali makan.
  • Entok Bakar, merupakan salah olahan entok yang sederhana dan paling populer. Bumbu yang diperlukan secara garis besar sama seperti kita mengolah ayam bakar. Request atau hidangkan dengan sambal favorit ketika disajikan, dijamin rasanya akan bertambah nikmat.
  • Pedesan Entok, merupakan makanan khas Indramayu. Buat Anda yang mengaku pencinta pedas, Anda wajib mencoba olahan entok yang kaya akan bumbu rempah ini. Rasanya yang pedas pastinya cocok dipadukan dengan nasi hangat.
  • Entok Rica-Rica, umumnya entok dengan olahan bumbu rica-rica ini dapat ditemukan di warung-warung di Lamongan dan Magelang. Perpaduan rasa pedas dan gurih dijamin akan memanjakan lidah siapa saja yang menyantapnya.
  • Opor Entok, menu kuliner ini sangat cocok bagi mereka yang sudah bosan dengan opor ayam untuk acara seperti Lebaran. Selain gurih, entok yang tebal dan lunak dijamin akan memanjakan lidah Anda.
  • Petis Entok, adalah olahan mentok yang akan menyajikan rasa pedas, manis, dan gurih. Nah, jika biasanya petis dijadikan cocolan untuk tahu goreng, bumbu ini ternyata juga bisa dipadukan dengan entok yang empuk.
Baca juga  Update Harga Bakso Titoti

Harga Entok

Varian/Ukuran Entok Harga
DOD (Anakan) Entok Rp15.000 – Rp20.000 per ekor
DOD (Anakan) Entok Manila Rp20.000 per ekor
DOD (Anakan) Entok Rambon Rp30.000 per ekor
Entok 4 Bulan Rp150.000 per ekor
Entok Jantan Dewasa Rp200.000 per ekor
Entok Betina Dewasa Rp170.000 per ekor
Entok Sepasang usia 3 bulan Rp350.000 per pasang

Harga entok atau mentok di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk peternak maupun jual beli online. Jika dibandingkan dengan tahun 2020, harga entok tahun 2021 dan 2022 mengalami peningkatan. Sebagai contoh, DOD (anakan) entok manila yang semula dijual dengan harga Rp16 ribu per ekor, naik menjadi Rp18 ribu per ekor, kemudian naik lagi jadi Rp20 ribu per ekor tahun ini. Untuk memperoleh informasi lebih detail, Anda bisa langsung datang ke pasar hewan atau peternak entok terdekat di sekitar rumah Anda.

[Update: Dian]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.