Harga Domba Dorper (Jantan, Betina, Fullblood)

Sekilas punya bentuk yang itu-itu saja, ternyata domba dapat dibedakan menjadi beragam jenis. Nah, salah satu jenis domba yang diklaim berkualitas super dan memiliki daging super empuk, terutama ketika dibuat steak, adalah domba dorper. Tidak mengherankan jika kemudian domba yang pertama kali dikembangkan di Afrika tersebut cukup mahal.

Domba dorper (sumber: raisingsheep.net)
Domba dorper (sumber: raisingsheep.net)

Domba merupakan salah satu ternak yang memiliki peran penting dalam kehidupan petani, terutama di daerah pedesaan. Pasalnya, domba memiliki banyak sifat yang menguntungkan, antara lain pemeliharaannya yang relatif mudah, mempunyai sifat merumput (grassing ability) yang baik, jenis hijauan yang dimakan lebih banyak, modal yang dibutuhkan relatif sedikit, serta tidak membutuhkan yang besar dan lahan yang luas.[1]

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, walaupun mungkin namanya kalah populer dibandingkan sapi dan kambing, ternyata konsumsi daging domba di Indonesia cukup tinggi, dengan Provinsi Jawa Barat menempati posisi puncak. Menurut data Kementerian Pertanian, dalam kurun waktu 2014 hingga 2018, konsumsi daging domba di Jawa Barat berturut-turut 360.929, 370.237, 491,482, 411.723, dan 382.288 ekor.[2]

Seperti disinggung di atas, meskipun bentuknya mirip, seperti sapi, domba pun hadir dalam beragam jenis, dan salah satu yang sekarang menjadi favorit adalah varian Dorper. Ini adalah jenis domba domestik Afrika Selatan yang dikembangkan dengan menyilangkan Dorset Horn dan domba Persia Blackhead. Trah ini diciptakan melalui upaya Departemen Pertanian Afrika Selatan untuk mengembangbiakkan domba pedaging yang cocok untuk daerah yang lebih kering. Sekarang domba Dorper juga diternakkan di daerah lain, termasuk Indonesia.

Ciri Domba Dorper

Secara umum, Dorper dapat beradaptasi dengan baik untuk berbagai kondisi dan penggembalaan. Di negara asalnya, jenis ini telah menyebar dari daerah kering ke seluruh bagian. Konon, ia bekerja dengan baik dalam berbagai kisaran dan kondisi makan dan juga cocok untuk pemberian makan intensif. Sementara itu, di Australia, Dorper sekarang dibudidayakan di seluruh daerah kering dan tropis serta negara bagian selatan dengan curah hujan tinggi.

Dilansir dari situs resmi Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dorper memiliki kulit tebal, yang sangat dihargai di pasaran, dan mampu melindungi hewan tersebut pada bawah kondisi iklim yang keras. Hasil pengolahan kulit domba ini memiliki kontribusi sebanyak 20 persen dari total pendapatan di Afrika Selatan. Tidak seperti domba Merino, Dorper tidak membutuhkan pemotongan bulu sehingga lebih tahan terhadap penyakit dan serangan lalat yang biasa menghinggapi badan domba yang selesai bulu.

Domba Dorper umumnya sudah mencapai kematangan seksual pada usia dini, dengan domba jantan telah diamati untuk mulai bekerja pada usia lima bulan. Pertambahan bobot hidup yang memungkinkan domba mencapai sekitar 36 kg (17 kg sampai 18 kg  karkas) dalam 100 hari telah diperoleh dari hewan persilangan pertama yang tumbuh di wilayah Mallee. Pengalaman lokal menunjukkan bahwa karkas dengan skor lemak dari 2 hingga 3 dengan mudah diperoleh dalam kondisi ini.

Keunggulan Domba Dorper

Domba dorper (sumber: wikipedia)
  • Domba Dorper mampu hidup dan bertahan dalam berbagai kondisi iklim. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan Indonesia cocok menjadi habitat hidup domba Dorper.
  • Jenis ini juga lebih mudah dipelihara karena memiliki pertambahan bobot tubuh yang cepat dengan konsumsi pakan yang efisien dan terjangkau.
  • Selain pakan yang mudah, penggembalaan domba Dorper pun tidak susah karena hewan ini tidak selektif dalam mengonsumsi pakan, terutama jenis rumput.
  • Salah satu keunggulan domba Dorper adalah hasil karkas dan kualitas dagingnya yang luar biasa. Kandungan lemak pada dagingnya pun termasuk rendah. Domba Dorper dapat memiliki pertambahan bobot tubuh yang cepat, bisa mencapai hingga 36 kg hanya dalam waktu 3 sampai 5 bulan.
  • Domba Dorper merupakan salah satu ras domba yang paling subur, serta karakter yang tahan banting sehingga memiliki umur yang relatif panjang.

Apabila Anda tertarik membudidayakan domba Dorper, sekarang tidak susah mendapatkan varian tersebut. Pasalnya, Anda sudah bisa membelinya di peternak langsung. Selain itu, tidak sedikit yang menawarkan domba Dorper lewat sejumlah situs jual beli online. Sebagai referensi, berikut kisaran domba Dorper saat ini.

Domba Dorper

Varian Domba Dorper
Domba Dorper F1 Betina Rp3.000.000 – Rp4.000.000 per ekor
Domba Dorper F1 Jantan 15 bulan Rp6.000.000 per ekor
Domba Dorper Fullblood Betina 6 – 7 bulan Rp24.000.000 – Rp29.970.000 per ekor
Domba Dorper Fullblood Jantan 6 – 7 bulan Rp25.000.000 – Rp30.000.000 per ekor

Informasi domba Dorper di atas kami rangkum dari berbagai sumber, termasuk penyedia ternak dan sejumlah situs jual beli online. Perlu Anda ingat bahwa harga domba Dorper tersebut tidak mengikat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, harga di masing-masing penjual bisa saja berbeda meski produk yang ditawarkan sama.

[1] Sutiyono, Barep, dkk. 2010. Hubungan Penampilan Induk Anak Domba dari Berbagai Tipe Kelahiran. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, Vol. 20(2): 24-30.

[2] AK, Haya, Asep Anang, Denie Heriyadi. 2020. Pendugaan Parameter Genetik Performa Prasapih Domba Garut di UPTD-BPPTDK Margawati Garut. Majalah Ilmiah Peternakan, Vol. 23(1): 1-6.

Pos terkait