Harga Darbuka Sombaty (Lokal, MAX, Pearl Blue)

Darbuka, mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi dengan ini, terutama yang menyukai musik dengan irama padang pasir. Ini adalah sebuah instrumen musik, semacam perkusi, yang berasal dari Timur Tengah, dengan bentuk menyerupai piala atau jam pasir. Ada banyak model darbuka yang sudah tersedia di dan salah satu model yang digemari adalah Sombaty walaupun harganya memang tidak bisa dikatakan terjangkau.

Ilustrasi: Bermain Darbuka (credit: 1beat.org)

Ilustrasi: Bermain Darbuka (credit: 1beat.org)

Berbicara musik, manusia dikatakan sebagai Homo Ludens atau makhluk bermain, yang artinya suka bermain atau menciptakan permainan.[1] Permainan diklaim lebih tua dari kebudayaan, dan setiap zaman memiliki permainannya sendiri yang terkait erat dengan perkembangan budaya setempat. Nah, permainan ini termasuk pula memainkan tradisional.

Dari sekian banyak alat musik tradisional yang sudah diciptakan manusia, model yang memiliki bentuk yang berbeda-beda adalah perkusi. Anda pasti sudah familiar dengan rebana, salah satu alat musik perkusi yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan atau jemari. Diperkirakan, kesenian rebana masuk ke Indonesia pada abad ke-13, bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Tanah Air. Rebana hadir sebagai salah satu media dakwah, sehingga kerap dimainkan dalam kegiatan pengajian atau hari besar agama Islam.[2]

Baca juga  Update Info Daftar Harga Piano Termurah dalam Berbagai Merek

Apa Itu Darbuka?

Selain rebana, alat musik tradisional berupa perkusi lainnya yang juga erat kaitannya dengan kebudayaan Islam adalah darbuka. Dilansir dari sejumlah sumber, ini adalah sebuah instrumen musik yang masuk kategori membranophone yang berasal dari kawasan Timur Tengah. Konon, alat musik ini sudah ada sejak 6000 SM, berasal dari Mesopotamia di Kerajaan Sumeria dan Babylonia. Seiring waktu, darbuka kemudian banyak digunakan di , Persia, dan Turki, serta menjadi salah satu perkusi paling populer di dunia, dengan sebutan lain doumbek.

Ilustrasi: Doumbek (credit: historymiami.org)

Ilustrasi: Doumbek (credit: historymiami.org)

Alat musik ini pertama kali dibuat dengan tujuan memenuhi kebutuhan upacara budaya dan ritual tradisional. Namun, kini sudah digunakan untuk berbagai macam kepentingan yang bertujuan menghibur. Sebut saja di Indonesia, darbuka biasa digunakan dalam musik dan lagu religi. Sementara, di Mesir dan Turki, alat musik ini sebagian besar digunakan untuk mengiringi belly dance.

Secara tradisional, darbuka terbuat dari kulit kambing, walau ada juga yang terbuat dari bahan tanah liat dan kayu. Namun, mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi, darbuka sekarang dapat dibentuk dari logam seperti tembaga dan aluminium, sedangkan kulitnya diganti dengan material plastik karena lebih terjangkau sehingga menekan biaya produksi.

Baca juga  Harga Bebek Mandarin (Jantan, Betina, dan Sepasang)

Modifikasi tersebut menghasilkan darbuka yang berbobot lebih ringan serta membuat perajin lebih mudah dan leluasa dalam menghias/mendekorasi bodi dengan berbagai macam motif. Meskipun begitu, darbuka berbahan aluminium ini tidak kalah dengan model darbuka tradisional. Tak heran, jika permintaan darbuka aluminium cor ini tak hanya dari penikmat tabuhan alat musik tersebut, namun juga mampu menembus asing.

Selain material pembuatnya, cara memainkan darbuka pun mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Jika secara tradisional pemain menempatkan instrumen tersebut di bawah lengan, sekarang gaya bermain diubah dengan meletakkannya pada lutut atau di pangkuan penabuh. Dengan posisi seperti itu, pemain lebih leluasa menggunakan dua tangannya untuk menghasilkan ketukan yang lebih variatif.

Ilustrasi: Darbuka Sombaty (credit: arabinstruments)

Ilustrasi: Darbuka Sombaty (credit: arabinstruments)

Nah, dari sekian banyak model darbuka di pasaran, salah satu yang sering dicari adalah darbuka Sombaty. Ini adalah instrumen yang kabarnya berasal dari Mesir. Darbuka ini kerap digunakan sebagai salah satu instrumen musik dalam marawis dan qasidah. Umumnya, darbuka Sombaty terbuat dari aluminium cor padat berlapis kerang mutiara, dengan motif. Dengan sedikit lebih berat dan ukuran lebih tinggi, darbuka Sombaty dikatakan dapat menghasilkan suara lebih tajam dari varian konvensional.

Baca juga  Harga Musang Akar Jawa dan Kalimantan (Borneo)

Harga Darbuka Sombaty

Jika Anda tertarik dengan darbuka Sombaty, tidak sulit mendapatkan instrumen yang satu ini. Anda bisa membelinya di sejumlah peralatan musik atau bahkan via situs jual beli online. Untuk model buatan lokal berukuran 8 inch, sekarang ditawarkan dengan harga mulai Rp485 ribuan hingga Rp650 ribuan, sedangkan yang ukuran 9 inch dilepas dengan harga mulai Rp650 ribuan. Sementara, untuk MAX yang diimpor langsung dari Mesir, dijual dengan harga Rp1,7 juta sampai Rp2,6 jutaan, sedangkan varian darbuka Sombaty Blue Pearl dari Mesir dilepas Rp2,8 jutaan.

[1] Putri, Linda Indiyarti. 2017. Eksplorasi Etnomatematika Kesenian Rebana Sebagai Sumber Belajar Matematika pada Jenjang MI. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. VI(1): 21-31.

[2] Sinaga, Syahrul Syah. 2006. Fungsi dan Ciri Khas Kesenian Rebana di Pantura Jawa Tengah. Jurnal UNNES Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni, Vol. VII(3).

author
Sudah lama lulus dari S-1 di kampus PTN ternama. Penyuka musik dan sedikit audiophile.

Leave a reply "Harga Darbuka Sombaty (Lokal, MAX, Pearl Blue)"