Info Terbaru Harga Burung Hantu Tyto Alba dan Cara Memeliharanya

Burung hantu tak hanya bisa dinikmati keindahan tubuhnya, namun juga kerap digunakan sebagai burung pengendali hama seperti tikus dan pengganggu tanaman pertanian. Kepiawaian burung ini untuk terbang tanpa terdeteksi karena tak bersuara menjadikannya predator malam yang andal. Meski memiliki berbagai kelebihan, burung hantu tak lantas menjadi mahal dan lumayan variatif tergantung dari jenisnya, termasuk jenis Tyto Alba.

Harga, cara, memelihara, burung, burung hantu, owl, barn owl, Tyto Alba, serak jawa, karakteristik, ciri, jantan, betina, anakan, dewasa, usia, bulan, jenis, di, pasaran, idola, petani, hewan, pengerat, hama, sawah, per, ekor, trik, pakan, makanan, kondisi, kualitas, pemeliharaan, celepuk, tipe, karakter, predator, mangsa,

Burung tyto alba peliharaan (sumber: outsideworldoutfitters.com)

Tren menjadikan burung hantu sebagai memang masih asing bagi sebagian kalangan. Sebab, dulu burung ini sering dikaitkan sebagai hewan liar yang tak bisa dikendalikan dan juga karena mitos yang berkembang menyebutkan bahwa burung hantu erat dengan aura mistis karena tampilannya yang memang agak seram.

Meski anggapan ini lambat laun mulai memudar di kalangan umum, namun tetap saja hal ini menjadi faktor utama mengapa burung hantu belum terlalu ramai peminat, sehingga harganya relatif terjangkau. Di pasaran, burung hantu memiliki berbagai tipe yang mempunyai pembawaan karakter tersendiri. Namun, sebagian besar burung hantu memiliki naluri pendiam namun sangat gesit dan memiliki refleks cepat saat mendeteksi mangsa.

Nah, salah satu jenis burung hantu yang biasa dipelihara oleh petani adalah burung hantu Tyto Alba atau Barn Owl. Burung hantu Tyto Alba lebih sering digunakan sebagai burung penjaga wilayah sawah ataupun lahan dari tikus ataupun tupai. Burung jenis ini menjadi primadona di kalangan petani untuk mengendalikan hama dan membuat tingkat panen tanaman seperti padi lebih optimal. Namun, bagi pemula, burung ini tidak direkomendasikan karena cukup rentan mati, meski punya bentuk yang elok.

Karakteristik Burung Hantu Tyto Alba

Tyto Alba atau yang juga dikenal dengan sebutan Serak Jawa, merupakan spesies burung berukuran besar (34 cm), mudah dikenali sebagai burung hantu putih. Wajahnya berbentuk jantung, warna putih dengan tepi cokelat. Mata menghadap ke depan, merupakan ciri yang mudah dikenali. Bulu lembut, berwarna tersamar, bagian atas berwarna kelabu terang dengan sejumlah garis gelap dan bercak pucat tersebar pada bulu. 

Ada tanda mengilat pada sayap dan punggung. Bagian bawah berwarna putih dengan sedikit bercak hitam atau tidak ada. Bulu pada kaki jarang-jarang, sedangkan kepala besar, kekar, dan membulat. Iris mata berwarna hitam. Paruh tajam, menghadap ke bawah, warna keputihan. Kaki warna putih kekuningan sampai kecokelatan. Jantan-betina hampir sama dalam dan warna meski betina seringkali lebih besar 25 persen. Betina dan hewan muda umumnya punya bercak lebih rapat.

Tyto Alba mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh burung hantu lainnya, yakni kepiawaian dalam berburu mangsa. Ketika menangkap mangsa, ia terbang dengan kecepatan yang dahsyat dan ditambah dengan penglihatan yang tajam. Menariknya lagi, Tyto Alba bisa meredam dari sayapnya, sehingga korban tidak mengetahui pergerakannya. 

Burung ini memiliki susunan letak lubang telinga yang cukup unik, karena tidak simetris, dengan letak pada kepala antara satu dengan yang lainnya tidak sama tinggi dan dengan sudut yang berbeda pula. Lubang-lubang telinga tersebut diselubungi oleh suatu lapisan fleksibel yang tersusun dari bulu-bulu pendek seperti bulu-bulu yang menyelimuti lingkar mukanya. Lapisan tersebut berfungsi sebagai keping pemantul (reflektor) suara.

Kelengkapan pendengaran seperti itu membuat Tyto Alba memiliki pendengaran yang peka dan bersifat mengarah (direksional) terhadap sumber bunyi, sehingga ia mampu mendeteksi lokasi mangsa (dalam arah dan jarak) secara tepat walau dalam keadaan gelap gulita sekalipun. Pada Tyto Alba Columella, di bagian tengah telinga, berfungsi mengirimkan getaran dari membran tympani ke bagian telinga dalam, koklea ada meskipun tidak berbentuk spiral sempurna

Burung hantu Tyto Alba terbang (sumber: Wikipedia)

Burung hantu Tyto Alba terbang (sumber: Wikipedia)

Perilaku Makan Burung Hantu Tyto Alba

Tyto Alba memiliki kebiasaan makan yang unik. Tergantung ukuran mangsa yang tertangkap, Tyto Alba dapat menelan utuh mangsanya atau membaginya dalam ukuran yang lebih kecil sebelum ditelan. Daging dan bagian yang lunak dari tubuh mangsa akan dicerna, sementara bulu-bulu dan tulang belulang tidak dicerna dan kemudian secara berkala dimuntahkan kembali dalam bentuk pellet. 

Dibandingkan jenis lain, burung ini mempunyai laju metabolisme yang lebih tinggi, sehingga membutuhkan lebih banyak makanan. Diukur dari perbandingan berat, burung ini memangsa rodensia lebih banyak daripada binatang lain. Para petani menganggap burung ini lebih efektif secara ekonomi daripada penggunaan racun dalam mengatasi serangan binatang pengerat, sehingga mereka menyediakan tempat untuk burung ini bersarang supaya mau tinggal.

Cara Memelihara Tyto Alba

  • Pilih burung hantu Tyto Alba yang masih anakan berbulu kapas (chick) saat akan membeli karena lebih mudah dijinakkan dan pastikan pula burung yang Anda beli dalam keadaan yang sehat. Ciri burung yang sehat antara lain tidak lesu, aktif, saat dikeluarkan dia aktif bergerak, mata jernih dan terbuka (kelopak mata tidak menutup), serta tidak ada luka fisik di bagian tubuhnya. Memilih barn owl yang masih anakan agar bisa bonding kepada Anda pemiliknya. 
  • Saat sampai di rumah, biarkan burung sendiri di ruangan tertutup agar ia bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Selama masa adaptasi, beri makanan berupa potongan kecil daging sapi yang masih segar. Lebih baik lagi jika daging sapi yang diberikan masih berdarah. 
  • Setelah masa adaptasi, Anda bisa memindahkan burung tersebut ke tangkringan (perch) yang sudah disediakan. Anda bisa membuat sendiri perch dengan menggunakan pipa PVC, kaleng bekas cat, dan pipa PVC letter T. 
  • Tyto Alba adalah jenis burung hantu dengan level pemeliharaan yang lebih susah dibandingkan celepuk, salah satunya adalah dari segi pemberian pakan. Pakan yang diberikan bisa berupa bayi atau anakan tikus putih yang terlebih dahulu sedikit dilukai agar aroma darahnya tercium oleh burung. Pemberian makan bisa diberikan 2 atau 3 kali sehari, mulai sekitar jam 5 pagi atau setengah 6 pagi, siang hari sekitar jam 1 atau 2 (opsional), dan malam sekitar jam 7 atau 8. 
  • Jangan lupa untuk melatih burung hantu Tyto Alba Anda dengan berbagai trik. 

Harga Tyto Alba

Spesies Tyto Alba termasuk yang banyak dicari. Untuk yang masih anakan hingga remaja awal, harganya saat ini berkisar Rp180 ribu hingga Rp300 ribuan per ekor, tidak jauh berbeda dari tahun 2018 lalu dengan harga Rp250 ribu hingga Rp400 ribu per ekor. Sementara, untuk usia 8 bulan hingga dewasa, kabarnya bisa mencapai Rp3,5 juta hingga Rp10 juta, tergantung kondisi burung.

[Update: Panca]

Baca juga  Update Harga Alat Selam/Diving Termurah (Berbagai Jenis & Merk)
loading...
author
Mengetahui harga-harga, dan mengikuti dinamikanya adalah proses mengasah kecerdasan finansial. Be Smart!

Leave a reply "Info Terbaru Harga Burung Hantu Tyto Alba dan Cara Memeliharanya"